spot_img

Apa Itu Momentum Trading dan Cara Menggunakan Indikator Momentum

Momentum adalah konsep kunci yang telah terbukti berharga untuk menemukan peluang trading yang menguntungkan. Pengukuran momentum dapat digunakan untuk jangka pendek dan panjang, menjadikannya berguna dalam semua jenis strategi trading. Beberapa indikator dapat digunakan untuk mengungkapkan kekuatan tren dan apakah trading pada aset tertentu merupakan pilihan yang bagus.

Apa Itu Momentum Trading?

Momentum trading adalah praktik jual beli aset sesuai dengan kekuatan tren harga saat ini. Ini didasarkan pada gagasan bahwa jika terdapat kekuatan yang cukup di balik pergerakan harga, harga akan terus bergerak ke arah yang sama.

Ketika suatu aset mencatatkan harga yang lebih tinggi, biasanya hal tersebut akan menarik banyak perhatian trader dan investor, sehingga mendorong harga bergerak lebih tinggi. Ini berlanjut hingga sebagian besar penjual memasuki pasar – misalnya ketika sebuah peristiwa tak terduga menyebabkan mereka memikirkan kembali harga aset. Setelah ada banyak penjual di pasar, momentumnya akan berubah arah dan akan memaksa harga aset turun.

Momentum trader akan berusaha untuk mengidentifikasi seberapa kuat tren dalam arah tertentu, kemudian membuka posisi untuk memanfaatkan perubahan harga yang diharapkan dan menutup posisi ketika tren mulai kehilangan kekuatannya. Momentum trader tidak selalu berusaha untuk menemukan bagian atas dan bawah suatu tren, tetapi berfokus pada bagian utama pergerakan harga. Mereka bertujuan untuk mengeksploitasi sentimen pasar dan mengikutinya – kecenderungan para trader untuk mengikuti mayoritas.

Momentum trading didasarkan pada beberapa faktor utama berikut:

  • Volume
  • Volatilitas
  • Jangka waktu 

Volume

Volume adalah jumlah aset yang diperdagangkan dalam jangka waktu tertentu. Volume bukanlah jumlah transaksi, tetapi jumlah aset yang diperdagangkan (lot dalam forex) – jadi, jika ada lima pembeli yang masing-masing membeli satu aset, itu sama dengan satu pembeli membeli lima aset.

Volume sangat penting bagi momentum trader, karena mereka harus dapat membuka dan menutup posisi dengan cepat, yang bergantung pada jumlah pembeli dan penjual yang ada di pasar. Jika ada banyak pembeli dan penjual, itu dikenal sebagai pasar yang likuid seperti pasar forex karena akan lebih mudah bagi trader untuk menukar aset dengan uang tunai (baca apa itu forex dan bagaimana cara kerjanya). Sedangkan jika pasar memiliki jumlah pembeli dan penjual yang rendah, hal tersebut dianggap tidak likuid.

Volatilitas

Volatilitas adalah bagaikan roti dan mentega bagi momentum trader. Volatilitas adalah tingkat perubahan harga aset – jika pasar sangat tidak stabil (seperti pasar cryptocurrency), itu berarti ada perubahan harga yang besar, sementara pasar dengan volatilitas rendah relatif stabil.

Momentum trader akan mencari pasar yang volatil, untuk memanfaatkan kenaikan dan penurunan nilai aset dalam jangka pendek. Sementara momentum trading berusaha memanfaatkan volatilitas, penting untuk memiliki strategi manajemen risiko yang sesuai untuk melindungi trading anda dari pergerakan pasar yang merugikan. Ini dapat mencakup trailing dan stop loss tetap atau limit order.

Jangka Waktu

Strategi momentum trading biasanya difokuskan pada pergerakan harga jangka pendek, tetapi durasi perdagangan dapat bergantung pada berapa lama tren mempertahankan kekuatannya. Ini bisa cocok bagi trader yang menggunakan gaya trading jangka panjang seperti position trading, serta mereka yang lebih suka gaya trading jangka pendek, seperti day trading dan scalping.

Cara Memulai Momentum Trading

  • Identifikasi aset yang anda minati
  • Rancang strategi momentum trading berdasarkan indikator dan analisa teknikal
  • Berlatih trading di pasar sebenarnya melalui akun demo.

Indikator Momentum Populer

Indikator momentum menunjukkan pergerakan harga dari waktu ke waktu dan seberapa kuat pergerakan tersebut, terlepas dari arah pergerakan harganya, naik ataupun turun.

Indikator momentum juga sangat berguna, karena membantu trader dan analis menemukan titik di mana pasar berpotensi berbalik. Titik-titik tersebut dapat diidentifikasi melalui divergence antara pergerakan harga dan momentum.

Karena indikator momentum menunjukkan kekuatan relatif dari pergerakan harga tetapi mengabaikan arah pergerakan harga, indikator tersebut paling baik digunakan jika dikombinasikan dengan indikator teknikal lainnya – seperti trend line dan moving average – yang menunjukkan tren dan arah harga.

Indikator Momentum

Indikator momentum, seperti yang anda perkirakan, adalah indikator momentum paling populer. Perhitungannya menggunakan harga penutupan terbaru dan membandingkannya dengan harga penutupan sebelumnya, yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan sebuah tren.

Pada dasarnya, ada dua cara untuk menggunakan indikator momentum:

  • Anda dapat menggunakan indikator momentum sebagai trend following oscillator sama seperti Moving Average Convergence/Divergence (MACD). Beli saat indikator berada di bawah dan kemudian berbalik naik dan jual saat indikator berada di atas dan kemudian berbalik turun. Anda mungkin ingin menghitung rata-rata jangka pendek dari indikator ini untuk menentukan kapan titik terendah dan tertingginya.

Jika indikator momentum mencapai nilai yang sangat tinggi atau rendah (dibandingkan nilai historisnya), anda dapat mengasumsikan keberlanjutan dari tren saat ini. Misalnya, jika indikator momentum mencapai nilai yang sangat tinggi dan kemudian turun, anda dapat berasumsi bahwa harga mungkin akan terus naik. Dalam kedua kasus tersebut, hanya buka posisi setelah harga mengkonfirmasi sinyal trading yang dihasilkan oleh indikator (misalnya, jika harga naik kemudian turun, tunggu harga turun lebih lanjut sebelum membuka posisi jual).

  • Anda juga dapat menggunakan indikator momentum sebagai indikator utama. Metode ini mengasumsikan bahwa puncak pasar biasanya diidentifikasi dengan kenaikan harga yang cepat (ketika semua orang mengharapkan harga naik lebih tinggi) dan dasar pasar biasanya diakhiri dengan penurunan harga yang cepat (ketika semua orang ingin menjual). Ini sering terjadi, dan ini juga merupakan hal yang umum.

Saat pasar mencapai puncaknya, indikator momentum akan naik tajam dan kemudian turun – menyimpang dari pergerakan harga yang terus naik atau mendatar. Demikian pula, di dasar pasar, momentum akan turun tajam dan kemudian mulai naik lebih lanjut mendahului harga. Kedua situasi ini menghasilkan divergence antara indikator dan harga.

Bagaimana cara mengunduh dan memasang indikator momentum?

Untuk menginstal indikator pada platform MetaTrader 5, anda memerlukan akun MT5 dan ikuti langkah-langkah berikut:

  • Kunjungi Pusat Download dan simpan file ke komputer anda
  • Ekstrak dan pindahkan file ke folder MT5>Indikator dari direktori file software MetaTrader 5
  • Restart platform MetaTrader 5 anda
  • Arahkan ke “Indikator”
  • Dan pilih template “Indikator Momentum” untuk diterapkan pada grafik

Berikut adalah beberapa indikator forex paling populer yang biasa digunakan oleh trader untuk mengidentifikasi momentum dan mengetahui apakah ini saat yang tepat untuk membuka atau menutup posisi.

  • Moving Average: Ini dapat membantu mengidentifikasi tren dan momentum harga secara keseluruhan dengan menghaluskan apa yang tampak seperti pergerakan harga yang tidak menentu pada grafik jangka pendek menjadi garis tren dengan visual yang lebih mudah dibaca. Perhitungannya adalah dengan menambahkan harga penutupan selama jumlah periode tertentu dan membagi hasilnya dengan jumlah periode yang digunakan. Indikatornya dapat berupa Simple Moving Average atau Exponential Moving Average yang memberikan bobot lebih besar pada pergerakan harga terbaru.
  • Relative Strength Index (RSI): Seperti namanya, indikator ini mengukur kekuatan pergerakan harga saat ini dibandingkan beberapa periode sebelumnya. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kemungkinan apakah tren saat ini lebih kuat dibandingkan tren sebelumnya.
  • Stochastic Oscillator: Stochastic membandingkan harga aset saat ini dengan rentang harganya selama periode waktu tertentu. Ketika garis tren oscillator mencapai kondisi oversold – biasanya berada di bawah angka dua puluh – ini menunjukkan momentum kenaikan harga sudah dekat. Dan ketika nilainya mencapai kondisi overbought – biasanya berada di atas 80 – ini mengindikasikan bahwa momentum penurunan harga sudah dekat.
  • Moving Average Convergence Divergence (MACD): Ini adalah indikator yang membandingkan garis tren exponential moving average cepat dan lambat dengan garis sinyal. Indikator ini dapat mengungkapkan momentum harga dan potensi pembalikan tren harga. Ketika garis-garis tersebut menjauh, momentumnya dianggap kuat, dan ketika garis-garis tersebut berpotongan, momentumnya melambat dan harga kemungkinan tren harga akan berbalik.
  • Commodity Channel Index (CCI): Indikator momentum ini membandingkan “harga tipikal” dari suatu aset (atau rata-rata harga tertinggi, terendah, dan penutupan) terhadap Simple Moving Average dan deviasinya dari harga tipikal. Seperti indikator stochastic dan oscillator lainnya, tujuannya adalah untuk menunjukkan kondisi overbought dan oversold, di mana angka di bawah 100 mengindikasikan kondisi oversold.
  • On Balance Volume (OBV): Indikator momentum ini membandingkan volume perdagangan dengan harga. Prinsip di baliknya adalah bahwa ketika volume perdagangan naik secara signifikan tanpa adanya perubahan harga yang besar, maka ini merupakan indikator momentum harga yang kuat. Dan jika volume berkurang, itu diasumsikan sebagai tanda bahwa momentum berkurang.
  • Average Directional Index (ADX): Indikator oscillator yang sederhana ini hanya bertujuan untuk menentukan momentum tren. Indikator ini menggambarkan kekuatan tren harga pada grafik dengan nilai antara 0 dan 100: nilai di bawah 30 mengindikasikan pergerakan harga mendatar dan tren tidak jelas, sementara nilai di atas 30 mengindikasikan tren yang kuat ke arah tertentu. Saat nilainya mendekati 100, diasumsikan bahwa momentum tren cenderung semakin kuat.

Memahami Divergence

Divergence terjadi ketika, misalnya, harga suatu saham terus bergerak turun, mengikuti indikator momentum yang digunakan (yang mengindikasikan momentum yang kuat), tetapi kemudian indikator momentum berbalik menjadi naik atau tidak lagi terus mengikuti pergerakan harga yang turun. Artinya indikator menyimpang dari pergerakan harga dan menunjukkan bahwa momentum pergerakan harga saat ini gagal.

Divergence biasanya merupakan indikasi bahwa tren harga saat ini – karena terdapat sinyal bahwa momentumnya berhenti – kemungkinan akan segera berakhir dan akan berbalik. Ketika pergerakan harga dan momentum menyimpang naik, itu disebut bullish divergence. Jika pergerakan harga dan indikator momentum terus bergerak ke atas dan indikator momentum tiba-tiba berubah menjadi turun, itu disebut bearish divergence.

Risiko Momentum Trading

Seperti gaya trading lainnya, momentum trading memiliki risiko. Strategi ini memiliki kinerja yang baik ketika harga mengikuti tren, tetapi terkadang, momentum trader dapat terperangkap jika tren berubah menjadi berbalik secara tidak terduga. Trader perlu ingat bahwa:

  • Analisa teknikal mendasarkan proyeksi peluang pergerakan harga berdasarkan tren harga masa lalu.
  • Harga di pasar dapat bergerak secara tidak terduga kapan pun akibat peristiwa, berita atau data ekonomi yang mengejutkan, atau ketakutan dan perubahan sentimen di pasar (baca cara menggunakan kalender ekonomi forex factory seperti seorang profesional).

Kesimpulan Momentum Trading

  • Momentum trading adalah praktik jual beli aset sesuai dengan kekuatan tren harga saat ini.
  • Trader akan membuka posisi untuk memanfaatkan perubahan harga yang diharapkan dan menutup posisi saat tren mulai kehilangan kekuatannya.
  • Momentum trading didasarkan pada volume, volatilitas, dan kerangka waktu.
  • Momentum trading memungkinkan trader untuk mengidentifikasi tingkat perubahan harga atau volume aset. Karena harga atau volume akan berlanjut ke satu arah tanpa batas, momentum biasanya dianggap sebagai ukuran yang berosilasi.
  • Momentum trader fokus pada price action dibandingkan pertumbuhan dan fundamental jangka panjang.
  • Indikator populer untuk momentum trading di antaranya adalah indikator momentum, RSI, MA dan Stochastic Oscillator.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,336PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles