spot_img

Cara Trading Menggunakan Triangle Pattern

Triangle pattern, memiliki tiga jenis bentuk, adalah pola grafik yang umum dan harus diwaspadai oleh trader forex dan saham. Triangle pattern dapat berfungsi sebagai pola pembalikan atau kelanjutan tren. Ketiga jenis bentuknya dari pola triangle sama-sama menggambarkan bahwa rentang harga menyatu menjadi rentang harga yang lebih sempit hingga harga menembus baik ke arah tren (kelanjutan) atau ke arah yang berlawanan (pembalikan). Pola triangle juga menunjukkan adanya penurunan volatilitas, yang akhirnya bisa kembali meningkat. Pola triangle dapat memberikan gambaran tentang kondisi saat ini, dan jenis kondisi apa yang mungkin terjadi. Selain itu, pola triangle juga dapat memberikan sinyal trading, baik saat polanya terbentuk ataupun setelah selesai terbentuk.

Ada tiga jenis pola triangle: Symmetrical Triangle, Ascending Triangle, dan Descending Triangle. Mari kita bahas tentang pola yang berguna ini, mulai dari cara mengidentifikasi pola triangle forex hingga strategi breakout dan manajemen risikonya.

Apa Itu Triangle Pattern

Triangle pattern forex adalah pola konsolidasi yang terjadi pada pertengahan tren dan biasanya menandakan kelanjutan dari tren sebelumnya. Pola triangle forex digambarkan oleh dua trendline yang konvergen dan saat tren harga cenderung bergerak sideways. Trader seringkali mencari breakout, sebagai sinyal untuk entry.

Seperti pola candlestick Jepang, pola grafik Barat adalah indikator dan membentuk support dan resistance.

Pola grafik barat umumnya diklasifikasikan sebagai pola pembalikan atau kelanjutan, di mana ini adalah pengelompokkan yang dapat membantu kita untuk mengingatnya. Pola pembalikan seringkali tidak diikuti oleh pembalikan tren, dan pola kelanjutan seringkali diikuti oleh penembusan ke atas atau ke bawah.

Selain cup and handle patternhead and shoulders pattern, double/triple top dan bottom, triangle pattern forex adalah salah satu pola yang paling banyak digunakan.

Sama seperti pola candlestick, anda akan memiliki waktu yang jauh lebih mudah untuk mengingat apa arti pola-pola ini jika anda memahami logika di baliknya.

Jenis Pola Triangle

Pola triangle dapat terbentuk dalam salah satu dari beberapa bentuk berbeda:

  • Symmetrical Triangle Pattern, yang dapat mengindikasikan kelanjutan atau pembalikan tren harga.
  • Ascending Triangle Pattern, yang umumnya dianggap bullish.
  • Descending Triangle Pattern, yang umumnya dianggap bearish.

Titik terlebar dari triangle pattern forex terjadi ketika pola pertama kali terbentuk. Ini adalah kasus untuk menentukan apakah harga sedang berada dalam tren turun atau tren naik sebelum memasuki pola. Pertempuran antara pembeli dan penjual menghasilkan pergerakan harga yang secara berturut-turut membuat pergerakannya bergerak naik atau turun dan berbalik arah dengan lebih cepat saat polanya berkembang. Ini menciptakan sebuah tekanan yang mirip dengan pegas terkompresi yang akhirnya mengakhiri pergerakannya dengan gerakan yang kuat.

Triangle pattern forex umumnya dianggap telah terbentuk ketika harga menyentuh setidaknya lima support dan resistance; tiga sentuhan untuk salah satu garis tersebut, dan dua untuk garis lainnya.

Bagaimana Triangle Pattern Terbentuk

Triangle pattern forex terbentuk ketika:

1. Saat harga sekuritas kehilangan kekuatan trennya, dan harga kemudian berbalik hingga titik trennya tersebut.

2. Tren harga ini berlanjut hingga menemukan tekanan dari arah yang berlawanan dan harga kembali berbalik. Selama harga berkonsolidasi, volume saat harga bergerak ke arah tren sebelumnya dan saat breakout kemungkinan akan meningkat. Ini adalah petunjuk pertama yang akan membentuk triangle pattern.

  • Dalam triangle pattern, setiap pembalikan yang terjadi berturut-turut memiliki jarak yang lebih kecil hingga terjadi pembalikan. Selain itu, saat terjadi breakout, harga kemungkinan tidak akan kembali bergerak ke garis support sebelumnya (untuk pola bullish) atau garis resistance sebelumnya (untuk pola bearish).
  • Dalam Ascending Triangle Pattern, kekuatan dari pembeli menyebabkan harga mencapai level resistance yang kira-kira sama selama setiap kenaikan, tetapi setiap penurunan dalam pola triangle berhenti pada level yang sedikit lebih tinggi daripada yang sebelumnya. Pola triangle ini memberikan peringatan kepada trader bahwa harga kemungkinan akan menembus ke atas.
  • Dalam Descending Triangle, kekuatan dari penjual menyebabkan harga mencapai level support yang kira-kira sama selama setiap penurunan, tetapi setiap kenaikan dalam pola triangle berhenti pada level yang sedikit lebih rendah dari yang sebelumnya. Pola triangle ini memberikan peringatan kepada trader bahwa harga kemungkinan akan menembus ke bawah.

3. Formasi pergerakan harga yang lebih pendek dan lebih kecil ini terus berlanjut seperti sebuah gulungan hingga akhirnya harga keluar dari pola, menembus baik support atau resistance. Begitu pula dengan volume, yang biasanya menurunan ketika harga bergerak menuju apex, dan cenderung kembali meningkat setelah mengalami breakout.

Ketika harga berhasil menembus resistance atau support, maka volume pun diharapkan akan meningkat. Jika tidak ada terdapat peningkatan volume yang kuat, penembusan ini mungkin tidak akan berkelanjutan dan harga akhirnya gagal bergerak ke arah penembusan.

Strategi Breakout

Strategi breakout dapat digunakan pada semua jenis pola triangle. Cara entrynya sama, terlepas dari apakah itu ascending triangle, symmetrical triangle, atau descending triangle.

Strategi breakout adalah buy ketika harga suatu aset bergerak ke atas trendline dari pola triangle, atau sell ketika harga suatu aset turun ke bawah trendline dari pola triangle tersebut.

Karena setiap trader mungkin akan menggambarkan trendline yang sedikit berbeda, maka titik entry antara satu trader dan trader lainnya dapat berbeda. Untuk membantu menyaring breakout, maka peningkatan volume dapat membantu anda dalam menentukan apakah penembusan tersebut memiliki momentum cukup kuat ke arah penembusan.

Tujuan dari strategi ini adalah untuk menghasilkan keuntungan ketika harga bergerak menjauh dari pola triangle.

Jika harga menembus ke bawah support triangle pattern (trendline terendah), maka posisi sell diikuti oleh stop loss order yang ditempatkan di atas swing high terakhir, atau tepat di atas resistance triangle pattern (trendline tertinggi).

Jika harga menembus ke atas resistance pola triangle (trendline tertinggi), maka posisi buy diikuti oleh stop loss order yang ditempatkan di bawah swing low terakhir, atau tepat di bawah support triangle pattern (trendline terendah).

Untuk menutup transaksi yang menguntungkan, pertimbangkan untuk menggunakan target harga. Target harga adalah sebuah order yang telah ditempatkan pada harga yang telah ditentukan sebelumnya. Salah satu opsinya adalah dengan menempatkan target keuntungan pada harga yang memiliki jarak yang sama dengan seluruh ketinggian triangle pattern. Misalnya, jika triangle pattern tersebut memiliki tinggi $1 pada titik paling tebal (sisi kiri), maka tempatkan target keuntungan $1 di atas titik breakout (jika buy), atau $1 di bawah titik breakout (jika sell).

Target keuntungan adalah pendekatan paling sederhana untuk menutup posisi yang menguntungkan karena trader tidak perlu melakukan apa pun begitu transaksi berlangsung. Pada akhirnya, harga akan mencapai stop loss atau target keuntungan. Masalahnya adalah bahwa terkadang transaksi yang dilakukan dapat memiliki potensi keuntungan yang bagus, tetapi harga tidak mencapai target keuntungan. Trader mungkin ingin menambahkan kriteria tambahan ke dalam rencana menutup transaksi yang mereka lakukan, seperti menutup transaksi jika tren harga mulai bergerak berlawanan dengan posisi tersebut.

Strategi Antisipasi

Bentuk yang lebih maju dari strategi ini adalah dengan mengantisipasi bahwa triangle pattern akan tertahan atau untuk mengantisipasi breakout. Dengan mengasumsikan bahwa triangle pattern akan tertahan, dan mengantisipasi breakout, seringkali trader dapat menemukan transaksi dengan potensi reward yang sangat besar dibandingkan risikonya.

Begini cara kerjanya: Asumsikan terdapat triangle pattern, dan trader percaya bahwa harga pada akhirnya akan menembus ke atas. Dalam hal ini, trader dapat membuka posisi buy di sekitar support triangle, bukan menunggu breakout. Dengan membuka posisi buy di sekitar support triangle pattern, trader mendapatkan harga yang jauh lebih baik. Dengan stop loss yang ditempatkan tepat di bawah triangle pattern, risiko trading menjadi lebih kecil. Jika harga breakout ke atas, cara menentukan target harganya bisa menggunakan cara yang telah dibahas sebelumnya. Karena titik entry yang lebih rendah, trader juga dapat mengurangi waktunya untuk memonitor pergerakan harga seperti yang dilakukan oleh trader ketika menunggu breakout.

Jika seorang trader berpikir harga akan menembus ke bawah triangle pattern, maka mereka dapat membuka posisi sell di sekitar resistance dan menempatkan stop loss tepat di atas triangle pattern. Dengan membuka posisi sell di sekitar harga tertinggi triangle, trader akan mendapatkan harga yang jauh lebih baik dibandingkan jika mereka menunggu breakout.

Untuk menggunakan “strategi antisipasi”, sebuah triangle pattern perlu menyentuh support dan/atau resistance setidaknya tiga kali. Dengan kata lain, setelah harga menyentuh support/resistance ketiga (atau lebih baru) trader dapat membuka transaksi. Dua swing harga pertama hanya digunakan untuk menggambarkan triangle pattern. Oleh karenanya, untuk menentukan level support dan resistance yang potensial, dan membuka transaksi di salah satunya, harga harus menyentuh level tersebut setidaknya tiga kali.

Gambaran mengenai strategi breakout di atas tidak akan dapat digunakan pada strategi antisipasi karena harga telah jauh bergerak naik sebelum kembali menyentuh garis support yang baru saja digambarkan. Gambar di atas, di sisi lain, menunjukkan bagaimana strategi antisipasi bekerja.

False Breakout

False breakout adalah masalah utama yang dihadapi oleh trader forex dan trader saham. Kondisi ini seringkali terjadi ketika melakukan day trading menggunakan triangle pattern, atau pola grafik lainnya. False breakout adalah ketika harga bergerak keluar dari triangle pattern, mengindikasikan breakout, tetapi kemudian berbalik arah dan bahkan mungkin akan menembus sisi triangle pattern yang berlawanan.

False breakout adalah bagian dari trading dan dapat menimbulkan kerugian. Jangan berkecil hati. Tidak semua breakout akan mengalami kondisi ini, dan false breakout dapat membantu trader saat melakukan trading berdasarkan strategi antisipasi. Jika kita tidak melakukan trading, dan muncul false breakout ke arah yang berlawanan, bukalah suatu transaksi!

Misalnya, asumsikan terdapat triangle pattern, dan berdasarkan analisa price action, kita memperkirakan bahwa harga akan breakout ke atas. Akan tetapi, harga sedikit turun ke bawah triangle pattern dan kemudian mulai kembali naik secara agresif ke triangle pattern. Pertimbangkan untuk membuka posisi buy, dengan stop loss tepat di bawah harga terendah terakhir. Karena pergerakan turunnya telah gagal, sangat mungkin bahwa harga akan mencoba untuk bergerak naik, sesuai dengan perkiraan awal kita.

Ukuran Posisi dan Manajemen Risiko

Selalu gunakan stop loss. Sekalipun jika harga mulai bergerak sesuai keinginan anda, itu bisa berbalik arah kapan pun (lihat bagian false breakout). Dengan memiliki stop loss berarti kita telah mengontrol risiko. Trader dapat menutup transaksi dengan kerugian yang kecil jika aset tidak bergerak sesuai arah yang diharapkan.

Memiliki stop loss juga memungkinkan trader untuk memilih ukuran posisi ideal dalam lot. Ukuran posisi adalah berapa banyak saham (pasar saham), lot (pasar forex), atau kontrak (pasar berjangka) yang dilakukan pada suatu transaksi.

Untuk menghitung ukuran posisi ideal, tentukan seberapa besar anda bersedia mengambil risiko pada satu transaksi. Trader profesional biasanya menentukan risiko 2% (atau kurang) dari jumlah modalnya untuk satu transaksi. Hitung 2% dari modal anda, sehingga hasilnya dalam jumlah Dolar. Misalnya, jika modal akun anda adalah $2,000, anda dapat mengambil risiko hingga $40 per transaksi.

Setelah anda mengetahui hal ini, hitung selisih antara entry dan stop loss. Misalnya, jika titik entry anda adalah $1.2030 dan stop loss anda adalah $1.1990, maka risiko anda adalah 40 pip. Untuk menghitung berapa banyak risiko yang dapat anda ambil dari setiap transaksi, konversi risiko dalam uang tunai ke risiko dalam pip. Anda harus tahu berapa nilai dari 1 pip untuk setiap mata uang akun dan pasangan mata uang. Dalam sebagian besar kasus, anda dapat membuka ukuran posisi hingga 0.1 lot atau 1 lot mini.

Ini adalah ukuran posisi makimal yang dapat anda buka untuk mejaga risiko trading terbatas di angka 2% dari modal akun anda. Pastikan bahwa volume pasar cukup untuk menyerap ukuran posisi yang anda gunakan. Jika anda membuka ukuran posisi yang terlalu besar, anda berisiko mengalami slippage saat entry dan stop loss.

False breakout adalah masalah utama yang dihadapi trader saat melakukan trading menggunakan triangle pattern, atau pola grafik lainnya. False breakout adalah kondisi ketika harga bergerak keluar dari triangle pattern, mengindikasikan breakout, tetapi kemudian berbalik arah dan bahkan mungkin menembus sisi lain dari triangle pattern.

False breakout adalah bagian dari trading dan dapat menimbulkan kerugian. Jangan berkecil hati. Tidak semua breakout akan salah, dan false breakout dapat benar-benar membantu trader dalam melakukan transaksi berdasarkan strategi antisipasi. Jika kita tidak melakukan trading, dan terjadi false breakout ke arah yang berlawanan, lakukanlah trading!

Misalnya, asumsikan terdapat triangle pattern, dan berdasarkan analisa price action, kita memperkirakan bahwa harga akan breakout ke atas. Sebaliknya, harga turun sedikit ke bawah triangle pattern tetapi kemudian mulai naik secara agresif dan kembali ke triangle pattern. Pertimbangkan untuk membuka posisi buy, dengan stop loss tepat di bawah harga terendah terakhir. Karena pergerakan ke bawah gagal, sangat mungkin bahwa harga akan mencoba untuk bergerak naik, sesuai dengan perkiraan awal kita.

Kesimpulan Triangle Pattern

Mengetahui cara menafsirkan triangle pattern dan trading berdasarkan pola ini adalah skill yang baik utuk dimiliki terutama ketika pola-pola ini benar-benar muncul. Ini adalah pola yang biasa muncul, tetapi tidak akan terjadi setiap hari di semua aset. Day trader dan swing trader biasanya akan membutuhkan strategi forex lainnya dibandingkan sekadar trading menggunakan triangle pattern. Konsep yang dibahas di sini dapat digunakan untuk trading menggunakan pola grafik lainnya juga, seperti range, wedge dan channel.

Berlatihlah untuk menemukan, menggambar, dan trading menggunakan triangle pattern di akun demo sebelum mencobanya di akun real. Trader kemudian dapat memastikan apakah mereka mampu menghasilkan keuntungan dengan strategi ini sebelum merisikokan modal mereka sendiri.

Misalnya, download MT5 karena ini adalah platform trading yang menyediakan banyak alat charting serta memungkinkan anda untuk melakukan transaksi di akun demo alias belajar trading tanpa memiliki risiko.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,337PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles