spot_img

Analisa EURUSD Hari Ini, 2022, dan Seterusnya: Apakah Turun Lebih Lanjut?

Euro (EUR) turun ke level terendah lima tahun terhadap Dolar AS (USD), dan sedang menguji level psikologis 1,05. Potensi terjadinya resesi, yang dipicu oleh ancaman Rusia untuk menangguhkan pasokan gas ke Eropa sejauh ini terus membayangi pasar. Lalu bagaimana analisa EURUSD dalam beberapa hari atau bulan mendatang?

Euro telah berada di bawah tekanan sejak Rusia melakukan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, dan ada pergeseran ke lingkungan risk-off sebagai tanggapan atas kekhawatiran terhadap ekonomi global, serta kebijakan lockdown Covid-19 di China, serta kebijakan Federal Reserve AS yang hawkish.

Bagaimana prospek Euro dalam kondisi saat ini? Apakah ada potensi Euro turun lebih lanjut?

Pada artikel ini, kami akan membahas beberapa hal yang mempengaruhi pergerakannya dan analisa Euro terbaru dari para analis guna membantu anda dalam mengambil keputusan trading forex.

Analisa EURUSD hari ini: Tertekan oleh kekhawatiran geopolitik dan ekonomi

Konflik antara Rusia dan Ukraina membuat Euro tertekan di tengah adanya ekspektasi European Central Bank (ECB) akan memperketat kebijakan fiskal Zona Euro. Sementara ECB bersiap untuk melakukan pengetatan, Jerman meningkatkan anggaran untuk energi dan pertahanan sebagai respon terhadap konflik yang tengah terjadi di Ukraina.

Euro diperdagangkan di sekitar area 1,08 hingga 1,12 sepanjang bulan Maret, dan kemudian turun ke bawah level 1,10 dan kemudian 1,05 pada bulan April.

Pada 27 April lalu, perusahaan gas Rusia Gazprom mengumumkan bahwa pihaknya telah menghentikan pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria karena tidak membayar dalam mata uang Rubel (RUB), sehingga meningkatkan ancaman bahwa Rusia dapat menghentikan pasokan gas ke negara lainnya yang lebih tergantung pada gas seperti Jerman. Polandia, khususnya, memproduksi listrik menggunakan batu bara dan memiliki persediaan gas yang cukup. Akan tetapi, penangguhan pasokan gas ke Jerman dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi Zona Euro karena negara tersebut harus melakukan penjatahan gas. Hal tersebut dapat memaksa ECB untuk menahan sikap hawkishnya, atau bahkan membatalkan rencana menaikkan suku bunga.

Pernyataan hawkish dari para pejabat ECB pada bulan April telah meningkatkan ekspektasi bahwa ECB akan mengakhiri program pembelian asetnya pada akhir Juni atau awal Juli, dan menaikkan suku bunga pada bulan Juli, yang mana hal ini berpotensi menjadi momentum bullish bagi Euro.

Analisa EURUSD hari ini

Prospek Euro dalam jangka pendek kemungkinan akan tetap melemah, terutama terhadap Dolar AS.

Kami memperkirakan bahwa meningkatnya pesimisme terhadap ekonomi dan adanya perbedaan kebijakan moneter antara ECB dan The Fed dapat membuat EUR turun ke level terendah awal tahun 2017 yaitu 1,0341 dalam beberapa hari atau minggu mendatang.

Jika Rusia menangguhkan pasokan energinya, kompleks industri di Zona Euro kemungkinan harus mengurangi produksinya secara besar-besaran, dan membuat Zona Euro berada di ambang resesi. Pada pekan lalu Bundesbank memperkirakan bahwa embargo energi Rusia akan menyebabkan kontraksi sekitar 2% pada PDB Jerman tahun 2022. Ini berpotensi menekan EUR lebih lanjut, terutama jika ada banyak uang yang keluar dari Zona Euro di tengah memburuknya prospek ekonomi, dan dapat memaksa ECB untuk menunda kenaikan suku bunga.

Bagaimana para analis memperkirakan pergerakan EUR/USD dalam beberapa bulan dan tahun mendatang? Di bawah ini, kami akan membahas beberapa proyeksi terbarunya.

Prediksi EURUSD 2022: Prediksi Para Ahli

Berdasarkan model makro global dan ekspektasi analis dari Trading Economics, pasangan mata uang ini berpotensi turun lebih lanjut. Pada akhir tahun, nilai tukarnya diperkirakan sekitar 1,06.

Long Forecast bahkan lebih pesimis dari Trading Economics. EUR/USD diperkirakan akan turun ke bawah $1 pada akhir tahun – untuk pertama kalinya dalam kurun dua dekade. Harga terendah 0,963 akan dicapai pada bulan November, menurut Economy Forecast Agency.

PandaForecast.com cukup optimis terhadap masa depan pasangan mata uang ini. Pada akhir tahun, nilai tukarnya diperkirakan akan mencapai level tertinggi awal tahun 2022. Prediksi EUR/USD yang sama juga dimiliki oleh Societe Generale dan Commerzbank.

Analisis EUR menurut bank asal Belanda ING, pada akhir April pasar opsi memperkirakan probabilitas sekitar 35% bahwa pasangan mata uang EUR/USD akan menyentuh level 1,00 sebelum akhir tahun.

ING Bank memperkirakan EUR/USD akan diperdagangkan di sekitar 1,10 pada akhir tahun 2022.

Para analis di Citibank cenderung bearish terhadap EUR/USD, serta terhadap mata uang komoditas seperti Dolar Australia, Selandia Baru, dan Kanada, termasuk EUR/GBP. Citibank memperkirakan EUR/USD akan diperdagangkan di sekitar level 1,10 dalam 12 waktu bulan mendatang, dan 1,12 dalam jangka panjang.

Analis valuta asing ABN AMRO telah merevisi proyeksinya pada Euro, namun mereka masih memperkirakan adanya penurunan lebih lanjut.

ABN AMRO memperkirakan Euro akan melemah lebih lanjut terhadap Dolar AS pada tahun 2022, namun baru-baru ini mengatakan bahwa berdasarkan perkembangan yang terjadi saat ini, target tersebut terlalu rendah.

“Kami meninjau beberapa skenario dasar kami dan mengindikasikan EUR/USD akan tertekan oleh aksi beli safe haven Dolar AS. Sejak saat tersebut, ada banyak hal yang telah berubah, dan sentimen investor juga meningkat”, menurut Georgette Boele, Senior FX Strategist ABN AMRO.

Berdasarkan skenario terbaik, ABN AMRO mengatakan pihaknya saat ini memperkirakan sentimen investor akan “berhati-hati dibandingkan negatif”, sehingga akan ada sedikit sentimen positif untuk EUR/USD.

Prediksi EUR/USD 2023

Proyeksi pada tahun 2023 sangat bervariasi. Salah satu sumber memperkirakan pasangan mata uang ini akan diperdagangkan di posisi terendah tahun 2002, sementara yang lainnya memperkirakan akan diperdagangkan di posisi tertinggi tahun 2014. Mari kita lihat.

Menurut Long Forecast, pada tahun 2023, tren pasar secara keseluruhan diperkirakan akan bullish. Akan tetapi, pasangan mata uang ini tidak akan mencapai level tertinggi beberapa tahun sebelumnya. Pasangan mata uang ini akan tetap berada di posisi terendah tahun 2002.

PandaForecast.com memprediksi tren naik yang kuat akan mendorong EUR/USD ke level tertinggi tahun 2014. Rata-rata tingkat volatilitasnya tidak akan melampaui level rata-rata.

Prediksi EUR/USD ING untuk tahun 2023 adalah 1,15, dan diperkirakan akan ada penguatan yang cukup stabil selama setiap kuartal.

CIBC memperkirakan pasangan mata uang ini akan diperdagangkan di level 1,16 pada akhir tahun 2023, sementara prediksi harga Scotiabank adalah 1,12.

Harap diperhatikan bahwa prediksi para analis dapat salah. Prediksi tersebut sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti riset anda sendiri. Selalu lakukan riset secara mandiri sebelum melakukan investasi. Dan lakukan investasi atau trading sesuai dengan profil risiko anda.

Apa yang mempengaruhi EUR/USD?

Tren EUR/USD bergantung pada siklus ekonomi global. Selama masa resesi, permintaan aset safe haven, termasuk Dolar AS meningkat. Akibatnya, EUR/USD turun.

Selama masa pemulihan dari resesi, investor tidak terlalu fokus pada risiko. Investor ritel mencari cara untuk melipatgandakan deposit. Pada tahap ini, faktor fundamental yang mempengaruhi pasangan mata uang EUR/USD adalah tingkat pertumbuhan PDB dan kebijakan moneter bank sentral.

Ekonomi yang kuat dapat membuat mata uang menjadi kuat. Rebound PDB pasca resesi adalah alasan untuk membeli sekuritas di suatu negara. Misalnya, adanya optimisme bahwa ekonomi AS akan sepenuhnya pulih dari resesi pada kuartal kedua 2021 berkontribusi terhadap reli S&P 500 sebesar 18% – sejak Januari hingga awal Agustus. Akibat adanya arus modal yang masuk ke pasar saham AS, Dolar AS juga turut menguat.

Tingkat PDB adalah indikator ekonomi yang dapat diandalkan, tetapi sayangnya, cenderung lambat. Data PDB dirilis satu atau setengah bulan setelah akhir kuartal. Oleh karenanya, sangat sulit untuk menentukan negara mana yang tumbuh lebih cepat selama periode waktu tertentu, dan tidak memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi ekonomi saat ini kepada investor. Itulah mengapa trader forex harus memantau beberapa indikator ekonomi lainnya seperti data PMI AS dan Zona Euro.

Semakin panas ekonomi, semakin besar kemungkinan bank sentral akan menghentikan program pelonggaran kuantitatif dan menaikkan suku bunga. Akibatnya, harga aset dalam mata uang lokal akan menjadi lebih menarik. Itulah mengapa Dolar AS saat ini menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

Untuk memahami kebijakan The Fed di masa mendatang, anda harus memperhatikan beberapa indikator ekonomi seperti inflasi dan tingkat pengangguran. Ketika indikator-indikator ini mencapai ambang batas yang ditetapkan oleh The Fed, bank sentral akan mulai mengurangi stimulus moneternya. Dalam hal ini, Greenback berpotensi menguat.

Pernyataan pejabat bank sentral juga penting dalam memperkirakan nilai tukar EUR/USD. Komentar para pejabat dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana kebijakan bank sentral akan berubah, dan investor dapat mengembangkan strategi trading berdasarkan hal ini.

Tips Trading EUR/USD

  • Kondisi yang diperlukan untuk mencari peluang buy dalam jangka panjang adalah adanya sinkronisasi dalam ekonomi global. Jika PDB AS mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi, namun China dan Zona Euro menghadapi masalah, cari peluang sell.
  • Pantau pasar komoditas dan saham. Jika S&P 500 dan harga minyak menguat secara bersamaan, maka ini adalah alasan bagus untuk membeli EUR/USD. Jika indeks saham naik sementara harga minyak turun, atau keduanya turun, itu adalah sinyal untuk menjual EUR/USD.
  • Pelajari pergerakan harga suatu aset keuangan di masa lalu. Apa yang terjadi di masa lalu dapat kembali terjadi di masa depan, dan dapat menjadi potensi pergerakan EUR/USD selanjutnya.
  • Gunakan indikator teknikal untuk menentukan kondisi pasar saat ini dan level support/resistance. Jika harga bergerak di sekitar Moving Average, maka tren cenderung datar. Jika harga berada di atas EMA, trennya adalah bullish; jika harga berada di bawah indikator, trennya adalah bearish.
  • Gunakan pola grafik Jepang dan pola grafik barat seperti head and shoulders, double top dan double bottom, rising wedge dan falling wedge, bullish pennant dan bearish pennant, atau flag pattern untuk mencari titik entry dan exit.
  • Jangan mencoba menggunakan semua strategi trading populer; anda sebaiknya menggunakan strategi trading yang paling cocok untuk anda.
  • Selalu patuhi aturan sistem trading anda.

Sejarah harga EUR/USD

EUR/USD memiliki volatilitas yang cukup tinggi. Pada awalnya, pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan di bawah harga paritasnya. Namun, sejak tahun 2002, Euro tidak pernah diperdagangkan di bawah $1. Nilai tukar EUR/USD terendah sepanjang masa adalah 0,82; rekor tertingginya adalah sekitar 1,604.

Pada tahun 2020, ekonomi global menghadapi resesi yang hanya berlangsung selama dua bulan. Karena adanya kepanikan di pasar keuangan, permintaan Greenback meningkat tajam. Akibatnya, EUR/USD turun ke level 1,064, atau level terendah sejak April 2017.

Beberapa bank sentral meluncurkan insentif moneter besar-besaran senilai triliunan Dolar AS untuk mendukung perekonomian. The Fed bahkan disebut gila karena memangkas suku bunga dari 1,75% menjadi 0 dan memulai proses QE sebesar $120 miliar per bulan. Neraca Federal Reserve meningkat tajam, mendekati $9 triliun, dan Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Pergerakan EUR/USD sejak Januari hingga Maret bahkan naik hampir 16% dan mencapai $1,234.

Pada akhir tahun 2020, Euro diperkirakan akan menguat. Banyak bank memperkirakan EUR/USD akan melampaui 1,25 pada tahun 2021. Beberapa pihak juga memperkirakan Euro akan naik ke sekitar $1,3. Pada kenyataannya, prediksi tersebut ternyata salah. Karena lambatnya proses vaksinasi di UE, yang berubah menjadi kebijakan lockdown yang baru dan resesi ganda, Euro anjlok ke level 1,1705.

Berkat vaksin, kekhawatiran investor terhadap pemulihan ekonomi global mereda. Selanjutnya, aksi beli EUR/USD kembali terjadi di tengah suksesnya program vaksinasi di UE dan The Fed enggan untuk mengakui adanya lonjakan inflasi di AS. Pasangan mata uang ini naik ke level 1,226 pada akhir Mei. Beberapa pihak yang optimis kembali memperkirakan EUR/USD akan menguat hingga level 1,25, namun proyeksi FOMC pada bulan Juni kembali menghentikan tren bullish EUR/USD. Pada saat tersebut, The Fed mulai membahas potensi kenaikan suku bunga pada tahun 2022, sehingga mendorong investor untuk membeli Dolar AS.

Kesimpulan

Penting untuk diketahui bahwa prediksi jangka panjang, termasuk prediksi EUR/USD, tidak selalu akurat. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi nilai tukar pasangan mata uang dan yang terbaik adalah selalui mengetahui apa yang terjadi di pasar global, sehingga anda dapat membuat prediksi yang realistis dan andal.

Jika anda yakin bahwa trading EUR/USD adalah sesuatu yang menarik, dan anda yakin terhadap masa depan EUR/USD, pertama-tama, anda harus memilih metode trading yang sesuai untuk anda dan melakukannya di demo akun terlebih dahulu, dan kemudian akun riil.

Salah satu hal yang sebaiknya anda lakukan selanjutnya adalah membuka akun trading di salah satu broker forex terbaik di Indonesia! Broker tersebut menyediakan aplikasi trading yang mudah digunakan trader untuk pemula atau bahkan trader atau investor berpengalaman.

FAQ Analisa dan Prediksi EUR/USD

Apakah EUR/USD akan naik atau turun?

Prediksi jangka panjang tidak selalu akurat. Namun, pasangan mata uang EUR/USD tengah berada dalam tren bearish yang panjang. Dalam jangka pendek, anda sebaiknya memperhatikan beberapa faktor fundamental yang dapat memengaruhi nilai tukar EUR/USD.

Apakah Eyro akan naik pada tahun 2022?

Berdasarkan prediksi, Euro kemungkinan besar masih akan melemah terhadap Dolar AS pada tahun 2022.

Apa yang mempengaruhi nilai tukar EUR/USD?

EUR/USD adalah mata uang dari dua ekonomi terbesar di dunia – Uni Eropa dan Amerika Serikat. Oleh karenanya, berita ekonomi dan politik penting dari UE dan AS akan secara langsung mempengaruhi nilai tukar EUR/USD. Hal ini disebut sebagai faktor fundamental; selain itu, ada juga faktor teknis.

Apakah USD akan naik atau turun pada tahun depan?

Para analis yakin bahwa pasangan mata uang EUR/USD akan naik pada tahun 2023. Ini berarti Dolar SA akan melemah terhadap Euro.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,461PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles