spot_img

Cara Trading Menggunakan Pola Bearish Pennant dan Bullish Pennant

Bearish pennant dan bullish pennant dapat menjadi sinyal akan ada pergerakan harga yang besar – sehingga memahami pola ini sangat penting bagi setiap trader teknikal. Berikut adalah panduan tentang apa itu pennant pattern, dan cara menggunakannya.

Apa Itu Bullish Pennant?

Bullish pennant adalah sebuah pola grafik yang mengindikasikan akan ada pergerakan naik yang cukup kuat. Pola ini terbentuk ketika harga berada dalam tren naik, lalu terhenti dan berkonsolidasi di antara garis support dan resistance.

Trader teknikal menganggap pola ini sebagai tanda bahwa tren naik akan berlanjut. Oleh karenanya, pola ini sangat dicari, karena dapat memberikan sinyal pergerakan harga naik yang signifikan.

bullish pennant

Pola bullish pennant dapat muncul di berbagai kerangka waktu. Day trader mencari pola ini pada kerangka waktu detik atau menit, sementara trader jangka panjang mencarinya pada kerangka waktu mingguan atau bahkan bulanan.

Cara Mengidentifikasi Pola Bullish Pennant

Untuk mengidentifikasi pola bullish pennant, anda harus memperhatikan dua elemen. Pertama, sebuah kenaikan yang disebut sebagai “tiang”. Kedua, konsolidasi harga yang membentuk symmetrical triangle dengan garis support dan resistance.

bullish pennant

Meski tampak sama, ada beberapa perbedaan antara pola bullish pennant dengan pola lainnya seperti triangle, falling wedge, dan bullish flag.

Tidak seperti pola triangle, pola ini diawali oleh adanya sebuah kenaikan yang signifikan.

Tidak seperti pola falling wedge, konsolidasinya hampir sama – pada pola falling wedge, garis support dan resistance mengarah ke bawah. Pola pennant juga biasanya lebih kecil dari pola wedge.

Tidak seperti pola bullish flag, garis support dan resistance-nya membentuk pola triangle, bukan secara pararel.

chart pattern

Salah satu petunjuk bahwa bullish pennant sedang terbentuk adalah adanya penurunan volume ketika harga memasuki fase konsolidasi. Kemudian, ketika harga mulai bergerak keluar dari polanya, volume melonjak.

Apa Yang Terjadi Pada Pola Bullish Pennant?

Dalam pola bullish pennant, sentimen positif yang kuat menyebabkan harga melonjak (membentuk tiang). Pembeli yang telah membuat harga naik kemudian mundur dan mengambil untung, sementara penjual membuat harga terkoreksi. Adanya paritas antara penawaran dan permintaan ini menyebabkan harga berkonsolidasi.

Namun, paritas ini tidak bertahan selamanya. Dalam pola bullish pennant, sentimen positif berhasil menang. Para trader yang telah menunggu untuk membeli segera melakukan aksi dan membuat harga kembali melonjak.

Apa Itu Bearish Pennant?

Bearish pennant adalah sebuah pola yang mengindikasikan bahwa tren bearish masih akan berlanjut. Pola ini pada dasarnya berlawanan dengan pola bullish pennant: alih-alih berkonsolidasi setelah naik, terjadi penurunan pasar yang signifikan sebelum akhirnya terhenti.

Ketika trader teknikal melihat pola bearish pennant, mereka menganggapnya sebagai tanda bahwa pergerakan turun masih akan berlanjut, terutama setelah harga menembus ke bawah garis support. Sama seperti pola kebalikannya, bearish pennant dapat terjadi pada kerangka waktu berapa pun.

bearish pennant

Cara Mengidentifikasi Pola Bearish Pennant

Untuk mengidentifikasi pola bearish pennant, cari konsolidasi antara support dan resistance setelah terjadi pergerakan tren bearish yang signifikan (tiang). Garis support dan resistance tersebut membentuk pola yang mirip seperti symmetrical triangle, dan mengindikasikan bahwa harga berada dalam konflik antara sentimen positif dan negatif.

bearish pennant

Sama seperti pola bullish pennant, penurunan volume sering kali merupakan pertanda baik ketika pola bearish pennant sedang terbentuk. Volume kemudian dapat meningkat dengan cepat setelah harga keluar dari pola tersebut.

Apa Yang Terjadi Pada Pola Bearish Pennant?

Dalam pola bearish pennant, sentimen negatif yang kuat menyebabkan harga anjlok (membentuk tiang). Penjual yang telah membuat harga turun kemudian mundur dan mengambil untung, sementara pembeli memperkirakan adanya potensi harga kembali naik.

Sama seperti pola bullish pennant, hal ini menyebabkan harga berkonsolidasi. Tetapi konsolidasi tersebut tidak dapat bertahan selamanya, dan tanpa sentimen bullish yang cukup, pasar dapat kembali berubah menjadi bearish. Setelah harga bergerak ke luar garis support-nya, setiap penjual yang telah menunggu kembali melakukan aksi jual – membuat harga mencatatkan level terendah yang baru.

Bagi trader pemula, mencari pola bullish dan bearish dapat menjadi hal yang rumit karena beberapa konsolidasi sering kali memiliki bentuk yang kecil jika dibandingkan dengan pergerakan harga sebelumnya. Untuk berlatih mengidentifikasi dan trading menggunakan pola ini tanpa harus mempertaruhkan modal sungguhan, anda dapat melakukannya melalui akun demo.

Bullish Pennant vs Bearish Pennant: Apa Perbedaannya?

Bullish PennantBearish Pennant
Muncul ketika harga berkonsolidasi setelah tren naikMuncul ketika harga berkonsolidasi setelah tren turun
Mengindikasikan kelanjutan tren bullishMengindikasikan kelanjutan tren turun
Break out terjadi ketika harga menembus garis resistanceBreak out terjadi ketika harga menembus garis support

Untuk membuka posisi beli atau jual berdasarkan pennant pattern, anda perlu memiliki rencana tentang kapan akan membuka posisi, mengambil keuntungan, dan memangkas kerugian.

  1. Kapan harus membuka posisi?
  2. Kapan harus mengambil keuntungan?
  3. Kapan harus memangkas kerugian?

Kapan Harus Membuka Posisi?

Pennant pattern dicari oleh para trader karena cenderung mengarah pada penembusan yang berkelanjutan. Jadi ketika anda menggunakan pola ini, anda tentu ingin menemukan tempat yang tepat untuk membuka posisi dan melanjutkan langkah selanjutnya.

Ada dua metode utama yang dapat digunakan. Yang pertama adalah menunggu hingga harga menembus trend line: ini adalah resistance pada pola bullish pennant, dan support pada pola bearish pennant.

Yang kedua adalah menggunakan aturan bahwa harga akan berbalik sebelum penembusan dimulai. Dalam hal ini, support sebelumnya berubah menjadi resistance – dan resistance berubah menjadi support. Misalnya, anggap bahwa EUR/USD membentuk pola bullish wedge dan menembus resistance di $1,084. Level tersebut akan berubah menjadi support karena harga kemungkinan akan kembali menguji level tersebut sebelum harga naik lebih lanjut. Dengan menempatkan order beli di $1,084, anda dapat memanfaatkan pergerakan bullish berikut ini.

pennant pattern

Menentukan Take Profit

Tidak seperti trading menggunakan pola grafik lainnya, ketinggian polanya jarang digunakan untuk menentukan target. Sebaliknya, target sering kali ditentukan oleh jarak tren bullish atau bearish yang terjadi sebelum konsolidasi.

Berdasarkan contoh EUR/USD sebelumnya, anggap harga telah naik 200 poin sebelum akhirnya terhenti. Setelah menembus resistance, trader teknikal memperkirakan harga akan kembali naik sekitar 200 poin.

pennant pattern

Menentukan Stop Loss

Cara anda menempatkan stop loss akan tergantung pada strategi entry yang digunakan.

Jika anda membuka posisi ketika harga menembus support atau resistance, maka kemungkinannya adalah anda ingin menempatkan stop loss di area yang membuat pola tersebut menjadi tidak valid. Hal ini biasanya dilakukan dengan cara menempatkan stop loss di sekitar trendline yang berlawanan:

  • Pada pola bullish pennant, anda akan menempatkan stop loss di sekitar area support.
  • Pada pola bearish pennant, anda akan menempatkan stop loss di sekitar area support.

Jika anda menunggu hingga harga kembali menguji area support atau resistance sebelumnya, anda dapat menempatkan stop loss beberapa poin dari posisi entry. Dalam hal ini, anda ingin memberikan ruang bagi harga untuk bergerak sebelum penembusannya  benar-benar valid, tetapi tidak ingin mengalami terlalu banyak kerugian jika polanya berubah menjadi tidak valid.

Dengan kedua strategi tersebut, jarak stop loss anda cenderung lebih dekat dibandingkan dengan jarak take profit. Ini adalah salah satu alasan mengapa pennant pattern sangat dicari oleh para trader – dibandingkan dengan pola lainnya, karena memiliki rasio risk-reward yang cenderung tinggi. Pada transaksi EUR/USD sebelumnya misalnya, anda memiliki risiko 10 hingga 20 poin, namun memiliki potensi keuntungan 200 poin.

Pennant Pattern vs Flag Pattern

Pola pennant dan flag dianggap sebagai pola yang mengindikasikan bahwa tren harga sebelumnya akan berlanjut, dan menunjukkan adanya pergerakan yang tidak biasa. Hal ini terjadi ketika harga mengalami pergerakan yang cukup tajam dan kemudian pergerakannya tampak terhenti. Namun ada beberapa perbedaan utama yang harus kita cermati ketika membedakan pola pennant dan flag.

Meskipun pergerakan harga setelah breakout dari pola flag atau pennant sama, kita masih harus mengidentifikasi polanya dengan benar.

Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, pennant pattern mirip dengan pola symmetrical triangle. Akan tetapi, durasi pola pennant biasanya jauh lebih singkat dibandingkan pola triangle. Selain itu, trendline yang membentuk polanya juga berkontraksi secara alami.

Di sisi lain, pola bullish flag dan bearish flag menyerupai bentuk petir atau zigzag. Trendline yang membentuk polanya bersifat pararel dan tampak seperti channel biasa. Tapi tidak seperti channel biasa, pola flag juga memiliki durasi yang relatif singkat. Polanya juga terkadang berbentuk pola rectangle, bukan zigzag. Terlepas dari hal tersebut, implikasinya tetap sama.

Cara Trading Menggunakan Pola Bullish dan Bearish Pennant

  1. Buka halaman MasterClass Trading untuk mempelajari semua hal yang harus anda ketahui tentang trading teknikal.
  2. Buka akun live. Trader Indonesia dapat memiliki akses ke ribuan pasar, termasuk forex, indeks, dan saham.
  3. Identifikasi pola bearish dan bullish pennant menggunakan aplikasi trading terbaik atau MetaTrader 4 (MT4) dan MetaTrader 5 (MT5).
  4. Buka posisi

Jika anda masih belum yakin dengan strategi trading anda, anda dapat membuka akun demo untuk mengujinya menggunakan uang virtual.

Ringkasan Bullish dan Bearish Pennant

  • Pennant adalah sebuah pola yang digunakan untuk mengidentifikasi kelanjutan tren.
  • Bearish pennant terjadi ketika tren bearish terhenti, sementara bullish pennant terjadi ketika tren bullish terhenti.
  • Menggunakan pola ini membutuhkan perencanaan tentang kapan harus membuka posisi, mengambil keuntungan, dan memangkas kerugian.
  • Pelajari tentang chart pattern melalui Masterclass Trading Forex.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,337PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles