spot_img

Cara Trading Dengan Cup and Handle Pattern

Pola grafik terjadi ketika harga suatu aset bergerak dengan cara yang menyerupai bentuk umum, seperti triangle, rectangle, head and shoulder, atau – dalam hal ini – cup and handle pattern. Pola-pola ini adalah cara visual untuk trading. Pola grafik dapat menyajikan titik entry yang logis, lokasi stop loss untuk mengelola risiko, dan target harga untuk menutup posisi yang menguntungkan. Inilah yang dimaksud cup and handle pattern, cara trading menggunakan pola ini, dan cara meningkatkan peluang trading yang menguntungkan.

Cup and Handle Pattern

Seperti namanya, pola cup and handle adalah pola grafik yang menyerupai bentuk cangkir teh dan pegangannya. Ini adalah pola yang mengindikasikan kelanjutan tren bullish. Dengan kata lain, pola ini terjadi selama tren naik, dan pola ini menunjukkan bahwa breakout yang terjadi telah berhasil menembus resistance kuat sebelumnya. Bagian pola yang berbentuk seperti cangkir harus tampak bulat, bukan berbentuk V, minimal terbentuk setelah 7 minggu, dan sisi kanannya terbentuk pada volume yang rendah.

Seperti kebanyakan pola grafik candlestick, pola yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini adalah gambaran dari perilaku pasar secara keseluruhan.

Tahap 1: Pola ini harus diawali oleh tren naik. Semakin lama tren naiknya, maka potensi pembelinya akan berkurang atau bahkan habis, baik karena tertahan oleh resistance yang kuat, terdapat berita bearish yang baru, atau kurangnya sentimen positif yang dapat memicu keberlanjutan tren naik. Gabungan dari kurangnya pembeli baru dan penjual yang melakukan aksi profit taking (atau short-sell) menciptakan level resistance yang menunjukkan bahwa penjual berusaha menghentikan tren kenaikan harga.

Tahap 2: Para pelaku pasar melakukan aksi jual, baik untuk melakukan profit taking atau melakukan short selling, sehingga membuat harga turun. Aksi jual ini membentuk tren turun yang juga merupakan sisi kiri dari cangkir. Ketika tidak ada lagi yang melakukan aksi jual, tren turun berhenti, sehingga sisi kiri dari cangkir telah terbentuk, dan harga kemudian stabil, membentuk bagian bawah cangkir. Tren turun yang membentuk sisi kiri cangkir biasanya mengalami koreksi sekitar sepertiga hingga dua pertiga dari tren naik sebelumnya. Idealnya, pergerakannya harus tampak bulat karena itu mencerminkan bahwa aksi jual semakin berkurang.

Tahap 3: Harga kemudian bergerak mendatar. Karena aksi jual mereda, harga menjadi lebih stabil. Yang tersisa saat ini adalah para pelaku pasar yang percaya terhadap kondisi jangka panjang, tidak akan melakukan aksi jual dalam jangka pendek, dan akan kembali melakukan aksi beli sehingga dapat memicu tren naik yang akan membentuk sisi kanan dari cangkir.

Tahap 4: Pembeli menganggap bahwa support telah kuat dan melanjutkan aksi belinya. Karena kondisi fundamentalnya positif, adanya perubahan dalam sentimen pasar secara keseluruhan memicu aksi bargain hunting, sehingga mendorong harga kembali ke posisi tertinggi semula, membentuk sisi kanan cangkir. Semakin lama cangkir ini terbentuk, semakin kuat resistancenya, dan semakin kuat juga sinyal bullishnya setelah polanya selesai terbentuk, dan resistance ini berhasil ditembus.

Tahap 5: Tekanan jual yang yang terjadi ketika aset menyentuh resistance menyebabkan pullback. Pelaku pasar yang membeli di harga bawah berusaha mengambil keuntungan, atau pelaku pasar yang membeli di sekitar resistance berusaha untuk menjual di harga break even. Namun, kondisi fundamental mendorong harga kembali ke sekitar level resistance, dan kembali menarik minat para pelaku pasar untuk membeli saat pullback (pullback yang terjadi tidak lebih dari sepertiga jarak ke harga terendah pola ini). Ini juga membuat harga naik mendekati harga tertinggi dari pola ini sebelumnya, menciptakan double top jangka pendek (bullish karena merupakan bagian dari pola cup and handle bullish yang lebih besar) atau inverted head and shoulder.

Tahap 6: Pergerakan harga yang berhasil menembus ke atas level resistance ini seringkali menjadi sinyal bullish (yang ditandai oleh tanda panah). Panjang tren naik yang terjadi hampir sama dengan panjang tren naik sebelumnya.

Cara Entry Dengan Pola Cup and Handle

Tunggu pegangan terbentuk. Pegangannya seringkali membentuk pergerakan yang cenderung sideways atau descending channel. Buy ketika harga berhasil menembus bagian atas channel atau triangle. Ketika harga bergerak keluar dari pegangan, polanya dianggap lengkap, dan harganya diperkirakan akan naik.

Sementara harga diperkirakan akan naik, itu tidak berarti akan selalu terjadi. Harga bisa naik sedikit dan kemudian anjlok, bisa bergerak mendatar, atau bisa anjlok tepat sesaat setelah entry. Untuk alasan ini, dibutuhkan order stop loss yang protektif.

Menentukan Stop Loss

Order stop loss akan menutup transaksi yang dibuka jika harga bergerak turun, setelah trader membuka posisi buy pasca breakout dari pola cup and handle. Stop loss berfungsi untuk mengontrol risiko trading, yakni dengan menjual posisi yang terbuka jika harga bergerak turun dan pola tampak menjadi tidak valid.

Tempatkan stop loss di titik terendah dari pegangan. Jika harga berfluktuasi beberapa kali dalam pegangan, stop loss baru mungkin perlu ditempatkan di sekitar swing low terbaru.

Karena pegangannya harus muncul di bagian atas cangkir, stop loss yang ditempatkan dengan benar tidak boleh melampaui bagian paling bawah dari pola ini. Misalnya, anggap bentuk cangkir adalah di antara $50 dan $49.50. Stop Loss harus berada di atas $49.75 karena itu adalah titik tengah dari cangkir. Jika stop loss berada di bawah titik tengah dari cangkir, hindari trading. Idealnya, stop loss harus berada di sepertiga dari atas pola cangkir.

Setelah pegangan terbentuk, dan stop loss berada di sepertiga dari atas cangkir, jarak stop loss ke titik entry cenderung lebih dekat, sehingga dapat membantu meningkatkan rasio risk-reward trading. Stop loss mewakili bagian risiko dari trading, sementara target mewakili reward.

Menentukan Target Yang Menguntungkan

Berapapun ketinggian cangkirnya, tambahkan ketinggiannya tersebut ke titik breakout. Hasilnya adalah target. Misalnya, jika bentuk cangkir antara $100 dan $99, dan titik breakout adalah $100, maka targetnya adalah $101.

Terkadang, ketinggian sisi kiri cangkir berbeda dengan ketinggian di sisi kanan. Gunakan ketinggian yang lebih kecil, dan tambahkan ke titik breakout untuk menentukan target yang konservatif. Atau gunakan ketinggian yang lebih besar untuk menentukan target yang lebih agresif.

Indikator Fibonacci extension juga dapat digunakan. Gambar extension dari cangkir terendah ke tertinggi bagian kanan cangkir. Level satu, atau 100%, mewakili target harga konservatif dan 1.618, atau 162%, adalah target yang sangat agresif. Oleh karenanya, target dapat ditempatkan di antara satu hingga 1.618.

Jika anda melakukan day trading, dan saat menjelang penutupan target masih belum tercapai, tutup posisi tersebut sebelum pasar tutup. Trailing stop-loss juga dapat digunakan untuk menutup posisi yang bergerak mendekati target, tetapi kemudian kembali turun.

Kesimpulan

Secara tradisional, cangkir memiliki jeda, atau periode stabilisasi, di bagian bawah cangkir, di mana harga bergerak mendatar atau membentuk dasar yang bulat. Ini menunjukkan bahwa harga menemukan level supportnya dan tidak bisa melanjutkan penurunan. Ini membantu meningkatkan peluang bahwa harga akan bergerak lebih tinggi pasca breakout.

V-Bottom, di mana harga turun dan kemudian reli tajam juga dapat membentuk cangkir. Beberapa trader menyukai jenis cangkir ini, sementara yang lainnya berusaha menghindarinya. Trader yang menyukai V-bottom sebagai pembalikan tajam dari tren turun, menganggap bahwa pembeli mengambil langkah yang agresif di sisi kanan pola. Sebaliknya, penentang V-bottom berpendapat bahwa harga belum stabil, dan karenanya, harga dapat kembali turun untuk menguji level support. Kesimpulannya, jika harga menembus ke atas bentuk pegangan, maka itu menandakan pergerakan naik.

Jika tren naik, dan pola cup and handle terbentuk di tengah tren tersebut, maka sinyal beli yang muncul memiliki manfaat tambahan dari tren secara keseluruhan. Dalam hal ini, cari tren kuat yang mengarah ke pola cup and handle. Sebagai konfirmasi tambahan, cari bagian bawah cangkir untuk menyelaraskannya dengan level support jangka panjang, seperti trendline naik atau moving average.

Jika pola cup and handle terbentuk setelah tren turun, itu bisa mengindikasikan pembalikan tren. Untuk meningkatkan peluang pembalikannya, cari gelombang harga turun yang mengarah ke pola cup and handle. Gelombang ke bawah yang mengarah ke cangkir memberikan bukti bahwa aksi jual mereda, dan meningkatkan kemungkinan bahwa harga akan naik jika harga menembus ke atas pegangan. Memahami apa itu cup and handle pattern adalah penting, tetapi cara terbaik untuk belajar dan mempraktikkan cara trading menggunakan cup and handle pattern adalah dengan trading di akun demo. Sebagai contoh, MetaTrader 5 adalah platform trading paling populer, yang menyediakan akses ke banyak alat charting dan juga memungkinkan anda untuk melakukan trading di akun demo alias belajar trading tanpa memiliki risiko.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,337PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles