spot_img

Belajar Chart Pattern Lengkap Bagi Pemula

Tidak perlu diragukan lagi, chart pattern adalah salah satu alat yang paling berguna dalam melakukan analisis pergerakan harga. Lebih dari itu, ini juga merupakan dasar dari analisis teknikal.

Chart pattern adalah bentuk grafik harga yang dapat membantu trader untuk memperkirakan pergerakan harga selanjutnya, berdasarkan apa yang telah terjadi di masa lalu. Selain itu, chart pattern juga merupakan dasar dari analisis teknikal dan mengharuskan trader untuk memahami apa yang mereka lihat, dan apa yang mereka cari.

Pengenalan Chart Pattern

Chart pattern adalah jenis indikator teknikal dan bentuk lain dari support dan resistance. Ada dua jenis pola grafik yang paling banyak digunakan oleh trader, yaitu candlestick Jepang dan pola grafik Barat.

Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:

  • Cakupan: Sementara pola grafik Barat dapat berfungsi sebagai inti dari strategi trading tertentu, namun pola candlestick Jepang tidak dapat menjadi sistem trading yang berdiri sendiri; sebagai gantinya, jenis pola ini harus mengkonfirmasi atau dikonfirmasi oleh indikator teknikal lainnya. Pola candlestick Jepang biasanya hanya memperkirakan apa yang akan terjadi selama beberapa candle berikutnya, sedangkan pola grafik Barat dapat memperkirakan pergerakan harga dalam jangka panjang atau mencakup periode yang lebih lama dan dapat memperkirakan target harga tertentu.
  • Jenis grafik: Sebagian besar pola candlestick Jepang mengindikasikan pembalikan atau keragu-raguan, sementara pola grafik Barat cenderung mengindikasikan kelanjutan (tren terhenti sebelum akhirnya berlanjut) atau pembalikan.

Kedua jenis pola grafik ini berguna karena:

  • Pola grafik dapat membantu kita dalam memahami sentimen pasar dan mudah ditafsirkan karena masuk akal. Misalnya, sebuah candle yang memiliki body panjang tanpa shadow berarti bahwa harga naik atau turun dengan kuat dan menentukan apakah pembeli atau penjual yang memegang kendali. Candle yang hanya terdiri dari upper shadow dan lower shadow dengan body yang kecil menunjukkan harga bergerak fluktuatif namun ditutup di sekitar harga pembukaan. Ini mengindikasikan adanya keragu-raguan atau keseimbangan antara pembeli dan penjual.
  • Kedua jenis grafik ini menggambarkan psikologi trader secara keseluruhan, yang tidak berubah dari waktu ke waktu, sehingga pola grafik cenderung berulang dan merupakan indikator support/resistance yang valid dan dapat digunakan untuk memperkirakan pergerakan harga di masa depan.

Chart pattern terbagi ke dalam tiga kategori: continuation pattern, reversal pattern, dan bilateral pattern.

  • Continuation mengindikasikan bahwa tren saat ini akan terus berlanjut.
  • Reversal chart pattern mengindikasikan bahwa tren kemungkinan akan berbalik.
  • Bilateral chart pattern mengindikasikan bahwa harga dapat bergerak ke arah mana pun – artinya, pasar sangat fluktuatif.

Untuk melakukan trading menggunakan semua pola ini, anda dapat melakukannya menggunakan CFD (Contract For Difference). Ini karena CFD memungkinkan anda untuk membuka posisi short dan long – artinya anda dapat mencari keuntungan ketika pasar naik atau turun. Anda mungkin ingin membuka posisi short ketika muncul pola bearish reversal atau continuation, dan membuka posisi long ketika muncul pola bullish reversal atau continuation – posisi apa yang anda buka tergantung pada pola dan analisis pasar yang telah anda lakukan.

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk melakukan trading menggunakan chart pattern:

  • Pelajari prinsip-prinsip trading teknikal di Indonesian FX
  • Membuka akun live dan melakukan trading di saham, indeks, ETF, pasangan mata uang, cryptocurrency, dll.
  • Cari pola grafik menggunakan beberapa alat charting
  • Buka posisi

Belum siap trading menggunakan uang sungguhan? Buka akun demo untuk menguji strategi chart pattern menggunakan uang virtual.

Pola Grafik Candlestick Jepang

Pola candlestick adalah topik yang luas. Tujuan kami di sini adalah untuk menyajikan beberapa hal penting secara singkat. Baca panduan cara menggunakan pola candlestick untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut.

Pola Candlestick Bullish

Pola bullish terbentuk ketika pasar berada dalam tren turun dan hal ini mengindikasikan pembalikan pergerakan harga. Ada beberapa pola candle yang dapat digunakan oleh trader untuk mempertimbangkan membuka posisi long atau untuk mencari keuntungan dari potensi kenaikan harga.

  • Hammer
  • Inverse hammer
  • Bullish engulfing
  • Piercing line
  • Morning star
  • Three white soldiers

Pola Candlestick Bearish

Pola candlestick bearish biasanya terbentuk ketika tren naik dan mengindikasikan titik resistance. Tingginya pesimisme terhadap harga pasar sering menyebabkan trader menutup posisi long dan membuka posisi short untuk mencari keuntungan dari penurunan harga.

  • Hanging man
  • Shooting star
  • Bearish engulfing
  • Evening star
  • Three black crows

Continuation Candlestick Pattern

Jika pola candlestick yang muncul tidak mengindikasikan adanya perubahan tren, maka itulah yang disebut sebagai pola kelanjutan. Ini dapat membantu trader untuk mengidentifikasi periode jeda, keragu-raguan, atau pergerakan harga yang netral.

  • Doji
  • Spinning top
  • Falling three
  • Rising three

Pola Grafik Barat

Sama seperti pola candlestick Jepang, pola grafik Barat adalah indikator yang membentuk support dan resistance.

Pola grafik barat biasanya diklasifikasikan sebagai pola pembalikan atau kelanjutan, tetapi ini hanya perumpamaan untuk memudahkan kita. Pola pembalikan sering kali diikuti oleh pembalikan tren, dan pola kelanjutan sering kali diikuti oleh penembusan naik atau turun.

Artikel ini hanya akan membahas daftar pola grafik barat yang paling banyak digunakan (berlawanan dengan grafik candlestick Jepang). Seperti halnya grafik candlestick, pembahasannya sangat luas, dan setiap pola grafik memiliki rinciannya sendiri. Dengan kata lain, artikel ini dimaksudkan untuk menyajikan daftar pola grafik paling akurat yang perlu anda pelajari.

Sama seperti pola candlestick, anda akan lebih mudah untuk mengingat apa arti pola grafik ini jika anda memahami logika di baliknya.

Reversal Chart Pattern

Berikut adalah beberapa chart pattern paling akurat dalam trading forex, saham, dan bahkan cryptocurrency, yang mengindikasikan bahwa tren akan berbalik.

Head and Shoulder

chart pattern - head and shoulder
Head and Shoulder

Head and Shoulder adalah chart pattern yang terdiri dari satu puncak besar dan puncak yang lebih kecil di kedua sisinya. Trader biasanya menggunakan pola head and shoulder untuk memprediksi pembalikan bullish menjadi bearish.

Biasanya, puncak pertama dan ketiga akan lebih kecil dari yang kedua, tetapi ketiganya cenderung memiliki level support yang sama, atau dikenal sebagai “neckline”. Setelah puncak ketiga turun ke level support, pergerakan harga selanjutnya kemungkinan besar akan berubah menjadi bearish.

Double Top

chart pattern - double top
Double Top

Double Top adalah pola lain yang digunakan oleh trader untuk mencari potensi pembalikan tren. Biasanya, harga suatu aset akan menyentuh puncak, sebelum akhirnya kembali terkoreksi ke level support. Harga kemudian kembali naik sebelum akhirnya berbalik dari tren sebelumnya. Logika yang sama juga berlaku untuk pola triple top.

Double Bottom

Chart Pattern - Double Bottom
Double Bottom

Pola double bottom mengindikasikan adanya aksi jual yang menyebabkan harga suatu aset turun ke bawah level support. Harga kemudian naik ke level resistance, sebelum akhirnya kembali turun. Terakhir, tren akan berbalik dan harga bergerak ke atas atau tren pasar berubah menjadi bullish.

Double bottom merupakan pola pembalikan bullish karena mengindikasikan akhir dari tren turun dan perubahan menuju tren naik. Logika yang sama berlaku untuk triple bottom.

Rounding Bottom

Chart Pattern - Rounding Bottom
Rounding Bottom

Pola rounding bottom dapat mengindikasikan kelanjutan atau pembalikan. Misalnya, selama tren naik, harga suatu aset mungkin turun tipis sebelum akhirnya kembali naik. Ini dapat menjadi kelanjutan tren bullish.

Contoh pembalikan bullish dari pola rounding bottom yang ditunjukkan di atas adalah jika harga suatu aset berada dalam tren turun dan pola rounding bottom terbentuk sebelum tren berbalik dan memasuki tren bullish.

Trader akan berusaha untuk memanfaatkan chart pattern ini dengan cara membeli setengah di sekitar titik bawah atau titik terendah, dan memanfaatkan sisanya setelah harga menembus ke atas level resistance.

Wedge

Wedge terbentuk ketika pergerakan harga suatu aset di antara dua trend line tampak menyempit. Ada dua jenis wedge: rising dan falling.

Rising wedge digambarkan oleh trend line antara dua garis support dan resistance yang cenderung miring ke atas. Dalam hal ini, garis support tampak lebih curam dibandingkan garis resistance. Pola ini mengindikasikan bahwa harga suatu aset akan turun lebih lanjut – yang dikonfirmasi ketika harga menembus level support.

Chart Pattern - Rising Wedge
Rising Wedge

Falling wedge terbentuk antara dua trend line yang miring ke bawah. Dalam hal ini, garis resistance lebih curam dibandingkan support. Falling wedge biasanya mengindikasikan bahwa harga suatu aset akan naik dan menembus level resistance, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

chart pattern - falling wedge
Falling Wedge

Baik rising wedge ataupun falling wedge merupakan pola pembalikan, di mana rising wedge mengindikasikan pasar bearish sementara falling wedge mengindikasikan pasar bullish.

Continuation Chart Pattern

Mari berkenalan dengan beberapa pola kelanjutan. Sesuai namanya, pola ini mengindikasikan kelanjutan tren, bukan pembalikan tren.

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa semakin lama chart pattern terbentuk, dan semakin besar pergerakan harga di dalam pola, maka semakin signifikan pergerakannya setelah harga menembus ke atas atau ke bawah area kelanjutan. Untuk mencari beberapa pola ini anda bisa menggunakan platform dengan alat charting yang canggih seperti MetaTrader 4 atau MetaTrader 5.

>> Buka akun demo untuk mencobanya secara langsung

Cup and Handle

Chart Pattern - cup and handle
Cup and Handle

Pola cup and handle adalah pola kelanjutan bullish yang menunjukkan adanya sentimen bearish sebelum pasar akhirnya kembali bergerak bullish. Pola cup tampak mirip dengan pola rounding bottom, dan handle-nya mirip dengan pola wedge.

Setelah membentuk pola rounding bottom, harga suatu aset kemungkinan akan mengalami koreksi sementara, yang dikenal sebagai handle karena pergerakannya tampak relatif terbatas di antara dua garis pararel. Harga aset tersebut pada akhirnya akan berbalik arah dan melanjutkan tren bullish-nya.

Pennant atau Flag

chart pattern pennant
Pennant

Pola pennant, atau flag, terbentuk setelah harga naik, kemudian diikuti oleh adanya konsolidasi. Akan ada kenaikan yang signifikan selama tahap awal tren sebelum akhirnya memasuki serangkaian pergerakan naik dan turun yang lebih kecil.

Pennant dapat berupa bullish atau bearish, dan dapat mengindikasikan kelanjutan atau pembalikan tren. Grafik di atas adalah contoh dari pola kelanjutan bullish. Dalam hal ini, pennant dapat menjadi bentuk pola bilateral karena dapat mengindikasikan kelanjutan atau pembalikan tren.

Sementara pola pennant tampak mirip seperti pola wedge atau triangle – seperti yang dijelaskan di bawah – penting untuk dicatat bahwa pola wedge lebih besar dibandingkan pola pennant atau triangle. Selain itu, keduanya berbeda karena wedge selalu naik atau turun, sedangkan pennant selalu horizontal.

Ascending Triangle

chart pattern - ascending triangle

Ascending triangle adalah pola kelanjutan bullish yang mengindikasikan kelanjutan dari tren naik. Ascending triangle dapat digambarkan dengan menempatkan garis horizontal di sekitar area swing high atau resistance dan kemudian gambar trend line naik di area swing low atau support.

Ascending triangle sering kali memiliki dua atau lebih puncak yang berada pada level yang hampir sama sehingga memungkinkan kita untuk menggambar sebuah garis horizontal. Trend line mengindikasikan bahwa tren secara keseluruhan adalah naik, sedangkan garis horizontal menunjukkan level resistance sebelumnya.

Descending Triangle

descending triangle

Sebaliknya, descending triangle mengindikasikan kelanjutan tren bearish. Biasanya, seorang trader akan membuka posisi short ketika muncul pola descending triangle untuk mencari keuntungan dari penurunan harga.

Descending triangle memiliki trend line yang cenderung turun dan ketika harga menembus support maka hal tersebut mengindikasikan pasar didominasi oleh penjual, dan berarti bahwa tren turun kemungkinan besar akan terjadi dan tren tidak akan berbalik.

Descending triangle dapat diidentifikasi oleh sebuah garis support horizontal dan sebuah garis resistance yang cenderung miring ke bawah. Tren turun dapat dikonfirmasi setelah harga menembus level support.

Continuation Chart Pattern dan Reversal Chart Pattern

Ini dapat berfungsi sebagai pola pembalikan atau kelanjutan. Apa yang digambarkan oleh pola ini adalah bahwa rentang harga bergerak lebih sempit hingga akhirnya menembus sesuai arah tren (kelanjutan) atau ke arah yang berlawanan (pembalikan).

Symmetrical Triangle

triangle

Pola symmetrical triangle dapat memberikan sinyal bullish atau bearish, tergantung pada kondisi pasar. Namun umumnya, pola ini merupakan pola kelanjutan, yang berarti pergerakan harga setelah pola terbentuk akan mengikuti arah tren sebelumnya.

Symmetrical triangle terbentuk ketiga harga membentuk serangkaian puncak yang lebih rendah dan palung yang lebih tinggi. Pada contoh di atas, tren keseluruhannya adalah bearish, tetapi pola symmetrical triangle yang terbentuk mengindikasikan adanya potensi pembalikan bullish.

Namun, jika tidak ada tren yang cukup kuat sebelum pola triangle terbentuk, maka pasar dapat bergerak ke dua arah. Hal ini membuat symmetrical triangle menjadi pola bilateral – artinya paling baik digunakan ketika pasar bergejolak atau tidak ada indikasi yang jelas tentang ke mana harga akan bergerak. Contoh dari symmetrical triangle bilateral dapat dilihat pada gambar di atas.

Tips Trading Menggunakan Chart Pattern

Chart pattern tidak muncul begitu saja, ini adalah gambaran dari psikologi pasar yang tidak berubah. Polanya berulang karena perilaku pasar selalu berulang, terutama terkait ketakutan, keserakahan, dan keragu-raguan, dan perasaan tersebut membayangi pasar sebagai respon atas peristiwa terkini dan bagaimana pasar menafsirkannya berdasarkan ekspektasi mereka sebelumnya.

Dengan mengenali pola-pola ini, anda akan lebih mampu untuk memperkirakan level support/resistance yang dibentuk oleh pola-polanya. Terlebih, pola ini juga diakui secara luas. Sama seperti jenis support/resistance lainnya yang banyak digunakan, anda perlu memperhatikannya untuk memperkirakan level support/resistance. Dengan kata lain, indikator chart pattern adalah cara lain untuk memperkirakan apa yang akan dilakukan oleh sebagian besar orang.

Penting untuk menentukan apakah pasar sedang trending atau konsolidasi. Ini karena hal ini akan mengungkapkan jenis chart pattern apa yang paling cocok untuk setiap kondisi.

Perhatikan gambaran harganya secara keseluruhan, jangan hanya fokus pada chart pattern. Hal ini dibutuhkan oleh anda untuk mengkonfirmasi pola pergerakan harga yang terbentuk. Semuanya harus menunjuk ke arah yang sama. Menemukan arah yang tepat untuk melakukan trading akan membantu anda dalam meningkatkan tingkat kemenangan, dalam kondisi pasar yang normal.

Chart pattern memiliki tingkat akurasi yang lebih baik jika digabungkan dengan area harga tertentu. Area tersebut dapat berupa level support/resistance, swing high/low atau beberapa pivot point. Jika anda menggabungkan keduanya, area ini bahkan bisa menjadi sebuah indikator teknikal.

Terakhir, strategi chart pattern membutuhkan aturan trading tertulis yang dapat disesuaikan dengan perubahan kondisi pasar.

Hal penting yang harus anda ingat ketika menggunakan chart pattern sebagai bagian dari analisis teknikal adalah bahwa pola tersebut bukan merupakan jaminan harga akan bergerak ke arah yang diperkirakan – chart pattern hanyalah alat untuk memperkirakan arah pergerakan harga suatu aset.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,347PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles