spot_img

Meningkatkan Kesuksesan Trading Dengan Trendline

“Cara membuat garis trendline adalah salah satu hal pertama yang dipelajari orang ketika mereka mempelajari analisa teknikal. Biasanya, mereka dengan cepat beralih ke topik yang lebih maju dan terlalu sering mengesampingkan tools teknikal yang paling sederhana ini. Namun anda akan kagum pada berharganya sebuah garis sederhana yang bisa digunakan ketika anda menganalisa pasar. Artikel ini akan menjelaskan psikologi dari trendline dan bagaimana membuat garis trendline dengan cara yang benar untuk meningkatkan kesuksesan trading anda.

“Trendline mewakili psikologi pasar, khususnya, psikologi antara bullish dan bearish. Jika garis tren miring ke atas, maka bullish memegang kendali. Jika garis tren miring ke bawah, maka bearish berada dalam kendali. Selain itu, sudut aktual atau kemiringan trendline dapat menentukan apakah pasar sangat optimis atau sangat pesimis”.

Dengan kata lain, trendline adalah alat yang dapat membantu anda mengidentifikasi tren pasar dan yang paling penting, perubahan tren. Sebagai permulaan, mari ktia pahami mengapa ini penting.

Di mana Kekayaan Dihasilkan – Perubahan Tren

Cara tercepat dan paling bebas risiko untuk menghasilkan uang di pasar adalah mengidentifikasi perubahan tren di pasar sedini mungkin. Ambil posisi anda (buy atau sell), ikuti tren, dan tutup posisi anda sebelum atau segera setelah tren kembali berbalik. Setiap trader profesional di pasar akan memberi tahu anda bahwa tidak mungkin untuk membeli di posisi terendah dan menjual di posisi tertinggi (atau menjual di posisi tertinggi dan membeli di posisi terendah) secara konsisten: tetapi dengan latihan, sangat mungkin untuk menangkap 60% hingga 80% dari sekian banyak pergerakan pasar jangka menengah dan jangka panjang.

Untuk dapat melakukan ini, pertama-tama anda harus tahu apa pasar yang berbeda, instrumen pasar apa yang tersedia, di mana dan bagaimana instumen pasar tersebut diperdagangkan, berapa kebutuhan marginnya, dan sebagainya. Dengan informasi ini, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi cara untuk menemukan pasar tertentu yang mungkin memiliki peluang investasi yang baik.

Untuk melakukan ini, anda bisa pergi ke perpustakaan dan melakukan tiga atau empat tahun penelitian pada semua pasar di dunia, tetapi pada saat anda menyelesaikan penelitian tersebut, anda akan melupakan setengah dari apa yang telah anda pelajari yang juga sebenarnya masih belum sepenuhnya anda kuasai. Alternatif lainnya adalah belajar melihat grafik dan menganalisa tren.

Menggunakan grafik candlestick atau batang adalah cara yang paling sederhana dan paling efektif untuk menganalisa tren ketika mencari potensi buy dan sell pada salah satu instrumen dari berbagai pasar. Dengan mempelajari beberapa teknik sederhana, anda dapat melihat sebanyak dua atau tiga ratus grafik dalam satu jam dan menarik keluar mawar dari air kotor. Kemudian, dengan pemeriksaan yang lebih hati-hati, anda dapat memilih yang terbaik dari yang terbaik, dan menyisakan lima hingga sepuluh pilihan yang layak untuk diteliti lebih lanjut. Ketika anda meneliti grafik ini, apa yang anda cari adalah bukti apakah suatu pasangan mata uang, saham, indeks, atau komoditas tertentu cenderung menghadapi perubahan tren.

Ada dua keuntungan penting, dan sering diabaikan ketika mengambil keputusan spekulatif dan investasi dengan menggunakan grafik.

Pertama, lebih mudah bagi sebagian besar orang untuk berpikir dalam hal gambar visual. Kedua, dengan menetapkan titik entry dan close yang konkret sesuai dengan grafik, anda dapat lebih mudah menjauhkan diri dari tekanan emosional yang seringkali membingungkan, khususnya ketika uang yang anda miliki dipertaruhkan.

Ingatlah bahwa konsistensi grafik teknikal adalah yang terbaik dalam jangka panjang., sedikit lebih buruk dalam jangka menengah, dan yang paling bervariasi dalam jangka pendek. Pola pada grafik ada karena para pelaku pasar merespons kondisi serupa dengan cara yang sama.

Cara Membuat Garis Trendline Untuk Menganalisis Trend

Dari bagian sebelumnya, kita sudah mengetahui apa itu tren. Tetapi untuk mengulasnya, tren adalah arah pergerakan harga yang berlaku dalam periode tertentu. Dalam tren naik, harga dari waktu ke waktu naik secara konsisten dan hanya terganggu oleh aksi jual sementara, sehingga tidak membentuk lower low dari aksi jual sebelumnya. Tren turun adalah kebalikan dari tren naik, di mana harga turun secara konsisten dan hanya terputus oleh reli sementara yang tidak membentuk higher high dari reli sebelumnya. Pada grafik, tren muncul seperti pola mata gergaji, di mana harga membuat higher high yang diikuti oleh higher low selama tren naik, dan lower low yang diikuti oleh lower high ketika reli dalam tren turun.

Dalam melakukan analisis trend pada grafik, alat yang paling berguna adalah trendline. Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan oleh seorang trader amatir dan profesional adalah tidak konsisten dalam mendefinisikan dan menggambar trendline. Agar bermanfaat, trendline harus secara akurat mencerminkan definisi tren. Metode yang saya buat sangat sederhana dan sangat konsisten. Ini cocok dengan definisi tren dan kesimpulan dari Dow Theory yang berkaitan dengan unsur-unsur perubahan tren:

Pilih periode waktu: Jangka panjang (bulan hingga tahun), jangka menengah (minggu hingga bulan), atau jangka pendek (hari hingga minggu). Ini juga bisa menjadi segmen yang lebih kecil, di mana perubahan kemiringan trendline juga lebih terlihat.

Cara Membuat Garis Trendline Untuk Tren Naik

Untuk tren naik dalam periode yang dipilih, buat sebuah garis dari titik yang paling rendah ke titik terendah yang lebih tinggi sebelum higher high sehingga garis tidak melewati harga di antara dua titik deret (Gambar 1 dan 2 di bawah). Perpanjang garis tersebut hingga melewati titik higher high. Ada kemungkinan bahwa harga melewati titik minor higher high. Bahkan, ini adalah salah satu indikasi perubahan tren, seperti yang akan segera ditunjukkan.

GAMBAR 1: Cara menggambar garis trendline untuk tren naik dengan benar – untuk tren naik, gambarkan garis tren dari lower low ke lower low sebelum higher high, tanpa melewati harga di antara dua titik.

GAMBAR 2: Cara membuat garis trendline yang salah – trendline ini salah karena meskipun menghubungkan lower low ke lower low sebelum higher high, garisnya melewati harga di antara dua titik. Kesalahan ini akan menghasilkan indikasi yang salah tentang kemungkinan perubahan tren.

Cara Membuat Garis Trendline Untuk Tren Turun

Untuk tren turun dalam periode yang dipilih, buat sebuah garis dari titik yang paling tinggi ke titik tertinggi sebelum lower low sehingga garis tersebut tidak melewati harga di antara kedua titik tertinggi tersebut. Perpanjang garis tersebut hingga melewati lower low (Gambar 3 dan 4 di bawah).

GAMBAR 3: Cara menggambar garis trendline untuk tren turun dengan benar – untuk tren turun, gambar garis dari higher high ke higher high yang terjadi sebelum lower low tanpa melewati harga di antara kedua titik.

GAMBAR 4: Cara membuat garis trendline yang salah – Trendline ini salah karena ditarik ke titik sebelum lower low. Perhatikan bahwa meskipun trendline pada gambar sebelumnya menunjukkan kemungkinan perubahan tren, garis ini tidak memberikan indikasi yang hampir sama kuatnya. Ini menunjukkan pentingnya konsistensi dalam menggambar trendline.

Walaupun metode ini cukup sederhana, ini sangat konsisten dan sangat akurat. Kemiringan dari trendline ini adalah perkiraan terdekat dengan kemiringan yang akan anda dapatkan dengan melakukan analisa linear regression pada data harga selama periode waktu yang sama. Tidak seperti metode lain, ini mencegah anda untuk menggambar trendline yang tidak sesuai dengan tujuan anda – itu mencegah anda untuk memaksakan keinginan ketika menggambar trendline. Ini juga memberikan dasar untuk menentukan secara grafis kapan perubahan tren terjadi.

Untuk mengidentifikasi perubahan tren semudah 1-2-3

Cara ideal untuk berspekulasi adalah membeli di bagian bawah dan menjual di bagian atas dalam tren. Jelas, ini tidak mungkin dilakukan dengan konsistensi absolut; pasar terlalu tidak pasti. Tetapi ada cara untuk menentukan secara teknikal kapan perubahan tren terjadi sehingga anda dapat menangkap 60% hingga 80% dari sebagian besar pergerakan harga komoditas dan ekuitas jangka panjang.

Ada tiga perubahan dasar dalam pergerakan harga yang ketika terjadi bersamaan dapat menentukan perubahan tren di pasar mana pun: forex, saham, komoditas, obligasi, dll. Perubahannya adalah:

1. Trendline ditembus. Harga melewati trendline yang digambarkan pada grafik (Gambar 5).

GAMBAR 5: Menembus trendline menengah – indikasi pertama dari perubahan tren adlaah ketika harga menembus trendline menengah yang ditarik dengan benar. Kondisi 1 dari 1-2-3 kriteria perubahan tren.

2. Tren berhenti membuat higher high dalam tren naik atau lower low dalam tren turun. Misalnya, dalam tren naik setelah sell-off kecil, harga akan kembali naik tetapi gagal untuk melampaui higher high sebelumnya atau nyaris tidak menembus harga tertinggi dan kemudian gagal. Kebalikannya akan terjadi dalam tren turun. Ini sering digambarkan sebagai “pengujian” dari titik tinggi atau rendah. Kondisi ini biasanya, tetapi tidak selalu, terjadi ketika tren sedang dalam proses perubahan. Ketika itu tidak terjadi, pergerakan harga hampir selalu didorong oleh berita penting, yang menyebabkan harga gap up atau down dan bergerak tidak menentu seperti pergerakan harga “normal” (Gambar 6).

GAMBAR 6: Sebuah pengujian dan kegagalan tinggi menengah – indikasi kedua dari perubahan tren terjadi ketika harga mendekati tetapi tidak mencapai tinggi sebelumnya dan kemudian gagal. Kondisi 2 dari 1-2-3 kriteria perubahan tren.

3. Harga bergerak di atas reli minor high jangka pendek sebelumnya dalam tren turun, atau di bawah minor low jangka pendek sebelumnya dalam tren naik (Gambar 7).

GAMBAR 7: Penembusan di bawah low menengah sebelumnya – indikasi ketiga dan terakhir dari perubahan tren adalah terjadi ketika harga menembus ke bawah minor low penting. Kondisi 3 dari 1-2-3 kriteria perubahan tren.

Pada titik di mana ketiga peristiwa ini terjadi secara grafis, ada yang setara dengan konfirmasi Dow Theory tentang perubahan tren. Salah satu dari dua kondisi pertama saja merupakan bukti kemungkinan perubahan tren. Dua dari tiga meningkatkan kemungkinan perubahan tren. Dan tiga dari tiga mendefinisikan perubahan tren.

Untuk melihat perubahan tren pada grafik, yang harus anda lakukan adalah menerjemahkan prinsip-prinsip ini ke dalam istilah grafis sebagai berikut (lihat kembali Gambar 5-7):

  1. Gambar trendline seperti yang dijelaskan di atas.
  2. Untuk tren turun, gambar garis horizontal pada titik terendah yang terjadi saat ini. Gambar garis horizontal kedua pada minor rally high sebelumnya.
  3. Untuk tren naik, gambar garis horizontal pada titik tertinggi yang terjadi saat ini. Gambarlah garis horizontal kedua pada minor sell-off low sebelumnya. 

Pertimbangkan kasus tren naik. Jika harga melewati trendline, tandai grafik pada perpotongan tersebut dengan label 1. Jika harga mendekati, menyentuh, atau sedikit menembus garis horizontal yang sama dengan high saat ini dan kemudian gagal menembusnya, tandai grafik pada titik tersebut dengan label 2. Jika harga melewati garis yang sama dengan sell-off low sebelumnya, tandai grafik pada titik tersebut dengan label 3. Jika dua dari tiga kondisi terpenuhi, ada kemungkinan bagus bahwa perubahan tren akan terjadi. Jika ketiga kondisi tersebut terpenuhi, perubahan tren telah terjadi dan kemungkinan besar akan berlanjut ke arah yang baru.

Setelah sedikit latihan, anda bisa belajar untuk menggunakan tiga kriteria perubahan tren secara visual dan memikirkannya dalam hal 1-2-3: (1) Menembus trendline; (2) Menguji high atau low sebelumnya; (3) Menembus rally high atau minor sell-off sebelumnya. Semudah 1-2-3 tren telah berubah!

Tentu, trading dengan aturan ini saja tidak 100% efektif. Kondisi pasar yang tidak likuid, sensitif terhadap berita, dan pasar yang sangat spekulatif seperti pada pasar forex, pasar cryptocurrency, dan pasar saham secara khusus cenderung memicu pembalikan tiba-tiba (lihat gambar 7.9). Jika anda trading dengan kriteria 1-2-3 atau dalam hal ini kriteria perubahan tren lainnya, dan pasar berbalik arah, hal itu disebut “dicambuk” atau “dikacaukan”. Cara terbaik untuk menghindari dicambuk, atau untuk meminimalkan kerugian anda jika anda dicambuk, adalah dengan mengikuti aturan ini:

  1. Hanya trading di pasar yang sangat likuid yang secara historis tidak mengalami pembalikan tiba-tiba dan besar. Pada grafik, pasar tidak likuid ditandai oleh pergerakan harga yang besar dengan aktivitas yang jarang (Gambar 7.8).
  2. Hindari, jika mungkin, pasar yang sangat sensitif terhadap berita atau pasar yang sangat terpengaruh oleh perubahan radikal dan intervensi moneter serta fiskal pemerintah. Grafik pasar tersebut akan diisi dengan “gap” – perubahan besar dan tiba-tiba dalam harga tanpa ada harga yang terbentuk di antara perubahan tersebut.
  3. Ambil posisi hanya ketika titik close posisi dapat ditentukan pada level resistance atau support sebelumnya, sehingga memungkinkan anda untuk meminimalkan kerugian khususnya jika pasar membuktikan anda salah. Titik close posisi ini disebut “Stop Loss”, di mana hal ini dipasang bersama order anda, atau bisa ditentukan dan dieksekusi sendiri, yang disebut juga sebagai mental stop.

Trading dengan kriteria 1-2-3 adalah metode sederhana dan efektif, yang jika diterapkan dengan hati-hati, akan bekerja lebih sering daripada tidak. Satu hal negatif ketika trading adlaah bahwa pada saat ketiga kondisi terpenuhi, anda terkadang kehilangan sebagian besar dari pergerakan harga. Namun, ada pengamatan lain yang dapat membantu anda memutuskan untuk mengambil posisi lebih awal. Salah satunya dan favorit pribadi saya adalah apa yang saya sebut kriteria “2B”.

Indikator Trendline Akurat

Cara terbaik untuk menganalisis trend dan mengidentifikasi perubahan tren dengan peluang keberhasilan yang lebih tinggi disajikan di atas, tetapi ada juga trader yang menggunakan indikator trendline akurat untuk mengukur “kondisi pasar”. Indikator trendline akurat ini dapat berupa:

Trader lain menggunakan auto trendline indicator, yang secara otomatis akan mengidentifikasi penembusan garis tren berdasarkan beberapa aturan yang telah ditentukan. Auto trendline indicator sebenarnya adalah EA Forex atau Robot Forex.

Memahami cara membuat garis trendline untuk menganalisis trend adalah penting, tetapi jika anda membutuhkan bantuan, maka MetaTrader 5 menyediakan beberapa alat canggih untuk menggambar trendline, termasuk indikator tren dan trendline.

Tambahan, gunakan Expert Advisor Generator untuk membuat auto trendline indicator hanya dalam beberapa kalik klik dan tanpa menulis kode. Anda juga dapat menguji sinyal tersebut dengan melakukan pengujian ulang.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,339PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles