spot_img

Ascending Triangle Pattern – Cara Mendeteksi Breakout

Dalam artikel ini, anda akan belajar tentang bagaimana cara trading menggunakan pola ascending triangle. Ini adalah strategi trading breakout yang membentuk pola segitiga. Yang perlu anda lakukan adalah mempelajari teknik trading yang tepat dan setelahnya anda akan mampu mengenali anatomi breakout trading secara real time.

Hal terbaik dari pola grafik ini adalah dapat digunakan pada grafik 5 menit, 1 jam, atau lainnya. Apapun gaya trading anda, apakah itu scalping, day trading, atau swing trading. Ini juga adalah teori di balik ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan.

Mari kita pahami bagaimana polanya terbentuk dan bagaimana cara melakukan trading menggunakan pola ascending triangle.

Ascending Triangle

Ascending triangle adalah jenis continuation chart pattern, dan sama seperti namanya, memiliki bentuk segitiga. Ascending triangle juga dikenal sebagai pola bullish triangle karena mengarah pada breakout bullish.

Ascending triangle umumnya dianggap sebagai pola bullish.

Catatan: Kebalikan dari ascending triangle adalah descending triangle atau juga dikenal sebagai bearish triangle.

Seperti apa bentuk ascending triangle:

Elemen pertama dari pola grafik ini adalah trendline yang cenderung miring ke atas dan diikuti oleh puncak yang cenderung datar.

Ini menunjukkan bahwa pasar telah beberapa kali mencoba untuk menembus resistance tetapi gagal. Oleh karenanya, kita dapat menggambarkan garis resistance.

Elemen kedua dari ascending triangle adalah trendline yang cenderung miring ke atas. Inilah yang membentuk pola bullish.

Lihat grafik di bawah ini:

ascending triangle

Ingat bahwa semua pola kelanjutan seperti bullish flag, rectangle, dan pola lainnya dapat anda baca di blog forex kami.

Dalam konteks bullish ascending triangle, kita sebelumnya harus memiliki tren naik. Cara termudah untuk mengingatnya adalah:

  • Ascending triangle terjadi selama tren bullish.
  • Descending triangle terjadi selama tren bearish.

Sekarang setelah kita mempelajari bagaimana pola ascending terbentuk, kami ingin membagikan dua hal terkait cara trading menggunakan pola bullish triangle.

Trik kecil pertama yang telah kami pelajari adalah pola grafiknya jarang memiliki bentuk yang sempurna.

Sering kali anda akan melihat pola rising wedge yang berhasil menembus resistance namun momentumnya kurang kuat. Terkadang, anda melihat sebuah lonjakan harga yang berpotensi menyebabkan false breakout.

Yang harus anda lakukan adalah menunggu harga menembus pola triangle dan harga ditutup di atas garis resistance. Anda dapat membuka posisi beli pada pembukaan candle berikutnya.

Jika anda mencoba membuka posisi beli setiap kali harga bergerak di atas resistance, anda bisa terjebak dalam sebuah false breakout.

Selanjutnya, kita akan beralih ke strategi trading breakout sederhana dan akan mengajarkan anda tentang cara mengidentifikasi dan melakukan trading menggunakan pola ascending triangle.

Grafik Ascending Triangle

Sekarang mari kita membahas beberapa hal yang akan membuat pola triangle menjadi lebih mudah dipahami.

Anda harus benar-benar memahami apa yang terjadi di balik pola grafiknya. Jangan hanya melihat harga, tetapi juga lihat apa yang dilakukan oleh para pelaku pasar.

Ketika harga bergerak naik, harga mulai membentuk higher low. Karena alasan apa pun, para pembeli menjadi sedikit lebih agresif setiap kali harga membentuk higher low. Atau, kita dapat mengatakan bahwa para penjual tidak terlalu agresif ketika harga turun di dalam pola ascending triangle.

Apapun yang terjadi, itulah yang membentuk pola triangle terbentuk.

Ketika pola triangle mencapai puncaknya – di mana harga tidak memiliki tujuan, saat itulah kita harus mengantisipasi breakout.

Setelah breakout terjadi, kita harus melihat adanya peningkatan volume – ini bisa meningkatkan akurasinya.

Lokasi pola juga penting!

Jika pola triangle terbentuk dalam sebuah rentang harga yang besar, maka level resistancenya kemungkinan tidak akan terlalu kuat. Namun, jika pola ascending triangle terbentuk di tengah tren bullish, ini dapat meningkatkan akurasi pola tersebut.

Ketika pola ascending triangle terbentuk dalam sebuah tren, maka kita dapat bersiap untuk membuka posisi beli ketika terjadi breakout.

Strategi Trading Ascending Triangle

Strategi trading ascending triangle adalah strategi yang berusaha mencari breakout dalam sebuah tren. Untuk mengkonfirmasi breakout, kita akan menggunakan RSI yang merupakan indikator berbasis momentum.

Karena harga biasanya mengalami kontraksi di dalam pola ascending triangle, maka pada satu titik, baik bulls atau bears akan menang. Dengan menggunakan indikator RSI, kita dapat memperkirakan siapa yang akan berhasil memenangkan pertempuran ini.

Bagaimana cara kerjanya?

Mari kita bahas langkah demi langkahnya:

Langkah 1

Dua elemen dari pola ascending triangle yang baik adalah:

  • Harga beberapa kali menyentuh resistance. Semakin sering harga menyentuh resistance, semakin tinggi kemungkinan resistance tersebut akan ditembus.
  • Elemen kedua adalah support trendline naik yang menghubungkan higher low di dalam pola ascending triangle.

Lihat grafik ascending triangle di bawah ini:

Selanjutnya, kita akan menggunakan indikator teknikal RSI.

Langkah 2

Biasanya, harga bergerak dalam pola ascending triangle. Ini berarti akan ada pertempuran antara bullish dan bearish. Memperkirakan siapa yang akan memenangkan pertempuran ini dapat dilakukan menggunakan indikator RSI.

Sebelum breakout terjadi, kita dapat melihat pergerakan harga selama fase konsolidasi dan memutuskan apakah breakout tersebut cukup layak untuk digunakan atau lebih baik menunggu sinyal lain.

Apa yang kita lihat adalah momentumnya mengalami penurunan setiap kali harga menguji level resistance. Pada dasarnya, kita melihat adanya sebuah bearish divergence yang terjadi pada indikator RSI.

Lihat grafik ascending triangle di bawah ini:

Sekarang, sebelum membuka posisi ketika breakout terjadi, kita harus memeriksa satu hal lainnya.

Langkah 3

Sebagai pola kelanjutan, tentu saja kita membutuhkan tren FX sebelumnya. Dalam pola ascending triangle, yang merupakan pola bullish, tren sebelumnya adalah harus naik.

Jika tren sebelumnya adalah naik, harga kemungkinan besar akan melanjutkan tren naiknya.

Lihat grafik ascending triangle di bawah ini:

Langkah terakhir adalah menentukan titik entry dan mengukur target keuntungan.

Langkah 4

Pada pola kelanjutan, strategi terbaik adalah membuka posisi beli setelah breakout terjadi. Jika kita menunggu terlalu lama, kita akan kehilangan beberapa potensi keuntungan.

Kita sudah melihat beberapa sinyal breakout, sehingga tidak ada gunanya untuk menunggu konfirmasi lebih lanjut. Bagaimanapun, kita harus mengantisipasi breakout lebih cepat.

Untuk menentukan take profit, kami akan menggunakan teknik pengukuran favorit kami. Ini adalah strategi yang dinamis karena didasarkan pada harga aktual, bukan harga acak.

Untuk menemukan target keuntungan, cukup hitung titik tertinggi dan terendah dari pola ascending triangle dan tambahkan hasilnya ke level breakout. Hasilnya adalah target ideal dari pola kelanjutan ini.

Kesimpulan

Ascending triangle adalah sebuah pola yang sangat berguna untuk memanfaatkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan di pasar. Anda dapat mengatur waktu trading anda menggunakan pola sederhana ini dan mengikuti tren jika anda melewatkan awal tren.

Sebagian besar analis teknikal menggunakan breakout tanpa meluangkan waktu untuk memahami apa yang terjadi di balik pergerakan harganya. Dengan menggunakan ascending triangle, kita bisa memulai semuanya dengan sempurna, dan melihat sebuah peluang trading sebelum itu terjadi. Jadi, mengenali pola ascending triangle dapat menjadi sebuah alat yang berharga yang dapat anda gunakan untuk mengidentifikasi peluang trading yang menguntungkan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,336PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles