spot_img

Apa Itu CFD dan Bagaimana Cara Kerja CFD Trading?

Investor memiliki beberapa pilihan ketika memutuskan bagaimana mereka akan trading. Mereka dapat melakukan investasi langsung dengan cara melakukan trading di pasar spot. Atau, melakukan trading pada instrumen derivatif forex, saham, crypto, dll. Artikel ini akan menjelaskan apa itu CFD dan bagaimana cara kerja CFD trading.

Apa Itu CFD?

CFD atau “Contract for Difference” adalah kontrak derivatif yang penyelesaian transaksiknya dilakukan secara tunai, dan hasilnya dihitung berdasarkan selisih antara harga pembukaan dan penutupan. Dengan kata lain, CFD tidak melakukan pengiriman komoditas atau sekuritas secara fisik.

Pasar CFD ditawarkan oleh berbagai broker, sehingga pasar antara satu broker dan broker lainnya kemungkinan akan berbeda. Biasanya, pasarnya terdiri dari beberapa instrumen yang namanya disesuaikan dengan nama aset dasarnya. Misalnya, jika anda membeli kontrak CFD minyak mentah, maka anda tidak benar-benar membeli kontrak untuk membeli minyak mentah (seperti pada kontrak berjangka), sebaliknya anda hanya membuat perjanjian dengan broker anda bahwa jika harga minyak mentah naik, anda akan menghasilkan keuntungan, sementara jika harga minyak mentah turun, anda akan mengalami kerugian.

CFD adalah seperti “bertaruh” di pasar tertentu.

Penjelasan CFD Trading

CFD trading didefinisikan sebagai “pembelian dan penjualan CFD”. Contract for difference disebut sebagai kontrak derivatif karena memungkinkan anda untuk melakukan spekulasi di pasar keuangan seperti saham, forex, indeks, dan komoditas tanpa harus memiliki aset fisiknya.

Sebaliknya, ketika anda melakukan trading CFD, anda setuju untuk menghitung hasilnya berdasarkan selisih antara harga pembukaan kontrak dan penutupan.

Salah satu keunggulan utama dari CFD trading adalah anda dapat melakukan spekulasi terhadap pergerakan harga di kedua arah, dan keuntungan atau kerugiannya bergantung pada sejauh mana perkiraan anda benar.

Di sebagian besar pasar CFD (lihat di broker anda), jika anda yakin bahwa harga suatu aset akan naik, maka anda akan membeli CFD. Jika anda yakin bahwa harga suatu aset akan turun, maka anda akan menjual CFD atau membuka posisi short. Keuntungan atau kerugiannya dihitung berdasarkan selisih antara harga ketika membuka posisi dan harga ketika menutup posisi.

Penjelasan Short dan Long CFD Trading

CFD trading memungkinkan anda untuk melakukan spekulasi terhadap pergerakan harga di kedua arah. Jadi, sementara anda dapat menghasilkan keuntungan dari kenaikan harga, anda juga bisa membuka posisi yang dapat menghasilkan keuntungan ketika harga turun. Ini disebut sebagai “short sell”, yang merupakan kebalikan dari “long”.

Jika anda memperkirakan harga saham Apple akan turun, misalnya, anda dapat membuka posisi short pada CFD saham Apple. Perhitungannya tetap sama yaitu berdasarkan selisih antara harga pembukaan dan penutupan, tetapi anda baru akan mendapatkan keuntungan jika harga sahamnya turun dan rugi jika harga sahamnya naik.

Ketika anda membuka posisi long atau short, keuntungan dan kerugiannya baru akan direalisasikan setelah anda menutup posisi tersebut.

cfd trading

Penjelasan Leverage Dalam CFD Trading

CFD trading menggunakan leverage, yang artinya anda bisa membuka posisi yang lebih besar dengan modal yang lebih kecil. Asumsikan anda ingin membuka posisi yang setara dengan 500 saham Apple. Tanpa leverage, itu artinya anda harus menyediakan modal yang sama dengan nilai transaksi anda. Di sisi lain, dengan CFD, anda mungkin hanya perlu menyediakan modal sebesar 5% dari nilai transaksi.

Sementara leverage dapat mengurangi kebutuhan modal, penting untuk diingat bahwa keuntungan atau kerugiannya tetap dihitung berdasarkan nilai transaksinya. Dalam contoh ini, perhitungannya adalah berdasarkan selisih harga pembukaan dan penutupan 500 saham Apple. Itu berarti jumlah keuntungan dan kerugian anda bisa jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah modal anda, dan kerugiannya bisa melebihi jumlah modal. Atas dasar tersebut, penting bagi anda untuk memperhatikan rasio leverage dan pastikan bahwa anda trading sesuai dengan kemampuan anda.

Penjelasan Margin

Trading menggunakan leverage terkadang disebut sebagai “trading menggunakan margin” karena jumlah dana yang dibutuhkan untuk membuka dan mempertahankan posisi – yang disebut sebagai “margin” – lebih kecil dari nilai transaksi yang sebenarnya.

Ketika melakukan CFD trading, ada dua jenis margin. Deposit margin diperlukan untuk membuka posisi, sementara maintenance margin diperlukan jika transaksi anda hampir menimbulkan kerugian lebih dari yang dapat ditanggung oleh deposit margin – dan dana tambahan di akun anda. Jika ini terjadi, anda mungkin mengalami margin call dan broker akan meminta anda untuk melakukan penambahan dana. Jika anda tidak menambahkan dana yang cukup, posisi tersebut kemungkinan akan ditutup (stop out) dan kerugian yang ditimbulkan atas posisi tersebut akan direalisasikan.

Berapa Biaya CFD Trading?

Spread: Ketika melakukan CFD trading, anda harus membayar spread, yang merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Anda membuka posisi beli menggunakan harga harga beli dan menutup posisi menggunakan harga jual. Semakin kecil spread, semakin sedikit harga yang harus bergerak sesuai dengan keinginan anda agar mendapat keuntungan, atau kerugian jika harga bergerak berlawanan.

Swap: Pada setiap akhir jam perdagangan (lihat di sini Jam Pasar Forex), setiap posisi yang terbuka akan dikenakan biaya yang disebut sebagai swap atau “biaya inap”. Biayanya bisa positif atau negatif tergantung pada jenis posisi anda dan tingkat suku bunga yang berlaku.

Komisi: Anda juga harus membayar biaya komisi ketika melakukan trading CFD.

Contoh CFD Trading 1: Beli EUR/GBP

EUR/GBP diperdagangkan di 0,84950/0,84960.

Anda memutuskan untuk membeli €20,000 karena menurut anda nilai tukar EUR/GBP akan naik. EUR/GBP memiliki tingkat margin 4%, yang berarti anda hanya perlu melakukan deposit 3,34% dari total nilai transaksi anda sebagai margin. Oleh karenanya, dalam contoh ini, margin anda adalah £679.64 (4% x [€20,000 x 0.84955]).

Ingat bahwa jika harga bergerak berlawanan, anda dapat mengalami kerugian lebih besar dari margin awal anda yaitu sebesar £679.64.

Hasil A: Skenario Keuntungan

Prediksi anda benar dan harga selama satu jam berikutnya naik ke 0.85530/0.85540. Anda memutuskan untuk menutup posisi long anda dengan menjualnya di 0.85530 (harga jual saat ini).

Harga telah bergerak naik 57 pip (0.85530 – 0.84960).

Keuntungan anda adalah ([€20,000 x 0.85530] – [€20,000 x 0.84960]) = £114.

Hasil B: Skenario Kerugian

Sayangnya, prediksi anda salah dan nilai tukar EUR/GBP dalam satu jam ke depan turun menjadi 0.84390/0.84400. Anda memperkirakan bahwa harga kemungkinan akan terus turun, sehingga untuk membatasi kerugian anda, anda memutuskan untuk menjualnya di 0.84390 (harga jual saat ini).

Harga telah bergerak turun 57 poin (0.84960-0.84390).

Kerugian anda adalah ([€20,000 x 0.84960] – [€20,000 x 0.84390]) = -£114.

Contoh CFD Trading 2: Jual EUR/USD

EUR/USD diperdagangkan di 1.13010/1.13020.

Mari kita asumsikan bahwa data indikator ekonomi yang buruk mengindikasikan Euro akan melemah terhadap Dolar AS dalam beberapa hari mendatang. Anda memutuskan untuk menjual €20,000 karena anda memperkirakan nilai tukar EUR/USD akan turun.

EUR/USD memiliki tingkat margin 4%, yang berarti anda hanya perlu melakukan deposit 4% dari total nilai posisi anda sebagai margin. Oleh karenanya, dalam contoh ini, margin anda adalah $904.12 (4% x [€20,000 x 1.13015]). MT4, MT5, atau aplikasi trading lainnya akan secara otomatis mengkonversi jumlah margin ke dalam mata uang akun Forex anda sesuai dengan nilai tukar yang berlaku.

Ingat bahwa jika harga bergerak berlawanan, ada kemungkinan anda mengalami kerugian lebih besar dari margin awal anda yaitu $904.12. Sementara itu, perlindungan saldo negatif hanya ditawarkan oleh broker forex yang teregulasi.

Hasil A: Skenario Keuntungan

Prediksi anda benar dan selang satu jam kemudian EUR/USD turun menjadi 1.12510/1.12520. Anda memutuskan untuk menutup posisi short anda dengan membeli di 1.12520 (harga beli saat ini).

Harga telah bergerak turun 49 poin (1.13010 – 1.12520).

Keuntungan anda adalah ([€20,000 x 1.13010] – [€20,000 x 1.12520]) = $98

Hasil B: Skenario Kerugian

Sayangnya, prediksi anda salah dan nilai tukar EUR/USD naik menjadi 1.13800/1.13810. Anda memperkirakan harga akan terus naik, sehingga untuk membatasi kerugian, anda memutuskan untuk membeli di 1.13810 (harga beli saat ini).

Harga telah naik 80 poin (1.13810 – 1.13010).

Kerugian anda adalah ([€20,000 x 1.13810] – [€20,000 x 1.13010]) = –$160.

Biaya Inap

Jika anda menahan posisi anda hingga pukul 7 AM, akun anda akan didebit atau dikreditkan sesuai dengan tingkat suku bunga yang berlaku. Jika anda membeli mata uang dengan imbal hasil yang lebih tinggi, anda kemungkinan akan menerima bunga; jika anda membeli mata uang dengan imbal hasil yang lebih rendah, anda kemungkinan akan dikenakan bunga.

Hedging Portofolio Menggunakan CFD Trading

Jika anda telah memiliki portofolio saham di broker lain, dan anda memperkirakan bahwa nilai portofolio anda dalam jangka pendek akan turun, anda dapat melakukan hedging atas portofolio tersebut menggunakan CFD. Dengan melakukan short sell pada saham yang sama di pasar CFD, anda dapat mencoba dan mendapatkan keuntungan dari tren penurunan jangka pendek tersebut guna mengimbangi kerugian dari portofolio yang anda miliki.

Misalnya, anda memiliki saham ABC Corp senilai £5000 dalam portofolio anda; anda bisa membuka posisi short pada saham ABC Corp di pasar CFD dengan nilai yang setara. Kemudian, jika harga saham ABC Corp turun, penurunan nilai portofolio saham anda akan diimbangi oleh keuntungan yang diperoleh dari short sell di pasar CFD. Anda dapat menutup posisi short tersebut untuk mengamankan keuntungan anda ketika tren turun jangka pendek berakhir dan portofolio saham anda kembali naik.

cfd trading

Menggunakan contract for difference untuk melakukan hedging atas portofolio saham adalah salah satu teknik populer di kalangan investor, terutama ketika pasar bergejolak.

Kelebihan CFD

  • Contract for difference memungkinkan investor untuk memperdagangkan pergerakan harga suatu aset termasuk FX, ETF, indeks saham, dan komoditas berjangka.
  • Contract for differnce memberikan investor keuntungan dan kerugian seperti membeli sekuritas tanpa harus benar-benar memilikinya.
  • Contract for difference menggunakan leverage yang memungkinkan investor untuk menyediakan modal yang lebih kecil dari nilai transaksi yang sebenarnya.
  • Contract for difference memungkinkan investor untuk membuka posisi long dan short secara mudah.

Kekurangan CFD

  • Meskipun leverage dapat meningkatkan keuntungan, namun leverage juga dapat meningkatkan kerugian.
  • Volatilitas atau fluktuasi harga yang ekstrim dapat membuat spread antara harga bid (beli) dan ask (jual) melebar.
  • Industri CFD tidak teregulasi secara ketat, tidak diizinkan di AS, dan trader bergantung pada kredibilitas dan reputasi broker.
  • Investor yang memiliki posisi rugi dapat mengalami margin call, yaitu kondisi ketika akun trader membutuhkan tambahan deposit.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,337PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles