spot_img

Cara Trading Dengan Support dan Resistance

Sederhananya, area support adalah area di mana harga aset cenderung berhenti turun, dan area resistance adalah area di mana harga cenderung berhenti naik. Tetapi trader benar-benar membutuhkan lebih banyak informasi tentang support dan resistance melebihi definisi sederhananya sebelum mereka mencoba membuat keputusan trading berdasarkan area-area tersebut di dalam grafik.

Untuk menggunakan strateginya secara efektif, anda terlebih dahulu harus memahami bagaimana harga aset biasanya bergerak, sehingga anda kemudian dapat mengartikan support dan resistance dari pergerakannya tersebut. Anda juga perlu menyadari bahwa ada berbagai jenis support dan resistance, seperti minor dan major/kuat. Level minor diperkirakan akan ditembus, sementara lebel yang kuat lebih mungkin untuk bertahan dan menyebabkan harga bergerak ke arah lain.

Memahami Level Support dan Resistance

Level Support atau Resistance adalah tingkat harga yang telah ditolak pasar setidaknya dua kali dan menjaga pasar dari mencapai level baru. Support/Resistance dari level yang diidentifikasi dianggap lebih kuat jika harga seringkali tidak mampu bergerak melampaui level tersebut.

Mungkin ada banyak alasan mengapa harga telah ditolak pada level ini; akumulasi pesanan beli (pada level support), atau order jual (pada level resistance); pembeli tertarik oleh level yang lebih rendah (level support), atau penjual tertarik oleh level yang lebih tinggi (level resistance); pembeli berpikir atau merasa pasar akan naik (support), atau penjual berpikir atau merasa pasar akan turun, dll.

Support/resistance seringkali ditemukan pada tingkat harga bulat seperti 0.9000 atau 1.1000. Banyak trader tidak berpengalaman cenderung membeli/menjual ketika harga tidak berada pada angka bulat, di mana harga target/stop order seperti ini biasa dilakukan oleh trader retail. Sementara beberapa trader institusional besar biasa menempatkannya pada tingkat harga bulat dibandingkan pada harga seperti 0.9004 atau 1.9234. Karena ada begitu banyak stop loss order atau pending entry order yang ditempatkan pada level sama, angka bulat ini cenderung bertindak sebagai penghalang harga yang kuat. Banyak trader dengan analisa teknikal akan menggunakan level Support dan Resistance yang teridentifikasi untuk memilih harga entry/close strategis karena area ini sering mewakili harga yang paling berpengaruh terhadap arah aset.

3 aturan sederhana untuk menggambar level support dan resistance yang sempurna.

  • Peraturan No. 1: Harga harus ditolak setidaknya dua kali dari level tersebut.
  • Peraturan No. 2: Semakin banyak penolakan yang terjadi, maka semakin penting level tersebut.
  • Peraturan No. 3: Penolakan yang terjadi paling baru lebih penting dibandingkan penolakan yang telah terjadi sejak lama.

Indikator Support dan Resistance

Trendline

Support dan resistance ditandai oleh garis horizontal atau miring, yang disebut trendline. Jika harga secara berturut-turut berhenti dan berbalik di area harga yang sama namun pada dua kesempatan yang berbeda, maka garis horizontal digambarkan untuk menunjukkan bahwa pasar berusaha untuk bergerak melewati area tersebut.

Dalam tren naik, harga membentuk higher high dan higher low. Dalam tren turun, harga membentuk lower low dan lower high. Hubungkan high dan low selama tren. Kemudian perpanjang garis tersebut ke kanan untuk melihat di mana harga berpotensi menemukan support atau resistance di masa yang akan datang.

Garis-garis sederhana ini menandai tren, range, dan pola grafik lainnya. Garis tersebut juga memberikan gambaran bagi trader terkait dengan bagaimana pasar saat ini bergerak dan apa yang bisa dilakukan di masa depan.

Fibonacci

Fibonacci adalah alat yang sangat populer di kalangan trader teknikal dan didsarkan pada angka-angka kunci yang ditemukan oleh seorang matematikawan bernama Leonardo Fibonacci pada abad ketiga belas.

Trader Price Action menggunakan level Fibonacci retracement atau extension sebagai potensi area support dan resistance. Karena ada begitu banyak trader fokus pada level yang sama, dan menempatkan order beli dan jual pada level tersebut, level support dan resistancenya cenderung menjadi prediksi yang terpenuhi dengan sendirinya. Trader juga menggunakan level Fibonacci extension sebagai tingkat mengambil keuntungan.

Sakali lagi, karena ada begitu banyak trader mengawasi level-level ini, khususnya dengan menempatkan order beli dan jual atau untuk mengambil untung, alat ini cenderung bekerja lebih sering daripada tidak karena prediksinya cenderung terpenuhi dengan sendirinya.

Pivot Point

Pivot Point adalah level penting yang dapat digunakan oleh chartist untuk menentukan arah pergerakan dan potensi level support/resistance. Pivot Point menggunakan level high, low, dan close periode sebelumnya untuk memperkirakan level support dan resistance di masa depan. Dalam hal ini, Pivot Point adalah indikator prediktif atau indikator utama. Setidaknya ada lima versi Pivot Point yang berbeda.

Pivot Point pada awalnya digunakan oleh floor trader untuk menentukan level kunci. Seperti trader di zaman modern, floor trader juga berhadapan dengan lingkungan yang sangat cepat dengan fokus jangka pendek. Pada awal hari perdagangan, floor trader akan melihat high, low, dan close hari sebelumnya untuk menghitung Pivot Point pada perdagangan hari ini. Dengan Pivot Point sebagai basis, perhitungan lebih lanjut digunakan untuk menentukan Support 1, Support 2, Resistance 1, dan Resistance 2. Level ini kemudian digunakan oleh mereka untuk membantu perdagangan sepanjang harinya.

Level Support dan Resistance Major dan Minor

Level support dan resistance minor tidak bertahan lama. Misalnya, jika trend harga bergerak turun, itu akan menghasilkan serangkaian low, lalu bangkit, dan kemudian mulai turun lagi. Low tersebut dapat ditandai sebagai area support minor karena harga memang berhenti dan memantul dari level tersebut. Tetapi karena tren turun, harga akhirnya kemungkinan akan turun menembus level support minor tanpa memiliki banyak kendala.

Area-area ini memberikan pandangan analitis dan peluang trading yang potensial. Pada contoh di atas, jika harga turun ke bawah level support minor, maka kita tahu bahwa tren masih tetap turun. Tetapi jika harga berhenti dan memantul pada atau di dekat harga low sebelumnya, maka range harganya bisa berkembang. Jika harga berhenti dan memantul di atas low sebelumnya, maka kita akan melihat sebuah higher low dan itu merupakan indikasi kemungkinan perubahan tren.

Area support dan resistance major adalah level harga terbaru yang menyebabkan pembalikan tren. Jika tren harga sedang naik dan kemudian berbalik menjadi tren turun, harga di mana pembalikan tersebut terjadi adalah level resistance yang kuat. Di mana tren turun berakhir dan tren naik dimulai adalah level support yang kuat.

Ketika harga kembali ke area support atau resistance major, harga seringkali akan kesulitan untuk menembusnya dan kembali bergerak ke arah lain. Misalnya, jika harga jatuh ke level support yang kuat, harga seringkali akan kembali melambung ke atas. Harga mungkin akhirnya dapat menembusnya, tetapi harga biasanya akan mengalami retracement beberapa kali ke level penembusan sebelum melanjutkan pergerakan.

Cara Trading Dengan Support dan Resistance

Dasar cara trading dengan level-level ini adalah dengan membeli di sekitar support ketika tren naik, atau bagian dari range atau pola grafik di mana harga bergerak naik. Untuk menjual/short sell di sekitar resistance ketika tren turun atau bagian dari range dan pola grafik di mana harga bergerak turun.

Ini membantu untuk mengisolasi tren jangka panjang, bahkan ketika trading menggunakan range atau pola grafik. Tren ini memberikan panduan tentang arah entry yang harus dibuka. Misalnya, jika tren turun tetapi kemudian range berkembang, preferensinya adalah membuka posisi jual pada range resistance dibandingkan membeli di range support. Tren turun memberitahu kita bahwa posisi jual akan memiliki peluang menghasilkan keuntungan yang lebih baik daripada membeli. Jika tren naik dan kemudian triangle pattern berkembang, lebih baik untuk membeli di sekitar support dari triangle pattern.

Membeli di sekitar support atau menjual di sekitar resistance bisa membuahkan hasil, tetapi tidak ada jaminan bahwa support atau resistance tersebut akan bertahan. Karena itu, pertimbangkan untuk menunggu konfirmasi bahwa pasar masih mengacu pada area itu.

Jika membeli di sekitar support, tunggu konsolidasi di area support dan kemudian beli ketika harga menembus ke atas area konsolidasi kecil. Ketika harga bergerak seperti itu, ini memberi tahu kita bahwa harga masih mengacu pada area support dan juga harga mulai bergerak naik dari support. Konsep yang sama berlaku untuk menjual di resistance. Tunggu konsolidasi di sekitar area resistance, lalu entry jual ketika harga turun ke bawah area konsolidasi kecil.

Saat membeli, tempatkan stop loss beberapa sen (atau tick atau pip) di bawah support, dan saat menjual, tempatkan stop loss beberapa sen, tick, atau pip di atas resistance.

Jika anda sedang menunggu konsolidasi, tempatkan stop loss beberapa sen, tick, atau pip di bawah konsolidasi saat membeli. Saat menjual, stop loss ditempatkan beberapa sen, tick, atau pip di atas konsolidasi.

Ketika membuka sebuah transaksi, pikirkan target harga untuk menutupnya secara menguntungkan. Jika membeli dekat support, pertimbangkan untuk menutup posisi sebelum harga mencapai level resistance yang kuat. Jika menjual di resistance, tutup posisi sebelum harga mencapai support kuat. Anda juga dapat menutup posisi di level support dan resistance kecil. Misalnya, jika anda membeli di support dalam channel up, pertimbangkan membuka posisi jual di bagian atas channel.

Dalam beberapa kasus, anda mungkin dapat memperoleh lebih banyak keuntungan jika anda membiarkan penembusan terjadi, alih-alih membuka posisi jual di support/resistance minor. Misalnya, jika anda membeli di sekitar support triangle dalam tren naik yang besar, anda mungkin ingin menahan transaksi tersebut sampai harga menembus resistance triangle dan melanjutkan tren naiknya.

Ada juga konsep bahwa support lama bisa menjadi resistance baru atau sebaliknya. Ini tidak selalu terjadi, tetapi cenderung bekerja dengan baik dalam kondisi tertentu, seperti peluang penembusan kedua.

Kesimpulan Tentang Support dan Resistance

Salah satu pengamatan utama trader price action adalah bahwa pasar seringkali kembali bergerak ke tingkat di mana harga sebelumnya berbalik atau berkonsolidasi. Jika pasar berbalik pada tingkat tertentu, maka saat harga berbalik ke tingkat tersebut, trader price action memperkirakan bahwa pasar akan menembus titik pembalikan ini atau harga kembali berbalik. Trader tidak akan mengambil tindakan apa pun hingga kondisi pasar telah memenuhi kriteria. Ini seringkali menghasilkan entry trading dengan probabilitas yang lebih tinggi, terutama saat harga telah mencapai titik ini, dan pasar dapat melanjutkan trennya atau kembali berbalik.

Trader price action tidak mengambil peluang pertama, melainkan menunggu entry kedua untuk melakukan trading. Misalnya, upaya kedua oleh tren bearish memaksa pasar untuk turun ke posisi terendah baru, jika gagal, membentuk double bottom dan titik di mana sebagian besar penjual mengakhiri tekanan jual mereka untuk kemudian beralih membeli sehingga menghasilkan pergerakan naik yang kuat. Juga sebagai contoh, setelah berhasil menembus range perdagangan atau trendline, pasar kemungkinan kembali ke tingkat penembusan namun tidak bergerak kembali ke range atau tren, akan tetapi berbalik dan melanjutkan penembusan. Ini dikenal juga sebagai “konfirmasi”. Trader price action sering menggunakan sentuhan kedua ini sebagai titik entry mereka untuk trading.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,337PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles