spot_img

Cara Trading Menggunakan Pola Rising Wedge dan Falling Wedge

Rising wedge dan falling wedge adalah jenis chart pattern yang dapat digunakan oleh trader untuk mencari sinyal pembalikan atau kelanjutan tren. Apakah harga berbalik dari tren sebelumnya atau berlanjut ke arah yang sama tergantung pada arah penembusannya. Wedge adalah pola grafik yang berguna untuk dipelajari karena mudah diidentifikasi, dan memiliki rasio risk/reward yang menguntungkan.

Apa Itu Pola Wedge?

Wedge terbentuk ketika pergerakan harga memasuki fase konsolidasi, sehingga membentuk rentang harga yang semakin menyempit. Jika trend line digambarkan di sepanjang swing high dan swing low, dan kedua trend line tersebut berpotongan, maka pergerakan harganya berpotensi membentuk pola wedge.

Wedge terbagi menjadi rising wedge dan falling wedge. Arah trend line-nya juga cenderung miring – misalnya, ketika terdapat tren turun atau tren naik dan gelombang harga di dalam pola tersebut semakin kecil.

Wedge dapat berfungsi sebagai pola kelanjutan atau pola pembalikan.

Rising Wedge

Rising wedge terbentuk ketika harga berkonsolidasi di antara garis support dan resistance yang cenderung miring ke atas. Di sini, kemiringan garis support lebih curam dibandingkan resistance.

Ini mengindikasikan bahwa higher low terbentuk lebih cepat dibandingkan higher high. Jika digambarkan, ini mirip seperti formasi baji (wedge), dan itulah mengapa namanya wedge!

Sementara harga berkonsolidasi, kita tahu bahwa pergerakan harga yang lebih besar akan terjadi, sehingga kita bisa memanfaatkan penembusan ke atas atau ke bawah.

Jika rising wedge terbentuk setelah tren naik, ini biasanya merupakan pola pembalikan bearish.

Di sisi lain, jika terbentuk setelah tren turun, ini dapat mengindikasikan kelanjutan dari tren turun.

Akan tetapi, yang paling penting adalah, ketika anda melihat pola grafik FX ini anda telah siap untuk melakukan entry!

Rising Wedge

Pada contoh pertama ini, rising wedge terbentuk setelah tren naik.

Perhatikan bagaimana pergerakan harga membentuk harga tertinggi yang baru, namun kecepatannya jauh lebih lambat dibandingkan ketika harga membentuk higher low.

Rising Wedge

Lihat bagaimana harga bergerak turun? Itu berarti ada lebih banyak trader FX yang membuka posisi short dibandingkan posisi long!

Mereka membuat harga turun hingga menembus trend line, dan mengindikasikan tren akan turun lebih lanjut.

Sama seperti pola grafik lainnya, pergerakan harga setelah breakout adalah sama dengan ketinggian polanya, tetapi ini bukan sebuah aturan pasti.

Sekarang mari kita lihat contoh rising wedge lainnya. Hanya saja kali ini polanya bertindak sebagai pola kelanjutan bearish.

Rising Wedge

Seperti yang anda lihat, tren sebelumnya adalah bearish, dan harga berkonsolidasi membentuk higher high sekaligus higher low.

Rising Wedge

Dalam hal ini, harga menembus ke bawah dan tren turun berlanjut. Itu sebabnya ini disebut sebagai sinyal kelanjutan.

Lihat apakah penurunan harganya sama dengan ketinggian polanya?

Apa yang telah kita pelajari tentang pola grafik ini?

Rising wedge yang terbentuk setelah tren naik biasanya mengarah ke PEMBALIKAN (tren turun) sementara rising wedge yang terbentuk setelah tren turun biasanya mengarah ke KELANJUTAN (tren turun).

Terlepas dari jenisnya (pembalikan atau kelanjutan), rising wedge adalah pola bearish.

Cara Mengidentifikasi Pola Rising Wedge

Karena pola rising wedge ditafsirkan sebagai pola kelanjutan bearish dan pola pembalikan bearish, maka hal ini menimbulkan kebingungan dalam mengidentifikasi polanya. Kedua skenarionya berisi dinamika pengamatan yang berbeda dan harus dipertimbangkan.

Pola Pembalikan:

  1. Tren sebelumnya: Untuk memenuhi syarat sebagai pola pembalikan, maka tren sebelumnya harus berlawanan. Rising wedge biasanya terbentuk selama periode 3-6 bulan dan dapat mengindikasikan pembalikan tren jangka menengah atau panjang. Terkadang, tren baru terbentuk dalam pola rising wedge; terkadang, tren baru terbentuk setelah harga bergerak lebih lanjut.
  2. Upper Resistance: Setidaknya dibutuhkan dua titik tertinggi untuk membentuk upper resistance, dan idealnya tiga. Setiap titik tertinggi harus lebih tinggi dari titik tertinggi sebelumnya.
  3. Lower Support: Setidaknya dibutuhkan dua titik terendah untuk membentuk lower support. Setiap titik harus lebih tinggi dari titik terendah sebelumnya.
  4. Kontraksi: Upper resistance dan lower support saling berpotongan. Kecepatan kenaikan titik terendah (lower support) menjadi lebih pendek, sehingga membuat reli tampak tidak meyakinkan. Ini menciptakan upper resistance yang gagal mengimbangi kemiringan lower support dan mengindikasikan adanya kelebihan pasokan ketika harga naik.
  5. Divergence: Terjadi divergence antara indikator MACD atau RSI (indikator yang paling populer) dengan harga dan volume.
  6. Sinyal jenuh beli dapat dikonfirmasi oleh indikator teknikal lainnya seperti Stochastic Oscillator atau RSI.
  7. Penembusan Support: Konfirmasi bearish dari pola ini terjadi setelah harga menembus garis support. Beberapa trader bahkan menunggu harga menembus titik terendah sebelumnya. Setelah support berhasil ditembus, harga biasanya bereaksi dan berusaha menguji level resistance yang baru.
  8. Volume: Idealnya, volume akan turun ketika harga naik dan pola wedge terbentuk. Oleh karenanya, peningkatan volume ketika harga berhasil menembus support dapat dianggap sebagai konfirmasi bearish.

Rising wedge dapat menjadi salah satu pola grafik yang paling sulit untuk dikenali dan digunakan secara akurat. Meskipun ini merupakan pola konsolidasi, namun hilangnya momentum kenaikan dapat meningkatkan peluang penurunan harga. Di sisi lain, serangkaian higher high dan higher low membuat pergerakan harga berada dalam tren bullish. Terjadinya penembusan area support mengindikasikan bahwa kekuatan pasokan pada akhirnya menang dan harga kemungkinan akan turun lebih lanjut. Tidak ada teknik pengukuran yang mutlak untuk memperkirakan penurunan harga selanjutnya – aspek analisis teknikal lainnya harus digunakan untuk memperkirakan target harga.

Pola Kelanjutan:

  1. Tren turun yang kuat
  2. Membentuk pola rising wedge
  3. Hubungkan higher high dan lower low menggunakan trend line hingga keduanya saling berpotongan
  4. Konfirmasi divergence antara harga dan volume menggunakan indikator volume – MACD juga dapat digunakan
  5. Sinyal jenuh beli dapat dikonfirmasi oleh indikator teknikal lainnya
  6. Tunggu harga menembus ke bawah level support untuk membuka posisi short

Cara Trading Menggunakan Pola Rising Wedge

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pola wedge dapat digunakan sebagai pola kelanjutan atau pembalikan. Contoh di bawah ini menunjukkan pola rising wedge yang menggambarkan kelanjutan.

Pola Rising Wedge EUR/USD

Rising Wedge

Grafik di atas menunjukkan pola rising wedge “kelanjutan” yang terjadi setelah tren turun. Polanya digambarkan oleh sebuah garis putus-putus biru, dan menunjukkan berkurangnya kekuatan bullish selama tren naik. Konfirmasi penurunan kekuatan tren naik juga dapat dilihat menggunakan indikator volume yang menggambarkan volumenya berkurang di tengah naiknya harga pasar. Ini dikenal sebagai divergence, yang mengindikasikan bahwa kenaikan harga akan segera berakhir.

Titik entry (yang ditandai) terjadi setelah support dari rising wedge berhasil ditembus. Ada dua metode entry yang umum digunakan:

  1. Tunggu harga penutupan candle berada di bawah support
  2. Buka posisi short setelah harga menembus support, terlepas dari harga penutupan candle

Level stop loss seperti yang ditandai pada grafik ditentukan oleh titik tertinggi dari rising wedge. Titik tertinggi tersebut mempermudah trader FX pemula untuk menentukan level stop loss. Target dalam contoh ini diambil dari swing low sebelumnya, serta memiliki rasio risk-reward yang sangat positif.

Falling Wedge

Sama seperti rising wedge, falling wedge juga bisa menjadi sinyal pembalikan atau kelanjutan.

Sebagai sinyal pembalikan, falling wedge terbentuk setelah tren turun, dan mengindikasikan pergerakan harga selanjutnya akan naik.

Sebagai sinyal kelanjutan, falling wedge terbentuk setelah tren naik, dan mengindikasikan bahwa tren naik masih akan berlanjut. Berbeda dengan pola rising wedge, falling wedge merupakan pola bullish.

Falling Wedge

Dalam contoh ini, falling wedge bertindak sebagai sinyal pembalikan. Setelah tren turun, harga membentuk lower high dan lower low.

Perhatikan bagaimana trend line yang menghubungkan titik tertinggi lebih curam dibandingkan trend line yang menghubungkan titik terendah.

Falling Wedge

Setelah menembus bagian atas pola Wedge, pasangan mata uang ini bergerak naik dengan jumlah yang sama dengan ketinggian polanya. Bahkan, dalam hal ini, harga bergerak naik beberapa pip melebihi targetnya!

Mari kita lihat contoh di mana falling wedge berfungsi sebagai sinyal kelanjutan tren.

Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, ketika falling wedge terbentuk setelah tren naik, ini biasanya mengindikasikan bahwa tren sebelumnya akan berlanjut.

Falling Wedge

Dalam hal ini, harga sedikit berkonsolidasi setelah mengalami reli yang kuat. Ini bisa berarti bahwa pembeli hanya berhenti sejenak untuk mengatur nafas dan mungkin menarik lebih banyak orang untuk bergabung dalam tren bullish.

Hmm, sepertinya pasangan mata uang ini bersiap untuk bergerak cukup kuat. Ke mana arahnya?

Falling Wedge

Lihat bagaimana harga menembus sisi atas dan terus bergerak naik?

Jika kita menempatkan entry order di atas trend line turun yang menghubungkan titik tertinggi, maka kita bisa mengikuti tren naik tersebut dan mendapatkan beberapa pip!

Minimal target kenaikannya adalah ketinggian dari polanya.

Jika anda ingin mendapatkan pip yang lebih besar, anda dapat menutup sebagian posisi anda di sekitar level target, dan membiarkan sisanya mengikuti kenaikan harga.

Kesimpulan

Pertimbangkan pola grafik lainnya seperti head and shoulder top, head and shoulder reversal, double top, dan double bottom yang dapat meningkatkan pengetahuan anda tentang pola grafik.

Jika anda baru memulai karir trading anda, maka penting untuk memahami dasar-dasarnya melalui panduan FX untuk pemula.

Untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut, kunjungi FX Masterclass kami yang mungkin cocok untuk anda.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,347PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles