spot_img

Apa Itu Trading Crypto dan Bagaimana Cara Kerjanya

Anda mungkin tertarik untuk mempelajari apa itu trading crypto jika anda ingin melakukan spekulasi pada cryptocurrency tanpa memiliki aset digital tersebut atau untuk trading menggunakan leverage, sehingga anda hanya perlu menyiapkan modal dengan jumlah yang jauh lebih kecil.

Seiring meningkatnya daya tarik cryptocurrency di tengah semakin ketatnya regulasi dan sorotan dari media besar, crypto trading telah menjadi salah satu bentuk investasi yang paling menarik.

Bagaimana Cara Menggunakan Panduan Ini?

Pelajari apa itu trading crypto dan anatomi trading CFD crypto

Buka akun demo dan praktikkan strategi trading kripto menggunakan dana virtual

Jika anda sudah siap, buka akun live dan mulai trading crypto

Apa Itu Trading Crypto?

Trading crypto adalah melakukan spekulasi terhadap pergerakan harga cryptocurrency menggunakan akun Contract for Difference (CFD) atau membeli dan menjual koin melalui bursa. CFD trading adalah jenis kontrak derivatif yang memungkinkan anda untuk melakukan spekulasi pada Bitcoin (BTC) dan perubahan harga cryptocurrency lainnya tanpa harus memiliki aset dasarnya.

Misalnya, anda bisa membuka posisi long (beli) jika anda memperkirakan harga suatu cryptocurrency akan naik, atau short (jual) jika anda memperkirakan harga suatu cryptocurrency akan turun. Keduanya adalah instrumen yang menggunakan leverage, yang berarti anda hanya membutuhkan sejumlah deposit, yang dikenal sebagai margin trading crypto, untuk mendapatkan eksposur ke aset dasarnya. Namun, karena keuntungan atau kerugian anda masih ditentukan berdasarkan ukuran total posisi anda, maka trading cryptocurrency menggunakan leverage dapat meningkatkan keuntungan dan kerugian anda.

Sebelum anda berpikir untuk memulai trading crypto, penting bagi anda untuk memiliki pemahaman tentang aset ini dan teknologinya. Terlebih, Bitcoin merupakan awal kemunculan dari ribuan cryptocurrency lainnya.

Sama seperti trading saham, trading forex dan trading online lainnya, crypto trading dapat menjadi hal yang rumit, karena melibatkan berbagai komponen dan membutuhkan pengetahuan. Di sisi lain, selama beberapa tahun terakhir, muncul berbagai aset digital yang dapat diperdagangkan untuk mencari keuntungan. Semua cryptocurrency lainnya selain BTC dikenal sebagai altcoin, di mana altcoin terbesar adalah Ether (ETH).

Artikel ini akan menjelaskan tentang strategi trading crypto dan membiasakan diri anda dengan platform dan aplikasi trading crypto terbaik, anatomi trading, gaya trading, dan peran analisis teknikal serta fundamental dalam menciptakan strategi trading yang komprehensif.

Mengapa Trading Cryptocurrency?

Ketika anda melakukan trading cryptocurrency melalui broker CFD, anda pada dasarnya melakukan spekulasi terhadap apakah aset yang anda transaksikan akan naik atau turun, tanpa memiliki aset digital tersebut. Kuotasi harganya menggunakan mata uang tradisional seperti Dolar AS dan Euro, namun anda tidak benar-benar memiliki aset cryptocurrency tersebut.

Kelebihan Trading Crypto Adalah:

Volatilitas

Volatilitas adalah ukuran seberapa besar harga suatu aset bergerak naik atau turun dari waktu ke waktu. Semakin volatil suatu aset, semakin tinggi risikonya sebagai instrumen investasi – dan semakin besar potensi keuntungannya karena dapat menawarkan tingkat pengembalian atau kerugian yang lebih tinggi selama periode waktu yang lebih singkat dibandingkan aset yang tidak terlalu volatil.

Volatilitas cryptocurrency adalah sesuatu dari apa yang membuat pasar ini begitu menarik. Pergerakan harga intraday yang besar dapat memberikan berbagai peluang untuk membuka posisi long dan short, meskipun juga disertai dengan peningkatan risiko. Jadi, jika anda memutuskan untuk menjelajahi pasar cryptocurrency, pastikan anda telah melakukan riset dan mengembangkan strategi manajemen risiko.

Jam Pasar

Pasar cryptocurrency tersedia 24 jam sehari, dan tujuh hari seminggu karena tidak memiliki tata kelola pasar yang terpusat. Akan tetapi, tingkat likuiditasnya dapat bervariasi dan transaksi anda lebih mungkin dieksekusi ketika aktivitasnya tinggi.

Transaksi cryptocurrency dilakukan secara langsung atau antar individu, di bursa kripto di seluruh dunia. Namun, kemungkinan akan ada waktu jeda yaitu ketika pasar menyesuaikan dengan pembaruan infrastruktur, atau “fork”.

Peningkatan Likuiditas

Likuiditas adalah ukuran seberapa cepat dan mudah sebuah cryptocurrency dapat dikonversi menjadi uang tunai, tanpa memengaruhi harga pasarnya. Likuiditas penting karena dapat menghasilkan harga yang lebih baik, waktu transaksi yang lebih cepat, dan meningkatnya akurasi untuk analisis teknikal.

Secara umum, pasar cryptocurrency dianggap tidak likuid karena transaksinya tersebar di beberapa bursa, yang berarti bahwa sebuah transaksi kecil dapat berdampak besar terhadap harga pasar. Ini adalah bagian dari alasan mengapa pasar cryptocurrency sangat fluktuatif.

Namun, ketika anda memperdagangkan cryptocurrency menggunakan CFD atau aplikasi trading crypto terbaik, anda bisa mendapatkan likuiditas yang lebih baik karena mereka mendapatkan harga dari berbagai tempat. Ini berarti transaksi anda lebih mungkin untuk dieksekusi dengan cepat dan dengan biaya yang lebih rendah (spread dan slippage).

Memungkinkan Long atau Short

Ketika anda membeli cryptocurrency, anda membeli dengan harapan harganya akan naik. Tetapi ketika anda melakukan spekulasi terhadap harga cryptocurrency, anda dapat memanfaatkan penurunan harganya, serta kenaikannya. Ini dikenal sebagai short.

cryptocurrency adalah

Misalnya, anggap anda memutuskan untuk membuka posisi short pada CFD Bitcoin karena anda yakin bahwa harganya akan turun. Jika anda benar, atau Bitcoin ternyata turun, maka transaksi anda akan untung. Namun, jika harga Bitcoin naik, maka transaksi anda akan rugi.

Leverage

Karena CFD trading adalah produk yang menggunakan leverage, maka hal ini memungkinkan anda untuk membuka posisi menggunakan “margin” – deposit yang jumlahnya lebih kecil dari nilai transaksi yang sebenarnya. Dengan kata lain, anda bisa memiliki eksposur cryptocurrency yang lebih besar namun dengan jumlah modal yang lebih kecil.

Keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari transaksi cryptocurrency anda akan tetap dihitung berdasarkan nilai transaksi anda yang sebenarnya ketika posisi tersebut ditutup. Oleh karenanya, trading menggunakan margin menawarkan anda kesempatan untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar namun dengan jumlah investasi yang lebih kecil. Akan tetapi, hal ini juga dapat meningkatkan kerugian, termasuk kerugian yang dapat melebihi jumlah deposit anda. Oleh karenanya, sangat penting untuk mempertimbangkan nilai total dari posisi yang menggunakan leverage sebelum melakukan trading menggunakan CFD.

Penting juga untuk memastikan bahwa anda memiliki strategi pengelolaan risiko dan uang yang sesuai, yang mencakup level stop dan take profit yang sesuai.

Pembukaan Akun Lebih Cepat

Ketika anda membeli cryptocurrency, anda perlu membeli dan menjualnya melalui bursa, yang mengharuskan anda untuk membuat akun bursa dan menyimpan cryptocurrency di dompet digital anda sendiri. Proses ini dapat menyulitkan dan memakan waktu.

Tetapi ketika menggunakan aplikasi trading atau platform trading, anda tidak akan membutuhkan akses ke bursa secara langsung karena aplikasi tersebut telah mewakilinya atas nama anda. Anda tidak perlu mengatur dan mengelola akun bursa, sehingga anda dapat mengatur dan siap untuk trading lebih cepat. Bahkan, anda telah bisa melakukan trading dalam waktu kurang dari lima menit, hanya dengan mengisi formulir sederhana dan melakukan verifikasi online secara instan.

Contoh Trading Crypto

Untuk membantu anda dalam memahami cara trading crypto, kami telah membuat dua contoh trading crypto serta hasilnya.

Contoh Trading Bitcoin: Beli Bitcoin atau Long

Mari kita asumsikan bahwa Bitcoin diperdagangkan di harga jual/beli 40.200/40.300 USD. Anda ingin membeli 1 CFD (Unit) karena anda memperkirakan harga Bitcoin akan naik. Bitcoin memiliki leverage 1:2 atau tingkat margin 50%, yang berarti anda hanya perlu melakukan deposit sebesar 50% dari nilai posisi anda sebagai margin.

Dalam contoh ini, margin CFD anda adalah $20.150 (50% x (1 unit x harga beli $40.300).

Hasil A: Transaksi Untung

Jika prediksi anda benar dan harga Bitcoin selama beberapa jam atau hari berikutnya melonjak, maka anda telah melakukan transaksi yang menguntungkan. Jika harga jual/beli ketika anda memutuskan untuk menutup posisi adalah 42.200/42.300 USD, maka anda akan menjualnya di harga 42.300 (harga jual baru).

Harga telah bergerak $2000 (42.300 – 40.300) sesuai dengan perkiraan anda. Kalikan ini dengan ukuran posisi anda (1 unit) untuk menghitung laba kotor anda yaitu $2.000.

Jika posisinya ditutup pada siang hari, maka tidak akan ada biaya swap dan keuntungan bersih anda adalah $2.000.

Jika posisinya ditutup setelah beberapa hari, maka akan ada biaya swap sesuai dengan spesifikasi rollovernya.

Hasil B: Transaksi Rugi

Jika prediksi anda salah, transaksi CFD Bitcoin tersebut akan menghasilkan kerugian. Mari kita asumsikan bahwa harga Bitcoin selama satu jam berikutnya turun menjadi $41.700/$41.800. Karena anda ingin membatasi kerugian jika harganya terus turun, maka anda memutuskan untuk menjualnya di $41.000 (harga jual baru).

Harga telah bergerak berlawanan $1.400 (41.700 – 40.300). Kalikan jumlah tersebut dengan ukuran posisi anda (1 unit), sehingga kerugian anda adalah $1.400.

Contoh Trading CFD: Jual Ether

Asumsikan Ethereum EUR diperdagangkan di €3.542/3.544, dan anda ingin menjual 1,5 CFD (unit) karena anda memperkirakan harganya akan turun. Ethereum memiliki leverage 1:2 atau tingkat margin 50%, yang berarti anda hanya perlu melakukan deposit 50% dari nilai posisi anda sebagai margin.

Dalam contoh ini, margin CFD anda adalah €2.656,5 (50% x (1,5 unit x harga jual €3.542)). Ingat bahwa jika harga bergerak berlawanan, anda berpotensi mengalami kerugian lebih besar dari margin awal anda yaitu €2.656,5.

Hasil A: Transaksi Untung

Prediksi anda benar, dan harga kemudian turun ke harga 3340/3342 EUR. Anda memutuskan untuk menutup transaksi tersebut dengan membeli kembali di €3.342 (harga beli baru).

Harga telah berubah €200 (3542 – 3342) sesuai dengan perkiraan anda. Kalikan ini dengan ukuran posisi anda (1,5 unit) untuk menghitung jumlah keuntungan anda, yaitu €300.

Jika posisinya ditutup setelah lebih dari 1 hari, maka biaya inap akan ditambahkan ke keuntungan sesuai dengan spesifikasi rollovernya.

Hasil B: Transaksi Rugi

Sayangnya, prediksi anda salah dan harga Ethereum EUR selama satu jam berikutnya naik menjadi 3580/3582 EUR. Anda memperkirakan harga akan terus naik, sehingga untuk membatasi potensi kerugian, anda memutuskan untuk membeli di €3582 (harga beli baru).

Harga telah bergerak berlawanan €140 (3682 – 3542). Untuk menghitung kerugian anda, kalikan ini dengan ukuran posisi anda (1,5 unit), sehingga hasilnya adalah €210.

Gaya Trading Crypto

Ada berbagai gaya yang dapat digunakan untuk melakukan trading crypto, di mana masing-masing gaya dapat bekerja pada lingkungan pasar tertentu dan memiliki risikonya tersendiri.

High Frequency Trading (HFT)

HFT adalah strategi trading algoritmik yang digunakan oleh quant trader. Strategi trading ini dilakukan dengan cara mengembangkan algoritma dan robot trading yang dapat membantu trader dalam membuka dan menutup posisi secara cepat. Mengembangkan bot semacam ini membutuhkan pemahaman tentang konsep pasar yang kompleks dan pengetahuan yang kuat tentang matematika dan ilmu komputer. Oleh karenanya, gaya trading ini lebih cocok untuk trader tingkat lanjut dibandingkan trader pemula.

Scalping

Scalping adalah sebuah metode trading di mana trader biasanya melakukan beberapa transaksi setiap harinya, dan mencoba untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga yang kecil. Meskipun memiliki risiko yang tinggi, trader crypto mencoba menjaga persyaratan margin dan aturan penting lainnya untuk menghindari hal buruk. Seorang scalper biasanya akan menganalisis aset crypto, tren masa lalu, dan memilih titik entry dan exit dalam hitungan menit.

Day Trading

Day trading adalah aktivitas membuka dan menutup posisi pada hari yang sama. Tujuan seorang trader ketika menggunakan strategi ini adalah untuk membukukan keuntungan dari pergerakan harga intraday cryptocurrency pilihannya. Untuk melakukan intraday trading, seorang trader biasanya menggunakan indikator teknikal untuk menentukan titik entry dan exit.

Swing Trading

Swing trading adalah membuka posisi ketika tren berbalik, lalu berlanjut. Anda membuka posisi tepat ketika harga “berayun” melewati resistance sebelumnya, yang menunjukkan bahwa tren crypto tersebut telah menemukan kekuatan baru. Kesuksesan swing trading bergantung pada interpretasi panjang dan durasi setiap swing, karena ini menentukan level support dan resistance yang penting.

Position Trading

Position trading berarti membuka posisi jangka panjang atau untuk mengikuti tren dengan cara membuka posisi ketika harga mengalami pullback ke sekitar level support, menunggu untuk melihat apakah support tersebut bertahan, dan kemudian membuka posisi long setelah tren jangka panjang kembali memantul dari support dan berlanjut. Gaya ini dikaitkan dengan tren jangka panjang (jadi perhatikan fundamental jangka panjang yang relevan).

Strategi Trading Crypto

Ada banyak teknik yang dapat digunakan oleh trader untuk melakukan spekulasi terhadap fluktuasi harga di pasar crypto. Seorang trader crypto harus menyusun strategi yang kuat dan didukung oleh penelitian, memiliki rencana yang baik tentang kapan harus membuka posisi dan kapan harus menutup posisinya.

Trend Trading

Strategi trend following cryptocurrency didasarkan pada harapan bahwa harga akan terus berlanjut dan trennya tidak akan berbalik. Ini berarti bahwa jika anda melihat tren naik, maka anda dapat terus mempertahankan posisi beli anda dan mencermati kenaikan harganya, dan baru akan menjual aset anda jika trennya sedang turun. Trend trader tidak memiliki pandangan yang tetap tentang ke mana harga akan bergerak atau ke arah mana.

Range Trading

Range trading terjadi ketika suatu cryptocurrency diperdagangkan di antara harga tertinggi dan terendah selama periode waktu tertentu. Trader crypto akan menggunakan berbagai pendekatan analisis teknikal untuk mengidentifikasi level support dan resistancenya sebelum membuka posisi: jual di sekitar resistance, dan beli di sekitar support.

Breakout Trading

Hipotesis di balik breakout trading cukup sederhana. Jika level support dan resistance membuat harga tertahan di rentang tertentu, maka penembusan rentang tersebut mengindikasikan akan ada pergerakan harga yang lebih besar. Seorang trader breakout akan membuka posisi long atau short setelah harga bergerak ke luar area support atau resistance tertentu. Level dan pola grafik yang menjadi acuan penembusan dapat ditafsirkan secara berbeda oleh trader yang berbeda. Jika harga menembus tetapi kemudian berbalik dengan cepat, maka itu dapat dianggap sebagai fakeout, atau false breakout.

Arbitrage Trading

Arbitrage dalam crypto trading adalah ketika seorang trader membeli cryptocurrency di satu bursa dan mendapatkan keuntungan dengan cara menjualnya di bursa lain dengan harga yang lebih tinggi.

Pasangan cryptocurrency dapat memfasilitasi peluang arbitrase. Ketika harga suatu cryptocurrency yang terdiri dari altcoin dan Bitcoin pada satu bursa dan bursa lainnya berbeda, maka trader dapat memperoleh keuntungan dengan cara memanfaatkan perbedaan harga tersebut. Sementara arbitrase adalah mekanisme keuangan yang rumit dan biasanya dilakukan secara otomatis oleh software pemantau harga, namun arbitrase dapat membuat harga aset digital di beberapa bursa menjadi lebih stabil.

News Trading

Mencari berita cryptocurrency dengan mengandalkan media sosial adalah salah satu kesalahan yang cenderung dilakukan oleh investor baru. Keputusan investasi tidak boleh didasarkan pada hype yang terjadi di media sosial. Karena mata uang digital adalah sebuah topik hangat, maka informasi palsu tentang topik ini cenderung menyebar dengan cepat.

Alat Trading Crypto

Mampu mendeteksi pola dan siklus adalah hal yang penting untuk memahami perspektif para pelaku pasar. Mengetahui di mana posisi anda di pasar secara keseluruhan adalah hal yang paling penting. Anda tentunya ingin menjadi seorang peselancar berpengalaman yang tahu kapan ombak yang sempurna akan tiba alih-alih mendayung dengan lesu di perairan seraya berharap sesuatu yang hebat akan terjadi.

Perspektif mikro juga penting dalam menentukan strategi anda yang sebenarnya. Ada sejumlah besar indikator teknikal yang dapat digunakan oleh trader untuk mendapatkan gambaran tentang penawaran dan permintaan cryptocurrency dan psikologi pasar.

Ide inti di balik analisis teknikal adalah bahwa pergerakan harga historis dapat menunjukkan bagaimana pasar cenderung bergerak di masa depan.

Tetapi bagaimana cara menentukan potensi aset kripto tertentu di pasar?

Sementara analisis teknikal dilakukan dengan cara mempelajari data pasar dan untuk menentukan strategi trading seseorang, analisis fundamental dilakukan dengan cara mempelajari industri yang mendasarinya, teknologi, atau aset yang terdiri dari pasar tertentu.

Bagaimana seseorang dapat menentukan apakah suatu aset didasarkan pada fundamental yang kuat dibandingkan hype, teknologinya yang dilebih-lebihkan, atau lebih buruk – tidak ada sama sekali?

Untuk analisis cryptocurrency, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan:

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan konsep pola harga masa lalu dan indikator teknikal untuk menganalisis grafik serta memprediksi pergerakan harga di masa depan. Ini dapat diterapkan pada pasar apa pun, termasuk cryptocurrency seperti Bitcoin (BTC).

Jika dilakukan dengan benar, analisis teknikal dapat membantu anda untuk memprediksi harga terendah dan tertinggi Bitcoin selama periode waktu yang berbeda secara akurat. Prediksi semacam itu akan membantu anda dalam membuat keputusan yang baik dan berdasarkan data, atau untuk membeli Bitcoin dengan harga yang wajar dan menjualnya dengan menguntungkan.

Untuk melakukan analisis teknikal, anda membutuhkan aplikasi trading crypto terbaik yang menyediakan alat yang andal dan canggih.

Di antara beberapa alat yang digunakan dalam analisis teknikal, beberapa hal berikut ini dapat berguna bagi trader pemula.

Siklus Pasar

Siklus pasar dapat dibagi menjadi empat bagian utama: akumulasi, markup, distribusi, dan penurunan. Ketika harga bergerak di antara fase-fase ini, maka trader akan terus menyesuaikan posisinya dengan cara mengkonsolidasikan atau mengoreksi yang mereka anggap perlu.

Bullish dan bearish adalah dua hal yang sangat berbeda dan saling berlawanan satu sama lain. Sangat penting bagi trader untuk mengetahui posisinya saat ini dan tren mana yang saat ini mendominasi pasar.

Analisis teknikal diperlukan tidak hanya untuk memposisikan diri dalam dinamika pasar yang selalu berubah, tetapi juga untuk melakukan navigasi ketika pasang surut terjadi.

Arah Tren

Tren adalah arah pergerakan harga, yang ditentukan berdasarkan posisinya di masa lalu. Tren terdiri dari puncak dan dasar. Arah puncak dan dasarnya itulah yang akan membentuk tren pasar. Apakah puncak dan dasarnya bergerak naik, turun, atau menyamping menunjukkan arah tren.

  • Tren naik terdiri dari puncak dan dasar yang naik. Higher high dan higher low.
  • Tren turun terdiri dari puncak dan dasar yang turun. Lower high dan lower low.
  • Trend sideways (konsolidasi) adalah ketika harga bergerak sideways atau bergerak dalam rentang horizontal.

Panjang Tren

Charles Dow mengembangkan serangkaian prinsip untuk memahami dan menganalisis perilaku pasar, yang kemudian dikenal sebagai Dow Theory, dasar analisis teknikal. Charles Dow percaya bahwa harga bergerak dalam gelombang atau tren. Dia percaya bahwa seperti pasang surut, ombak akan bergerak lebih jauh ke arah pantai dengan setiap pasang surutnya, dan menyebabkan riak yang lebih kecil, demikian juga kenaikan harga aset. Sebaliknya, begitu air pasang mencapai puncaknya dan berubah untuk bergerak lebih jauh ke bawah pantai hingga air surut, demikian juga harga aset. Ini tampak seperti konsep yang sederhana, tetapi ini adalah bagian dari dasar studi tren modern.

Berdasarkan panjangnya, ada 3 jenis tren cryptocurrency:

  • Primer – Jangka panjang (yaitu, 1 tahun atau lebih): pasang surut dalam penjelasan Dow
  • Sekunder – Menengah (yaitu, 1 hingga 3 bulan): gelombang
  • Minor – Jangka pendek (yaitu, kurang dari 1 bulan): riak

Support dan Resistance

Dua alat analisis teknikal yang paling banyak digunakan adalah “support” dan “resistance”, yang cenderung menjadi pembatas pergerakan harga di pasar, atau mencegah harga bergerak terlalu jauh ke arah tertentu.

Support adalah level harga yang cenderung bertindak sebagai dasar dan mencegah harga turun lebih lanjut. Seperti yang dapat anda lihat pada grafik di bawah ini, level support juga bertepatan dengan peluang beli karena ini adalah area di mana para pelaku pasar bersiap untuk mendorong harga naik lebih lanjut.

Level resistance juga dianggap sebagai batas tertinggi karena level harga ini mewakili area di mana reli kehabisan tenaganya.

Berikut adalah beberapa jenis level support/resistance yang paling sering digunakan dalam trading crypto.

  • Trend line adalah sebuah garis lurus yang menghubungkan 2 titik harga atau lebih dan kemudian diperpanjang ke masa depan serta bertindak sebagai garis support atau resistance.
  • Moving Average dapat digunakan untuk melacak level support dari tren naik selain level resistance dari tren turun. Dengan menambahkan standar deviasi 2 di atas dan di bawah Simple Moving Average, maka trader crypto akan mendapatkan indikator canggih lainnya yaitu Bollinger Bands.
  • Fibonacci Retracement adalah level (61,8%, 38,2%, dan 23,6%) yang dapat digunakan untuk memperkirakan koreksi cryptocurrency sebelum akhirnya harga bergerak ke arah semula dan dapat digunakan untuk menempatkan entry, stop loss, atau target harga.
  • Pivot Point adalah indikator yang digunakan untuk menentukan tren pasar dalam rentang waktu yang berbeda. Pivot point sendiri adalah rata-rata dari harga tertinggi, terendah, dan penutupan pada hari perdagangan sebelumnya.
  • Ichimoku Cloud adalah kumpulan indikator teknikal yang menunjukkan level support dan resistance, serta momentum dan arah tren.

Oscillator

Dalam hal trading crypto dan analisis teknikal, indikator Oscillator adalah indikator dasar untuk mengevaluasi Bitcoin atau mata uang digital lainnya. Selain bergerak sesuai dengan harga aktual aset, pergerakannya juga berosilasi di antara dua nilai yang tetap, sehingga dapat membantu trader dalam mengukur pergerakan arah serta kekuatan atau momentumnya. Oleh karenanya, dengan menggunakan indikator oscillator, anda dapat mengetahui apakah tren suatu cryptocurrency sedang naik atau turun serta seberapa cepat pergerakannya ke arah tersebut.

Para analis pasar telah mengembangkan beberapa indikator oscillator populer:

  • Indikator Stochastic mengukur apakah harga cryptocurrency telah menjadi tren, kehilangan momentum, atau hanya diperdagangkan di rentang harga tertentu.
  • Relative Strength Index (RSI) adalah indikator momentum yang mengukur besarnya perubahan harga baru-baru ini, serta untuk menganalisis kondisi jenuh beli atau jenuh jual.
  • Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah indikator momentum trend-following yang menunjukkan hubungan antara dua moving average dengan harga cryptocurrency.

Pola Grafik

Pola grafik adalah pola yang dapat membantu dalam memperkirakan apa yang akan terjadi pada pergerakan harga selanjutnya, berdasarkan apa yang telah terjadi di masa lalu.

Ada dua jenis pola grafik yang paling banyak digunakan, yaitu pola candlestick Jepang dan pola grafik Barat.

Bagaimana hal ini berhubungan dengan crypto trading? Disebut candlestick karena bentuknya persegi panjang dan garis di atas dan/atau di bawahnya menyerupai sumbu. Bagian lebar dari candlestick adalah tempat harga pembukaan atau penutupan, tergantung pada warnanya. Sumbu mencerminkan rentang harga selama periode waktu tertentu. Candlestick dapat menggambarkan periode waktu yang berbeda, mulai dari satu menit hingga satu hari dan seterusnya, dan menunjukkan pola yang berbeda tergantung pada kerangka waktu yang digunakan.

Pola grafik barat biasanya diklasifikasikan sebagai pola pembalikan atau pola kelanjutan, tetapi ini adalah generalisasi yang digunakan untuk membantu kita dalam mengenal polanya. Pola pembalikan sering kali diikuti oleh pembalikan tren, dan pola kelanjutan sering kali diikuti oleh penembusan naik atau turun.

Pola grafik yang paling banyak digunakan dalam trading crypto adalah:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental adalah pendekatan yang digunakan oleh investor untuk menetapkan “nilai intrinsik” dari suatu aset atau bisnis. Dengan melihat beberapa faktor internal dan eksternal, tujuan utamanya adalah untuk menentukan apakah aset atau bisnis tersebut overvalued atau undervalued. Investor kemudian dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk membuka atau menutup posisinya.

Dalam hal pasar crypto, analisis fundamental digunakan untuk menganalisis faktor eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan harganya.

Jaringan cryptocurrency tidak dapat sepenuhnya dinilai seperti bisnis tradisional. Adapun, koin yang bersifat terdesentralisasi seperti Bitcoin (BTC) cenderung disamakan dengan komoditas. Sementara cryptocurrency yang lebih terpusat (seperti yang diterbitkan oleh perusahaan), indikator analisis fundamental tidak dapat memberikan banyak informasi.

Jadi, kita perlu mengalihkan perhatian kita pada beberapa hal.

Berikut adalah beberapa faktor yang digunakan dalam analisis fundamental cryptocurrency:

  • Kegunaan dan adopsi. Poin ini dimaksudkan untuk mengkaji tingkat kegunaan dan adopsi suatu cryptocurrency. Semakin sederhana penggunaannya dan semakin tinggi tingkat adopsi cryptocurrency tersebut, maka semakin besar nilai riilnya.
  • Pemerintah dan regulasi. Poin ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana pemerintah melihat cryptocurrency tertentu dan apakah sesuai dengan regulasi. Regulasi yang menguntungkan dapat meningkatkan potensi cryptocurrency tersebut, sementara jika tidak menguntungkan, dapat membatasi potensinya.
  • Pengembangan proyek dan liputan media. Cari tahu tentang bagaimana perkembangan proyek cryptocurrency tersebut. Aktivitas pengembangan cryptocurrency, software, komunitas, dan peningkatan liputan media akan menunjukkan bahwa cryptocurrency tersebut memiliki potensi yang besar.

Crypto Trading Berisiko?

Manajemen risiko juga merupakan aspek penting dalam trading crypto. Sebelum melakukan transaksi, penting untuk mengetahui berapa banyak maksimal jumlah kerugian anda. Hal ini dapat didasarkan pada beberapa faktor, seperti modal trading anda. Misalnya, seseorang mungkin hanya ingin mengambil risiko kerugian 1% dari modal trading mereka baik secara total atau per transaksi.

Crypto trading jelas memiliki risikonya sendiri. Hampir tidak mungkin untuk memprediksi aktivitas pasar di masa depan dengan pasti. Pada akhirnya, penting untuk membuat keputusan anda sendiri, menggunakan informasi yang tersedia dan penilaian anda sendiri, serta memastikan bahwa anda memiliki pengetahuan yang cukup.

Selain itu, strategi trading crypto dapat sangat berbeda dari orang ke orang, berdasarkan preferensi, kepribadian, modal trading, toleransi risiko, dll. Crypto trading juga memiliki tanggung jawab yang besar. Siapa pun yang melakukan trading crypto harus melakukan evaluasi terhadap kondisi kepribadian mereka sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan trading.

FAQ

Apa Itu spread dalam trading crypto?

Spread adalah selisih antara harga beli dan jual suatu cryptocurrency. Sama seperti pasar keuangan lainnya, ketika anda membuka sebuah posisi di pasar cryptocurrency, maka anda akan dihadapkan dengan dua harga. Jika anda ingin membuka posisi beli, maka anda akan membelinya di harga beli, yang sedikit di atas harga pasar. Jika anda ingin membuka posisi short, anda akan menjualnya di harga jual – sedikit di bawah harga pasar.

Apa itu lot dalam trading crypto?

Cryptocurrency sering diperdagangkan dalam satuan lot – sekumpulan token cryptocurrency yang digunakan untuk menstandarisasi ukuran transaksi. Karena cryptocurrency sangat fluktuatif, ukuran lotnya cenderung kecil: sebagian besar hanya satu unit dari cryptocurrency. Akan tetapi, beberapa cryptocurrency diperdagangkan dengan ukuran lot yang lebih besar.

Apa itu leverage dalam trading crypto?

Leverage adalah cara untuk mendapatkan eksposur pada sebagian besar cryptocurrency tanpa harus membayar dengan jumlah nilai transaksi yang sebenarnya. Sebaliknya, anda hanya perlu melakukan sejumlah deposit dengan nilai yang lebih kecil, yang dikenal sebagai margin. Ketika anda menutup posisi yang menggunakan leverage, keuntungan atau kerugian anda tetap didasarkan pada nilai transaksi anda yang sebenarnya.

Apa itu margin dalam trading crypto?

Margin adalah bagian penting dari trading menggunakan leverage. Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah deposit awal yang harus anda siapkan untuk membuka dan mempertahankan posisi yang menggunakan leverage. Ketika anda melakukan trading cryptocurrency menggunakan leverage, ingat bahwa persyaratan marginnya dapat berubah tergantung pada broker, dan seberapa besar ukuran transaksinya.
Margin biasanya dinyatakan dalam persentase dari nilai transaksi yang sebenarnya. Transaksi Bitcoin (BTC) misalnya, mungkin membutuhkan 15% dari total nilai transaksi. Jadi, alih-alih melakukan deposit $5000, anda hanya perlu melakukan deposit $750.

Apa itu pip dalam trading crypto?

Pip adalah satuan yang digunakan untuk mengukur pergerakan harga cryptocurrency dan biasanya merujuk pada pergerakan harga satu digit. Misalnya, sebuah cryptocurrency bergerak naik dari $190,00 ke $191,00, akan berarti bahwa cryptocurrency tersebut telah bergerak satu pip. Namun, beberapa cryptocurrency yang memiliki harga yang lebih rendah dapat memiliki nilai pip yang berbeda, di mana satu pip dapat setara dengan satu sen atau bahkan lebih kecil dari satu sen.
Penting untuk membaca rinciannya pada aplikasi trading pilihan anda, sehingga anda dapat mengetahui cara mengukur pergerakan harganya sebelum melakukan trading.

Apa cryptocurrency terbaik untuk pemula?

Tidak ada cryptocurrency terbaik untuk pemula karena masing-masing cryptocurrency berbeda, dan memiliki kelebihan serta risikonya masing-masing. Cryptocurrency terbaik untuk anda juga akan bergantung pada tujuan trading anda, sikap terhadap risiko, dan preferensi anda.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,456PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles