spot_img

Descending Triangle Pattern – Cara Mendeteksi Breakout

Dalam artikel ini, anda akan belajar cara trading menggunakan pola descending triangle seperti seorang trader profesional berpengalaman. Dalam dunia teknikal, ada banyak pola grafik yang dapat digunakan dan memungkinkan anda untuk membuat keputusan trading yang lebih akurat. Setelah anda mempelajari descending triangle, anda akan mendapatkan pemahaman tentang apa yang terjadi di balik pergerakan harga.

Pola triangle ini dapat muncul pada grafik jangka panjang dan grafik jangka pendek. Tidak peduli apa gaya trading anda; apakah anda seorang day trader atau swing trader. Siapa pun yang menggunakan analisis teknikal dapat menggunakan pola ini untuk mencari peluang trading yang menguntungkan.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan kriteria pola descending triangle dan bagaimana cara mencarinya secara real-time. Kami juga akan membahas psikologi di balik pola descending triangle.

Pola Descending Triangle

Descending triangle adalah jenis pola kelanjutan yang muncul selama tren turun. Namun, dalam beberapa kasus, pola ini juga bisa menjadi pola pembalikan. Pola ini juga dikenal dengan sebutan pola bearish triangle.

Descending triangle adalah sebuah pola grafik yang serbaguna dan dipandang sebagai pola kelanjutan dan pola pembalikan.

Kebalikan dari pola ini adalah pola ascending triangle, yang telah kami bahas pada artikel sebelumnya.

Karakteristik dari pola descending triangle adalah:

  • Garis support datar
  • Trendline turun yang menghubungkan serangkaian lower high
  • Garis support dan trendline turun bertemu di satu titik

Bayangkan bahwa, di bagian atas pola descending triangle, terdapat sebuah tren turun yang terdiri dari serangkaian lower high yang dihubungkan oleh sebuah trendline yang miring ke bawah. Di bagian bawahnya, terdapat sebuah support yang diuji setidaknya 3-4 kali. Level support adalah bagian di mana harga mengalami kesulitan untuk bergerak turun lebih lanjut.

Berikut adalah contoh dari descending triangle yang ideal:

Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, pola grafik ini dapat digunakan pada kerangka waktu satu menit, lima menit, hingga kerangka waktu yang lebih besar. Baik anda scalping atau swing trading, anda dapat menggunakan pola ini pada berbagai jenis aset. Baik itu saham, indeks saham, forex, atau cryptocurrency.

Psikologi di balik pola ini dapat dijelaskan dengan fundamental ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan. Jika anda menggunakan analisa teknikal, descending triangle akan tampak seperti sebuah jeda dari tren turun. Sangat mudah untuk memahami bagaimana permintaan mengalami penurunan ketika descending triangle terbentuk.

Aksi jual inilah yang memicu tren bearish.

Ingat: Semua pola kelanjutan seperti flag, rectangle, dan pola lainnya – dapat anda pelajari melalui blog Forex kami – harus berada dalam tren yang kuat.

Lihat grafik di bawah ini:

Di bagian selanjutnya, anda akan belajar tentang cara menggunakan descending triangle. Mari kita lihat apakah kita bisa mendapatkan beberapa sinyal trading dari penembusan descending triangle.

Descending Triangle Reversal

Pertama, mari kita pelajari descending triangle reversal. Biasanya, pola ini lebih akurat jika muncul dalam tren yang berlawanan. Meskipun demikian, tingkat akurasinya juga tetap tinggi jika muncul selama tren turun.

Bagaimanapun, descending triangle reversal berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar jika digunakan dengan konteks yang tepat. Kita hanya akan menggunakan descending triangle reversal ketika pola ini muncul di akhir tren bullish, dan dalam konteks tren sebelumnya adalah naik.

Pola pembalikan muncul ketika aksi beli mereda dan harga gagal mencatatkan level tertinggi yang baru. Ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan, atau adanya pergeseran menjadi aksi jual.

Dalam hal ini, kita akan mencari sebuah support mendatar yang berhasil ditembus oleh aksi jual. Penembusan support dapat menjadi sinyal pembalikan tren yang cukup kuat.

Mari kita lihat contoh peluang day trading berikut ini, yang berusaha mencari peluang pembalikan menggunakan descending triangle pada kerangka waktu intraday.

Lihat grafik GBP/USD di bawah ini:

Ketika trading menggunakan descending triangle, kami selalu mencari penembusan ke bawah support. Ini dilakukan untuk mencari titik entry yang potensial. Tidak seperti buku yang mengatakan bahwa level support atau resistance akan menjadi lebih kuat jika harga mengujinya beberapa kali; kebalikan dari itu juga tetap benar.

Catatan: Semakin sering support diuji, semakin lemah level support tersebut.

Selain itu, harga penutupan candlestick juga harus berada di bawah level support mendatar agar pola tersebut dianggap valid.

Tapi, itu belum semuanya.

Kita masih memiliki satu langkah tersisa, yaitu mengkonfirmasi penembusan menggunakan indikator Chaikin Money Flow untuk mengkonfirmasi ketidakseimbangan antara penawaran-permintaan. Indikator ini akan memberikan informasi apakah penjual telah mulai melakukan aksi jual.

Anda hanya perlu melihat apakah indikator Chaikin Money Flow telah berada di bawah garis nol ketika descending triangle terbentuk. Indikator yang berada di bawah angka nol menunjukkan adanya tekanan jual.

Lihat grafik intraday di bawah ini:

Untuk menentukan kapan kami harus menutup posisi, kami akan menggunakan salah satu teknik trading favorit kami. Alih-alih fokus pada target harga statis dan acak, kami akan menggunakan dinamika pergerakan harga untuk menentukan target keuntungan secara lebih akurat.

Untuk menentukan target keuntungan, cukup ukur jarak triangle. Hitung berapa pip selisih antara titik tertinggi dan terendah pola triangle. Setelah anda melakukan pengukuran, kurangi level support dengan selisih tersebut.

Lihat grafik di bawah ini:

Anda bisa melihat bagaimana jarak triangle dapat menjadi cara untuk menentukan target keuntungan secara akurat. Ini adalah strategi menutup posisi yang dapat memaksimalkan keuntungan anda.

Sekarang, mari kita berhenti sejenak dan melihat bagaimana cara trading menggunakan descending triangle sebagai pola kelanjutan.

Strategi Trading Descending Triangle

Penting untuk diingat bahwa descending triangle biasanya digunakan untuk mencari potensi breakout ke arah bearish. Dalam contoh berikut ini, kami akan menggabungkan descending triangle dengan indikator teknikal.

Dengan menggunakan indikator Chaikin Money Flow dan breakout descending triangle, maka ini akan menghasilkan sebuah strategi trading yang cukup akurat. Salah satu karakteristik utama dari indikator Chaikin Money Flow adalah kemampuannya untuk mengukur kekuatan beli dan jual.

Sebagian besar trader ritel kesulitan untuk mengukur kekuatan penawaran dan permintaan. Anda dapat mengatasi kesulitan tersebut menggunakan indikator Chaikin Money Flow.

Dalam strategi ini, trader hanya perlu melihat penembusan ke bawah support dan indikator Chaikin Money Flow. Setelah penembusan terjadi, indikator Chaikin Money Flow harus berada di bawah level -0,2.

Proyeksi target keuntungan dapat didasarkan pada strategi yang kita gunakan sebelumnya. Ukur lebar pola triangle dan proyeksikan jarak harga yang sama mulai dari titik support.

Kesimpulan

Trading memiliki risiko dan membutuhkan kerja keras. Sebelum memutuskan untuk menggunakan strategi ini menggunakan uang sungguhan, anda sebaiknya mempelajari pola descending triangle melalui akun demo. Berhentilah mencari holy grail dan pelajari cara trading seperti yang dilakukan oleh para trader profesional. Gunakan tips sederhana ini, yang sangat ampuh bila digunakan dalam konteks yang tepat.

Descending triangle dapat dikombinasikan dengan strategi trading pilihan anda. Setelah anda belajar cara mengidentifikasi pola ini, dan melatih mata anda untuk mengidentifikasinya secara real time, ini akan membantu anda agar lebih memahami pergerakan harga. Ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan di dalam pola descending triangle reversal hampir selalu menghasilkan penembusan yang cepat dan tajam.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,455PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles