spot_img

Perbedaan Forex dan Saham: Mana Yang Harus Dipilih?

Trader seringkali mencari perbedaan forex dan saham untuk menentukan pasar mana yang lebih baik untuk diperdagangkan. Meskipun saling berhubungan, perbedaan saham dan forex sangat mencolok. Forex memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari pasar lain, dan di mata banyak orang, Forex juga tampak lebih menarik untuk diperdagangkan.

Ketika harus memilih untuk trading forex atau saham, sering kali anda harus mengetahui gaya trading mana yang paling cocok untuk anda. Tetapi, mengetahui persamaan dan perbedaan trading saham dan forex juga memungkinkan trader untuk membuat keputusan berdasarkan informasi dan faktor-faktor seperti kondisi pasar, likuiditas, dan volume.

7 Perbedaan Forex dan Saham

#1 Leverage

Dalam trading saham, anda biasanya dapat trading dengan maksimal leverage 5:1. Ada juga beberapa persyaratan serta kualifikasi sebelum anda dapat melakukan trading. Tidak setiap investor disetujui untuk mendapatkan akun margin, yang merupakan hal yang anda butuhkan untuk menggunakan leverage di pasar saham.

Perbedaan forex dan saham sangatlah mencolok. Agar memenuhi syarat untuk trading menggunakan leverage, anda cukup membuka akun trading forex. Tidak ada persyaratan dan kualifikasi. Di Amerika Serikat, anda akan dibatasi untuk menggunakan leverage 50:1, di Jepang hingga 25:1, tetapi di wilayah lain, anda dapat meningkatkannya hingga 500:1.

Potensi Risk/Reward Terbaik

Trading forex atau investasi forex memiliki beberapa peluang risk/reward terbaik dibandingkan pasar keuangan lainnya JIKA anda tahu cara memanfaatkannya. Tersedianya leverage dalam forex, yang berarti penggunaan dana pinjaman untuk melakukan transaksi mata uang dengan ukuran yang lebih besar, dapat memperbesar keuntungan dan kerugian, menciptakan potensi keuntungan yang tidak tertandingi bagi mereka yang memiliki modal trading terbatas JIKA mereka belajar cara mengendalikan downside risk. Misalnya, dengan leverage 100:1, pergerakan 1 persen berarti keuntungan 100 persen. Ini juga berarti kerugian 100 persen.

#2 Perbedaan Likuiditas

Ketika anda melakukan transaksi saham, anda membeli saham perusahaan yang harganya mulai dari beberapa Dolar hingga ratusan Dolar. Harga pasarnya bervariasi sesuai dengan penawaran dan permintaan. Trading forex adalah dunia yang berbeda. Meskipun pasokan mata uang suatu negara dapat berfluktuasi, selalu ada jumlah besar mata uang yang tersedia untuk diperdagangkan. Karena itu, semua mata uang major di dunia sangat likuid.

Slippage Lebih Sedikit

Slippage adalah perbedaan antara harga yang tercantum pada layar dan harga yang anda bayar atau terima. Semakin sedikit likuiditas pasar, semakin sering terjadi slippage karena semakin sedikit trader yang ada untuk mengambil sisi lain dari transaksi anda. Misalnya, anggap anda membeli 1,000 saham dengan harga $30, dan untuk melindungi diri anda jika harga turun, anda menempatkan stop loss order untuk menjual saham tersebut dengan harga $29. Namun, jika tidak ada pembeli dengan harga $29, maka stop loss order tersebut akan dijual di harga “gap” yang lebih rendah hingga menyentuh order beli berikutnya, sehingga anda mengalami kerugian yang lebih besar.

Karena pasar forex adalah:

  • Biasanya berjalan dengan kecepatan penuh dalam setidaknya satu atau dua benua 24 jam sehari, lebih dari lima hari seminggu (baca jam forex terbaik untuk trading).
  • Tidak ada pihak yang mengendalikan harga, dan volume perdagangannya lebih besar dari saham.

Trader forex menghadapi risiko slippage yang lebih rendah. Khususnya karena, banyak market maker forex yang memberikan semacam kebijakan “no slippage” yang mengurangi tingkat ketidakpastian harga.

#3 Diperdagangkan Berpasangan

Perbedaan forex dan saham lainnya adalah mata uang selalu diperdagangkan secara berpasangan, sehingga anda tidak hanya harus memperhatikan kesehatan ekonomi negara yang mata uangnya anda perdagangkan, tetapi juga kesehatan ekonomi negara yang menjadi pasangan mata uang yang anda perdagangkan.

Lebih Transparan

Kekhawatiran fundamental anda dari satu pasar ke pasar lainnya juga berbeda. Saat anda membeli saham Intel, kekhawatiran utama anda adalah apakah nilai sahamnya akan naik? – anda kurang peduli dengan harga saham perusahaan lain. Sebaliknya, saat anda membeli atau menjual di forex, anda harus mempertimbangkan ekonomi dua negara. Apakah satu negara memiliki pertumbuhan pekerjaan yang lebih tinggi dari negara yang lain, atau PDB yang lebih baik, atau prospek politik? Oleh karenanya, masing-masing transaksi forex yang menguntungkan memerlukan analisa dua entitas keuangan, bukan satu.

Pasar forex terkadang menunjukkan sensitivitas yang lebih besar terhadap situasi politik dan ekonomi yang muncul di negara lain; pasar saham AS tidak kebal, tetapi biasanya kurang sensitif terhadap masalah luar negeri.

Sensitivitas Harga Terhadap Aktivitas Perdagangan

Kedua pasar memiliki sensitivitas terhadap aktivitas perdagangan yang berbeda. Pembelian saham sebanyak 10,000 lembar dapat berdampak pada harga saham, terutama untuk perusahaan kecil dengan jumlah saham yang lebih sedikit dari, misalnya, raksasa seperti Apple.

Sebaliknya, trading forex dengan nilai beberapa ratus juta Dolar dalam mata uang major kemungkinan besar hanya akan berdampak kecil – atau bahkan tidak – terhadap harga pasar mata uang tersebut.

Korelasi dengan pasar lain rendah

Dengan kata lain, karena beberapa mata uang bergerak berlawanan arah dengan aset berisiko lainnya, selalu ada pasar bullish di salah satu pasangan mata uang forex. Ini adalah keuntungan kritis. Sebagian besar aset yang diperdagangkan secara global cenderung bergerak bersama. Sebagai contoh, sebagian besar saham bergerak ke arah yang sama dengan indeks saham yang relevan. Namun, dalam forex, berbagai mata uang bergerak ke arah yang berbeda di bawah kondisi pasar yang sama. Sehingga, anda memiliki cara untuk meraup keuntungan dari rasa takut bahkan saat regulator melarang atau membatasi short sell saham atau menolak untuk mengakui hak-hak mereka yang memegang asuransi atas obligasi pemerintah yang mengalami gagal bayar.

Salah satu alasan mengapa lebih mudah untuk mendapatkan keuntungan di pasar bearish dengan forex adalah bahwa proses untung dari penurunan pasangan mata uang tidak berbeda dengan untung dari kenaikan harga.

Aksesibilitas Pasar

Pasar mata uang memiliki akses yang lebih luas dibandingkan pasar saham. Meskipun di abad ke-21, mungkin untuk memperdagangkan saham 24 jam sehari, lima hari seminggu, itu tidak mudah. Sebagian besar investor retail melakukan trading melalui broker AS dengan satu periode perdagangan utama setiap harinya, sejak pukul 09:30 AM hingga 04:00 PM, di tambah sesi “after hours” yang memiliki volatilitas lebih kecil dan masalah harga sehingga membuat banyak investor retail enggan menggunakannya. Trading forex, di sisi lain, dapat dilakukan hampir enam hari selama seminggu, 24 jam sehari, karena ada banyak bursa forex di seluruh dunia – selalu ada jam perdagangan yang aktif dalam satu zona waktu atau lainnya.

Biaya Trading Lebih Rendah

Trading forex membutuhkan biaya awal terendah, baik dari segi uang dan waktu, dalam hal modal trading dan biaya pelatihan/peralatan. Tidak seperti pasar keuangan lain, anda tidak memerlukan ribuan Dolar sebagai jumlah minimal untuk memulai trading forex, karena kita dapat trading dengan leverage (dana pinjaman), biasanya 100:1 atau lebih. Ini memungkinkan kita untuk menghasilkan keuntungan besar dari pergerakan harga yang kecil.

  • Biaya pelatihan dan peralatan: Broker forex biasanya menyediakan platform trading berfitur lengkap serta feed datanya, dan broker yang lebih baik menawarkan fasilitas tambahan seperti materi pelatihan gratis dan analisa pasar. Di broker saham online, trader biasanya harus mempertahankan jumlah saldo minimum atau volume perdagangan minimum untuk mendapatkan charting dan aplikasi trading yang berkualitas secara gratis dari brokernya atau mendapatkan akses ke riset yang bermanfaat.
  • Akun Praktik Bebas Risiko: Bahkan lebih baiknya lagi, mereka biasanya menyediakan akun demo atau akun latihan berfitur lengkap sehingga memungkinkan trader forex pemula yang cerdas untuk mensimulasikan sebagian besar pengalaman trading dan berlatih dengan uang mainan hingga mereka merasa siap untuk mengambil risiko menggunakan modalnya sendiri.
  • Biaya transaksi rendah: Sebagian besar broker forex tidak memungut biaya, komisi, atau biaya tersembunyi lainnya. Mereka mendapatkan uang dari selisih, yang disebut spread, antara harga beli dan harga jual, biasanya sepersepuluh ribu, disebut pip, dari harga. Tergantung pada ukuran lot yang diperdagangkan, rata-rata spread adalah dua pip, sehingga totalnya menjadi empat pip forex untuk membuka dan menutup posisi, dapat memiliki harga antara $0.40 hingga $40. Secara umum, biaya transaksinya sangat kompetitif dibandingkan dengan broker saham online.

Tidak Ada Pasar Bearish Dalam Trading Forex

Ketika pasar saham turun, anda dapat menghasilkan uang dengan melakukan shortsell, tetapi ini menimbulkan risiko tambahan, salah satunya adalah bahwa (setidaknya secara teori) anda mungkin memiliki kerugian tak terbatas. Pada kenyataannya, itu tidak mungkin terjadi – pada titik tertentu; broker anda akan mengakhiri posisi shortsell tersebut. Namun demikian, sebagian besar penasihat keuangan berhati-hati terhadap shortsell, dan banyak investor berpengalaman menggunakan stop loss paralel serta limit order untuk menahan risiko ini.

Dalam trading forex, anda dapat melakukan shortsell pada pasangan mata uang semudah anda bisa melakukan posisi long dan kedua posisi memiliki risiko yang sama. Tidak ada transaksi tambahan yang diperlukan untuk membatasi kerugian.

Tidak Ada Peraturan Fraksi: Untung di Pasar Bearish Sama Mudahnya Dengan Untung di Pasar Bullish

Sama seperti lebih mudah untuk tumbuh dengan mengikuti arus daripada melawannya, lebih mudah untuk mendapatkan keuntungan dengan trading ke arah tren pasar yang kuat. Berbeda dengan saham (dan pasar keuangan lainnya), dalam forex, mendapatkan keuntungan dari pasar yang turun dan naik adalah sama mudahnya. Ini adalah keuntungan besar dari pasar forex.

Selama tren naik, ketika harga naik, sebagian besar trader melakukan long, artinya membeli aset dengan harapan dapat menjualnya di harga yang lebih tinggi. Mereka berusaha untuk membeli di harga rendah dan menjual dengan harga tinggi, cara klasik yang diketahui banyak orang tentang investasi.

Selama tren turun, ketika harga turun, lebih mudah untuk mendapatkan keuntungan dengan trading mengikuti tren turun tersebut. Sehingga, trader saham yang lebih canggih mencoba untuk mengeksploitasi momentum penurunan dengan melakukan shortsell; yaitu, menjual saham yang dipinjam dengan harapan dapat membelinya kembali nanti dengan harga yang lebih rendah, mengembalikan saham yang dipinjam, dan mengambil keuntungan dari selisih – misalnya, menjual saham yang dipinjam seharga $100 per saham, membelinya kembali di harga $80, lalu mengembalikannya ke broker, dan mengantongi keuntungan $20 per saham.

Namun, sebagian besar bursa saham dikendalikan dan diregulasi oleh mereka yang memiliki kepentingan dalam menjaga harga saham tetap tinggi. Politisi yang mengawasi peraturan pasar dan eksekutif yang menjalankan operasional emiten tampak dapat bekerja lebih baik saat harga sahamnya naik dan cenderung mempertahankan kinerjanya tersebut.

Banyak dari bursa saham cenderung membuat keuntungan dari tren turun lebih sulit. Sebagai contoh, banyak bursa memiliki semacam aturan fraksi yang memungkinkan shortsell saham hanya saat harga naik. Kondisi ini membuat trader shortsell tidak bisa melakukan apa pun saat harga bergerak turun dan peluangnya mendukung mereka. Kondisi ini juga memaksa mereka untuk melakukan short sell saat harga naik dan mengalami kerugian setidaknya sampai tren turun terjadi. Selama tren turun kuat, yang menawarkan keuntungan tercepat, banyak orang yang tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti penurunan harga tersebut. Pada saat terjadi kepanikan pasar, yang bisa sangat menguntungkan bagi trader shortsell, bursa bahkan biasanya melarang sepenuhnya aksi short sell.

Kebebasan Regulasi Lebih Besar

Trading saham di bursa saham utama memiliki banyak peraturan dan batasan; sementara forex tidak memiliki banyak peraturan. Dalam beberapa hal, peraturan di bursa saham utama memberlakukan batasan yang mungkin tidak anda terima; ini mungkin dapat melindungi anda beserta investor lainnya, dan kondisi ini tidak dimiliki oleh pasar forex.

Tidak Ada Bursa Terpusat, dan Pihak Yang Memonopoli Harga

Di sebagian besar pasar saham, pihak ini adalah entitas tunggal yang berfungsi sebagai pembeli dan penjual terakhir serta mengendalikan spread, yang merupakan selisih antara harga beli dan harga jual dari saham tertentu. Meskipun secara teori mereka diatur dan diawasi untuk mencegah penyalahgunaan kekuatan memanipulasi harga serta mengorbankan perdagangan publik, pihak ini dapat mengetahui kapan mereka bisa lolos dari keterbatasannya dan memaksa anda untuk membeli di harga yang lebih tinggi atau menjual di harga yang lebih rendah.

Dalam forex, tidak ada pihak tunggal yang dapat mengatur harga suatu pasangan mata uang. Sebaliknya, banyak bursa dan broker bersaing untuk bisnis anda.

Meskipun kurangnya sentralisasi bursa dapat menyulitkan regulasi, persaingan serta mudahnya akses ke informasi harga membuat spread bid ask forex lebih kompetitif.

Ini Pilihan Anda

Ada banyak perbedaan forex dan saham lainnya. Kami hanya mengulas hal yang cukup mencolok dalam perbedaan forex dan saham. Singkatnya, pasar mata uang menghasilkan beberapa tren harga jangka panjang yang paling stabil serta cocok untuk investor pasif jangka panjang, dan juga dapat menyediakan cara-cara sederhana dan efektif untuk mendapatkan keuntungan di pasar bearish. Investasi mata uang yang tepat dapat memberikan keuntungan jangka panjang serta pendapatan yang stabil.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,337PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles