spot_img

Mengurangi Slippage Forex Ketika Trading

Slippage pasti terjadi pada setiap trader, terlepas dari apakah mereka melakukan transaksi di pasar saham, forex (foreign exchange), atau berjangka. Jadi apa itu Slippage forex? Sederhananya, slippage adalah sesuatu yang terjadi ketika harga entry dan exit anda berbeda dari harga yang diinginkan.

Apa Itu Slippage?

Slippage adalah perbedaan antara harga yang tercantum pada layar dan harga aktual yang anda bayar atau terima. Semakin rendah likuiditas pasar, semakin sering hal ini terjadi karena semakin sedikit trader yang hadir untuk mengambil sisi lain dari transaksi anda. Misalnya, katakanlah anda membeli 1.000 saham dengan harga $30, dan untuk melindungi diri jika harganya turun, anda menempatkan Stop Loss order untuk menjual saham tersebut dengan harga $29. Namun, jika tidak ada pembeli di harga $29, maka harga “mengalami gap” turun hingga mencapai order buy berikutnya, sehingga anda mengalami kerugian yang lebih besar.

Karena pasar forex adalah:

  • Biasanya berjalan dengan kecepatan penuh dalam setidaknya satu atau dua benua selama 24 jam sehari, dan lebih dari lima hari seminggu.
  • Tidak ada pihak yang dapat mengendalikan harga, dan diperdagangkan dengan volume yang lebih besar dari pasar saham. 

Trader forex memiliki risiko slippage forex yang lebih rendah. Terlebih, banyak market maker forex yang menyediakan kebijakan “no slippage forex” sehingga dapat mengurangi tingkat ketidakpastian harga.

Jenis Order dan Slippage

Slippage adalah terjadi ketika seorang trader menggunakan market order. Market order adalah salah satu jenis order yang digunakan untuk membuka atau menutup posisi (posisi adalah harga beli/harga jual anda pada suatu aset). Stop order (buy stop dan sell stop) juga menjadi market order ketika harga mencapai level stop yang ditentukan. Untuk membantu menghilangkan atau mengurangi terjadinya hal ini, para trader biasanya memilih menggunakan limit order dibandingkan market order.

Limit order hanya tereksekusi pada harga yang anda inginkan, atau lebih baik. Tidak seperti market order, limit order tidak akan tereksekusi dengan harga yang lebih buruk. Dengan menggunakan limit order, anda menghindari slippage. Kekurangan limit order adalah hanya berfungsi jika harga saham mencapai batas yang anda tetapkan, dan jika persediaan pada harga saham tersebut sesuai dengan permintaan anda.

Membuka Posisi

Limit order dan stop limit order seringkali digunakan untuk membuka suatu posisi. Dengan jenis order ini, jika anda tidak bisa mendapatkan harga yang anda inginkan, maka transaksi anda tidak akan tereksekusi. Terkadang, menggunakan limit order berarti kehilangan kesempatan yang menguntungkan, tetapi itu juga berarti bahwa anda dapat menghindari slippage ketika membuka posisi.

Market order mungkin berusaha meyakinkan anda untuk membuka posisi, tetapi ada kemungkinan terjadinya slippage dan harga eksekusi yang lebih buruk dari yang anda inginkan.

Idealnya, buatlah rencana trading sehingga anda dapat menggunakan limit order atau stop limit order untuk membuka posisi, dan menghindari slippage. Beberapa strategi trading mengharuskan anda membuka posisi dengan market order ketika dalam kondisi pasar yang bergerak cepat. Dalam keadaan seperti itu, bersiaplah untuk mengalami terjadinya hal ini.

Jika anda sudah memiliki transaksi terbuka, anda memiliki kendali yang lebih sedikit jika dibandingkan ketika membuka posisi. Ini berarti anda perlu menggunakan market order untuk keluar dari posisi dengan cepat. Limit order juga dapat digunakan untuk menutup posisi dalam kondisi yang lebih menguntungkan.

Sebagai contoh, anggap seorang trader membeli saham di harga $49.40 dan menempatkan limit order untuk menjual sahamnya di harga $49.80. Limit order hanya akan menjual saham jika seseorang bersedia membeli saham tersebut di harga $49.80. Dalam hal ini, tidak ada kemungkinan terjadinya slippage. Penjual mendapat $49.80 (atau di atas, jika ada permintaan).

Ketika menetapkan Stop Loss (order yang akan menutup transaksi ketika harga bergerak tidak menguntungkan), gunakan market order. Langkah ini akan menutup transaksi rugi secepatnya, tetapi tidak harus menunggu pada harga yang diinginkan.

Menggunakan stop loss limit order akan menyebabkan order tereksekusi pada harga yang anda inginkan kecuali jika harga bergerak berlawanan. Ini berarti kerugian anda akan terus meningkat jika anda tidak bisa menutup posisi pada harga yang diinginkan. Inilah sebabnya mengapa lebih baik menggunakan stop loss market order untuk memastikan kerugian tidak semakin besar, sekalipun jika itu berpotensi mengalami beberapa slippage.

Kapan Slippage Besar Terjadi?

Hal ini sebagian besar biasanya terjadi ketika ada peristiwa berita besar. Sebagai trader harian, hindari trading selama jadwal rilis berita besar, seperti rilis data Non Farm Payroll atau selama rilis data pendapatan perusahaan. Sementara pergerakan besar tampak memikat, membuka dan menutup posisi pada harga yang anda inginkan mungkin akan menjadi masalah.

Jika anda sudah memiliki posisi terbuka ketika berita dirilis, stop loss anda bisa menghadapi substansial slippage, dan membuat transaksi anda menjadi lebih berisiko dari yang diperkirakan. Perhatikan kalender ekonomi dan kalender pendapatan untuk menghindari transaksi beberapa menit sebelum atau setelah rilis data yang memiliki tanda berdampak tinggi.

Mengelola Risiko Selama Rilis Data

Sebagai seorang trader harian, anda tidak perlu memiliki posisi sebelum rilis data. Mengambil posisi sesudahnya akan lebih menguntungkan karena dapat mengurangi potensi terjadinya slippage. Meskipun melakukan tindakan pencegahan, anda mungkin tidak dapat menghindari slippage jika ada pengumuman mendadak karena cenderung menghasilkan slippage besar.

Jika anda tidak melakukan transaksi sepanjang dirilisnya berita besar, sebagian besar waktu slippage besar tidak akan menjadi masalah, sehingga disarankan untuk menggunakan stop loss. Jika bencana menghantam dan stop loss anda mengalami slippage, anda mungkin akan mengalami kerugian yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

Mengelola risiko bukan berarti tidak akan ada risiko. Ini berarti anda mengurangi risiko sebanyak mungkin. Jangan biarkan slippage menghalangi anda untuk mengelola risiko dengan segala cara yang memungkinkan.

Slippage Biasa Terjadi Di Seluruh Pasar

Slippage juga cenderung terjadi di pasar yang diperdagangkan dengan volume rendah. Anda harus mempertimbangkan trading di pasar saham, berjangka, dan pasangan mata uang forex yang memiliki volume cukup untuk mengurangi kemungkinan terjadinya slippage.

Anda juga bisa trading di pasar saham dan berjangka ketika pasar utama AS dibuka (jika trading di AS). Ide lainnya adalah dengan trading forex ketika sesi London dan/atau AS dibuka, karena pada sesi ini sebagian besar pasangan mata uang memiliki volume yang paling likuid dan aktif.

Anda tidak dapat sepenuhnya menghindari slippage. Anggap saja ini sebagai biaya variabel dalam menjalankan bisnis. Jika memungkinkan, gunakan limit order untuk membuka posisi sehingga akan mengurangi peluang anda terkena slippage. Gunakan limit order untuk menutup sebagian besar transaksi anda yang menguntungkan. Jika anda perlu membuka atau menutup posisi secepatnya, gunakan market order. Saat menempatkan stop loss, gunakan market order. Market order rentan terkena slippage, di mana ada peluang anda terkena slippage jika harus membuka dan menutup posisi dengan cepat.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,339PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles