spot_img

Membuat Strategi Trading Forex Terbaik

Strategi trading adalah metode trading forex, saham, atau cryptocurrency yang didasarkan pada serangkaian analisa dengan tujuan untuk menentukan apakah akan membeli atau menjual instrumen keuangan dan menetapkan prosedur untuk menentukan strategi entry dan exit serta manajemen risiko. Strategi trading dapat didasarkan pada seperangkat sinyal yang berasal dari tools charting analisa teknikal atau analisa fundamental berdasarkan berita.

Jenis Strategi Trading Forex

Strategi trading dapat dilakukan secara manual atau otomatis. Untuk sebagian besar day trader, strategi trading biasanya terdiri dari sinyal teknikal yang selanjutnya akan menentukan keputusan beli atau jual, khususnya ketika sinyal tersebut memberi tanda ke arah yang secara historis menguntungkan. Strategi trading forex umumnya adalah rencana trading yang menguraikan tentang apa yang harus dilakukan trader ketika sinyal teridentifikasi dan jurnal trading akan menunjukkan apa yang telah dilakukan sehingga trader dapat mengetahui hasilnya untuk melakukan analisis di masa depan serta menyempurnakan strateginya. Strategi trading manual merupakan hal yang dapat dilakukan oleh siapa pun. Namun menjalankan strategi trading manual mengharuskan anda untuk duduk di depan layar komputer, mencari sinyal trading dan menafsirkan rencana trading anda untuk memutuskan apa yang harus dilakukan.

Dalam strategi trading otomatis, trader mengajarkan software tentang sinyal apa yang harus dicari dan bagaimana menafsirkannya. Tujuan dari trading otomatis adalah untuk menghilangkan komponen emosional dan psikologis dari trading yang sering mengakibatkan penilaian buruk. Strategi trading otomatis, yang dikenal dengan Robot Forex atau EA Forex, cenderung dapat mengurangi kesalahan manusia dan mengurangi waktu reaksi ketika level tertentu ditembus. Strategi otomatis yang lebih kompleks juga dilengkapi dan memuat strategi serta sinyal yang umum sehingga trader dapat menggabungkan beberapa pendekatan ke dalam strategi trading mereka dengan relatif mudah.

Strategi trading otomatis biasanya memerlukan penggunaan software yang terhubung dengan akses langsung broker, dan aturan khusus apa pun harus ditulis ke dalam bahasa yang dimiliki oleh platform tersebut.

Membuat Strategi Trading Forex Terbaik

Langkah 1 – Mulai Pencarian Anda Pada Kerangka Waktu Grafik Yang Lebih Lama, Kemudian Perbesar

Ini adalah ide dasar tentang bagaimana kita membuka transaksi dengan cara yang sederhana, berisiko rendah, dan berpotensi tinggi. Mulai pencarian anda dengan mencari transaksi berisiko rendah, memindai grafik pada kerangka waktu sekitar 4 hingga 5 kali lebih lama dari kerangka waktu yang akan anda gunakan ketika trading. Tujuan pertamanya adalah untuk menemukan titik entry yang berisiko rendah dengan mengidentifikasi area Support dan Resistance (S/R) yang telah lama terbentuk, yang mana itu juga merupakan yang paling dapat diandalkan karena merupakan titik risiko terendah dalam membuka posisi. Inilah sebabnya mengapa.

Jika harga menembus support jangka panjang yang kuat, itu adalah sinyal yang jelas bahwa harga bergerak kuat melawan anda. Dengan melakukan entry di sekitar support yang kuat, anda juga bisa mengatur order stop loss relatif dekat dengan support tersebut, sehingga anda memiliki potensi kerugian yang kecil, terjangkau, yang idealnya kurang dari maksimum kerugian sebesar 1 hingga 3 persen dari akun anda.

Seperti seekor burung pemangsa, anda memulai perburuan ketika anda dapat melihat banyak wilayah. Kerangka waktu grafik yang lebih lama memungkinkan anda untuk melihat titik kunci S/R selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Kemudian, jika anda melihat sesuatu yang menarik (suatu instrumen yang mendekati salah satu level tersebut) anda menukik untuk melihat lebih dekat pada kerangka waktu grafik yang lebih pendek atau pada kerangka waktu trading yang anda gunakan untuk membuat sebuah keputusan akhir. Di situlah anda akan melihat apakah anda memiliki situasi yang menggabungkan entry berisiko rendah di sekitar level Support kuat, dengan kemungkinan area Resistance yang cukup jauh dari titik entry, sehingga anda memiliki peluang yang bagus untuk menghasilkan tiga kali lipat dari apa yang akan anda alami jika mengalami kerugian akibat terkena Stop Loss, atau risk/reward 1:3.

Langkah 2- Pertimbangkan Konteks Fundamental

Perhatikan bahwa semakin lama anda berpikir untuk membuka transaksi, maka semakin penting transaksi tersebut sesuai dengan analisis fundamental selama periode transaksi yang anda rencanakan. Tapi ini kurang penting jika anda berpikir bahwa transaksi akan berlangsung kurang dari satu minggu atau lebih terkecuali jika anda trading berdasarkan rilis berita tertentu yang akan keluar selama waktu tersebut. Tetapi, transaksi yang mungkin akan memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan setidaknya harus didasarkan pada beberapa teori yang anda kuasai tentang bagaimana data fundamental tertentu dapat mempengaruhi pergerakan harga.

Misalnya, anda ingin membuka posisi beli pada AUDJPY karena anda yakin bahwa para pelaku pasar akan optimis selama beberapa minggu atau bulan mendatang (mendukung mata uang berisiko dibandingkan safe haven), atau anda percaya bahwa data ekonomi Australia akan jauh lebih baik daripada Jepang.

Langkah 3 – Penyaringan Awal Pada Kerangka Waktu Yang Lebih Lama

Tujuan penyaringan awal pada kerangka waktu yang lebih lama adalah untuk menemukan pasangan mata uang yang memenuhi empat kriteria berikut:

  • Kriteria Manajemen Risiko #1: Pasangan mata uang mendekati area support kuat yang memiliki titik entry dengan risiko rendah. Misalnya, menurut definisi, level s/r kuat pada grafik mingguan akan lebih kuat pada grafik harian, karena level s/r tersebut lebih menonjol daripada level s/r yang anda lihat pada grafik harian. Anda kemudian mengatur Stop Loss anda cukup jauh di luar area ini sehingga tidak terkena pergerakan harga acak, tetapi hanya terkena jika harga telah bergerak berlawanan cukup jauh dan yang terbaik adalah anda mengalami kerugian yang kecil. Dengan demikian, semakin kuat area s/r tempat anda entry, semakin rendah risiko kerugian trading (kecuali terdapat perubahan mendasar dan sentimen). Setelah anda mengetahui kemungkinan titik stop loss dan entry, anda dapat memeriksa apakah transaksi tersebut dapat memenuhi kriteria kedua anda.
  • Kriteria Manajemen Risiko #2: Temukan area Resistance utama yang terdekat, karena di situlah anda akan menutup posisi dan mengambil keuntungan. Jika jarak dari entry (pada support) hingga menutup posisi (pada resistance) adalah 2 hingga 3 kali lebih jauh dari jarak membuka posisi ke stop loss, maka anda mungkin memiliki rasio risk/reward 1:2 hingga 1:3. Kita hanya akan tahu pasti setelah melakukan screening kedua.
  • Kriteria Manajemen Risiko #3 Penempatan Stop Loss: Stop Loss harus ditempatkan cukup jauh dari titik anda membuka posisi sehingga tidak terkena pergerakan harga acak yang normal, tetapi hanya akan tersentuh jika terjadi pergerakan harga yang besar dan berlawanan dengan anda.
  • Kriteria Money Management #4: Stop Loss harus cukup dekat dengan titik anda membuka posisi sehingga anda tidak mengalami kerugian lebih dari 1-3 persen dari akun trading anda.

Untuk strategi trading tingkat lanjut, berikut ini adalah merupakan kriteria pertama untuk melakukan trading dengan risiko yang rendah, namun dengan keuntungan yang tinggi. Ingat bahwa definisi support dan resistance adalah kebalikan dari posisi jual dan beli.

Sekali lagi, kami menyaring situasi yang tampak memenuhi kriteria sebelumnya pada grafik dengan kerangka waktu sekitar empat hingga lima kali lebih lama dari kerangka waktu tempat kita trading. Untuk contoh-contoh berikut, kami menggunakan grafik harian, sehingga kami menyaring grafik harian pada penyaringan pertama.

Penyaringan pertama tidak memakan waktu lama karena kami umumnya lebih suka trading pada pasangan mata uang yang likuid. Hanya ada sekitar delapan pasangan mata uang yang benar-benar likuid, dan mungkin ada sekitar 20 pasangan mata uang yang cukup likuid untuk sebagian besar trading anda.

Singkatnya, kami menyaring grafik mingguan dari pasangan mata uang ini untuk entry di dekat support kuat, dengan kemungkinan resistance cukup jauh sehingga ada peluang untuk mendapatkan rasio risk:reward 1:3 atau 1:2.

Seperti yang akan kita lihat, faktor penentu dalam apakah anda akan melakukan trading adalah jika penyaringan kedua pada grafik harian menunjukkan bahwa anda bisa mendapatkan kombinasi titik stop loss, entry, dan exit dengan rasio risk/reward yang tidak melebihi 1 hingga 3 persen dari modal akun trading anda, terutama jika terkena stop loss.

Untuk tujuan ilustrasi, anggap hanya ada satu entry dan exit, dan sebagian besar menghindari variasi seperti trailing stop loss dan entry serta exit sebagian atau bertahap.

Ketika kita berbicara tentang support atau resistance kuat, itu berarti kita ingin melihat setidaknya satu jenis support yang teruji, yang idealnya mendapatkan sebanyak mungkin semua konvergen pada range yang sempit. Sekadar mengingatkan anda, ini termasuk:

  • Harga yang jelas-jelas merupakan support atau resistance di masa lalu; seringkali ini adalah semacam angka bulat karena trader cenderung berpikir dalam angka bulat.
  • Trend lines dan/atau variasinya seperti channel, moving average, dan Bollinger Band.
  • Fibonacci retracement.
  • Pola grafik, selain berguna sebagai pola, juga memberikan bukti tambahan poin s/r. Sebagai contoh, jika pola Head and Shoulder hampir menyelesaikan shoulder yang kedua atau jika harga akan mencapai neckline dari pola itu, level harga tersebut memiliki arti tambahan sebagai titik s/r yang memungkinkan.

Sekali lagi, ada banyak indikator forex yang lebih akurat yang dapat anda gunakan, dan kita bahkan belum membahas indikator momentum. Tetapi ini memberi kita beberapa contoh yang cukup tentang panduan trading menggunakan tautan di atas.

Langkah 4 – Penyaringan Kedua

Setelah anda menemukan beberapa situasi yang dapat memenuhi kriteria ini pada grafik mingguan, langkah selanjutnya adalah melihat apakah terdapat kriteria risiko rendah, namun potensi keuntungan yang tinggi dari kerangka waktu yang anda pilih, dalam kasus ini, grafik harian.

Mengapa harus bersusah payah melakukan penyaringan pertama? Seperti disebutkan sebelumnya, grafik dengan kerangka waktu yang lebih lama menunjukkan tingkat s/r yang lebih kuat. Kita berharap dapat menemukan titik entry pada grafik harian yang dekat dengan area s/r kuat yang ditemukan pada kerangka waktu yang lebih lama, dalam hal ini, grafik mingguan. Jika kita menemukan bahwa suatu pasangan mata uang mendekati area s/r mingguan, kita akan tahu bahwa ada baiknya untuk melakukan penyaringan kedua pada grafik harian.

Sekali lagi, faktor penentu apakah anda akan melakukan trading atau tidak adalah jika grafik harian (atau jangka waktu apa pun yang anda gunakan) menunjukkan kombinasi titik stop loss, entry, dan exit dengan rasio risk reward yang tidak lebih dari 1 hingga 3 persen dari modal akun trading anda jika stop loss tersentuh. Untuk mengulang:

  • Stop Loss ditempatkan cukup jauh dari support kuat sehingga hanya akan tersentuh jika harga bergerak berlawanan dengan kuat dan menandakan bahwa transaksi anda salah. Kerugian yang anda derita cukup kecil dan terjangkau, atau tidak melebihi 1 hingga 3 persen dari modal trading anda. Oleh karenanya, anda akan memiliki banyak amunisi untuk mengganti kerugian tersebut, memulihkan kerugian anda, dan berbalik menjadi menguntungkan.
  • Itu berarti jarak Stop Loss ditempatkan lebih dekat dengan titik entry, dan jaraknya tidak lebih besar dari titik entry ke take profit. Jika demikian, anda setidaknya memiliki rasio risk reward sebesar 1:3, atau paling buruk adalah 1:2.

Mengenai penempatan Stop Loss, ingatlah bahwa ada metode yang berbeda. Ini termasuk:

  • Pendekatan Intuitif: Pelajari grafik untuk periode tertentu, dan tentukan range pergerakan harga normal ketika naik dan turun. Anda ingin stop loss anda tidak terlalu dekat dengan titik entry, idealnya, sedikit lebih besar, namun tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar dari 1-3 persen dari modal akun trading anda. Ini adalah pendekatan yang sangat sederhana dan karenanya yang kita pilih untuk digunakan dalam contoh berikut. Metode ini melibatkan banyak penilaian pribadi.
  • Pendekatan Yang Lebih Objektif: Tetapkan jarak dari titik entry ke stop loss berdasarkan persentase yang tetap (juga menggunakan pengukuran) dengan Average True Range (ATR), atau formula lain yang berbasis metode statistik untuk memastikan bahwa Stop Loss anda tidak mudah tersentuh oleh fluktuasi harga yang normal.

Mengenai rasio risk reward, jika transaksi yang anda lakukan berada pada arah tren yang sangat kuat, lebih aman untuk menjadi lebih agresif, sehingga kita lebih memungkinkan untuk menerima rasio risk reward 1:2.

Pada akhirnya, anda akan selalu berusaha untuk menyeimbangkan ukuran antara jika mengalami kerugian dan risiko jika terkena stop loss. Dengan kata lain, semakin jauh stop loss anda dari titik entry, semakin besar kerugian yang ditimbulkannya, tetapi semakin rendah kemungkinan terkena fluktuasi harga acak.

Jika penyaringan kedua menunjukkan bahwa anda bisa memiliki rasio risk reward yang diinginkan tanpa risiko lebih dari 1 hingga 3 persen dari modal, anda perlu menunggu harga bergerak ke sekitar level support kuat. Level entry yang tepat yang anda pilih adalah berdasarkan penilaian. Anda perlu mencoba menemukan keseimbangan antara memasukkan pada harga terbaik dan tidak terlalu serakah yang mengakibatkan harga tidak pernah mencapai level yang anda inginkan, sehingga anda melewatkan kesempatan.

Langkah 5 – Penyaringan Ketiga Untuk Memantau Perkembangan Transaksi

Penyaringan ini terjadi pada kerangka waktu yang empat hingga lima kali lebih pendek dari kerangka waktu trading anda. Misalnya, jika anda trading pada grafik harian, maka gunakan candlestick dua hingga empat jam. Ini biasanya tidak menentukan apakah anda akan membuka transaksi atau tidak. Sebaliknya, sebagian besar hanya untuk mengidentifikasi titik jangka pendek yang cenderung bersifat sementara, sehingga anda tidak terkejut jika tren terhenti atau berbalik di sekitar zona ini. Dibandingkan harus khawatir, anda bisa memperkirakan bahwa perkembangan transaksi tersebut akan terhenti untuk sementara waktu atau bahkan berbalik. Area-area ini juga dapat berfungsi sebagai titik di mana anda menambah atau mengurangi posisi anda jika anda menggunakan entry dan exit secara bertahap.

Terkadang, penyaringan ini dapat mengubah strategi anda. Misalnya, jika harga berulang kali berjuang untuk menembus resistance yang anda lihat pada grafik empat jam, itu mungkin menunjukkan bahwa tren jangka panjang mungkin akan turun, terutama jika terdapat informasi baru yang penting dan baru dirilis. Demikian pula, jika ada banyak terlalu resistance jangka pendek yang berkualitas terlalu dekat dengan entry anda, anda dapat memilih untuk masuk secara bertahap, menghemat sebagian besar posisi yang direncanakan hingga harga menjauhi area resistance tersebut. Atau, jika ada peluang yang lebih baik atau jika rilis berita terbaru membuat rencana anda pada penyaringan kedua meragukan, anda mungkin akan berubah pikiran untuk melakukan trading dan mungkin akan menutup posisi.

Kesimpulan Tentang Strategi Trading

Sementara setiap trader yang baik harus menggunakan sebagian besar teknik yang kami bahas dalam panduan strategi trading ini, ada berbagai jenis atau gaya trading untuk jangka waktu tertentu. Berikut adalah daftar singkat gaya trading yang paling populer. Tujuannya adalah hanya untuk memperkenalkan anda dengan istilah-istilah ini. Ada banyak buku yang ditulis tentang masing-masing gaya trading ini, jadi gunakan daftar ini sebagai pengantar kosakata gaya trading dan sebagai titik awal untuk meneliti lebih lanjut tentang gaya yang menarik bagi anda. Hanya gunakan ini sebagai nama umum, karena gaya trading sering kali menggabungkan lebih dari satu elemen gaya. Jenis gaya trading yang paling populer meliputi:

  • Position Trading: Mengambil posisi jangka panjang untuk mengikuti tren: Trading tren jangka panjang (beberapa hari, minggu, atau bulan) biasanya melibatkan masukan dari beberapa jenis pullback ke sekitar level support yang kuat, menunggu untuk melihat apakah support tersebut bertahan, dan kemudian membeli secepatnya setelah tren jangka panjang bangkit dari support dan berlanjut (dan sebaliknya untuk posisi sell). Gaya ini dikaitkan dengan tren jangka panjang (jadi perhatikan fundamental jangka panjang).
  • Scalping: Melakukan trading forex berdasarkan serangkaian analisa secara real-time. Tujuan dari teknik scalping adalah untuk mendapatkan keuntungan dengan membeli atau menjual mata uang dan menahan posisinya untuk waktu yang sangat singkat dan menutupnya dengan keuntungan yang kecil.
  • Trend Trading: Jenis ini pada dasarnya sama dengan position trading tetapi berhubungan dengan tren jangka pendek, sehingga sebagian besar didasarkan pada analisa teknikal kekuatan tren. Sekali lagi, tujuannya biasanya untuk entry setelah mencapai support dan untuk mengikuti tren ketika tren tersebut berlanjut. Juga, ketika membuka posisi sell dengan tujuan untuk mengikuti tren turun, sebuah pullback berarti sebuah kenaikan singkat ke sekitar level tertinggi jangka pendek yang berfungsi sebagai Resistance.
  • Swing trading: Jenis ini melakukan entry setelah tren berbalik sebentar, lalu kembali melanjutkan tren awalnya. Anda entry tepat ketika harga mendorong atau “berayun” melewati Resistance sebelumnya, yang menunjukkan bahwa tren telah menemukan kekuatan yang baru. Analisa teknikal yang harus anda lakukan tidak hanya pada titik s/r, tetapi juga pada:
    • Indikator momentum yang dapat menunjukkan kemungkinan pembalikan tren di masa yang akan datang atau juga sebagai konfirmasi tren.
  • Range Trading: Ini adalah ketika anda mengidentifikasi suatu pasangan mata uang yang tampak terkunci dalam range harga atau channel sideways (atau hampir demikian) dan anda mencoba untuk mengambil posisi buy pada posisi terendah dan sell di posisi tertinggi. Seperti apa yang disebutkan sebelumnya, waktu melakukan jenis trading ini adalah ketika channel memiliki tren yang kuat. Atau, jenis trading ini juga bekerja ketika anda melihat sebuah tren yang datar atau lemah, serta channel yang lebar.
  • Momentum trading: Melakukan trading ketika menemukan suatu pasangan mata uang dengan indikator momentum yang menunjukkan tanda-tanda adanya percepatan tren.

Sebagai swing trader, momentum trader tidak terlalu fokus untuk entry pada pantulan support. Sebaliknya, mereka ingin masuk tepat setelah harga menembus resistance kunci, yang mengindikasikan adanya tahap baru di dalam tren.​

Singkatnya, position trading, trend trading, range trading, dan swing trading berusaha untuk membuka posisi buy di harga yang rendah, dan membuka posisi sell di harga yang tinggi. Sementara momentum trading berusaha untuk membuka posisi buy pada harga yang lebih tinggi ketika terjadi penembusan Reistance sebelumnya karena ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga berikutnya akan lebih tinggi.

Sekali lagi, dengan semua gaya ini, semakin lama anda berpikir untuk menahan posisi tersebut, maka anda perlu semakin mempertimbangkan kondisi fundamental jangka panjang karena kondisi tersebut akan memiliki lebih banyak waktu untuk mempengaruhi suatu pasangan mata uang.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,336PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles