spot_img

Apa Itu Dow Jones dan Apakah Patut Diperhatikan?

Setiap pagi, anda akan mendengar seorang komentator berita berbicara tentang Indeks Saham AS, baik dengan nama lengkapnya atau salah satu nama panggilannya yang lebih pendek – DJI30, DJIA, atau hanya DOW. Entah bagaimana ketika kita mendengarkan seseorang berbicara, kita semua tampaknya tahu bahwa kita seharusnya bahagia ketika kita mendengar bahwa DJIA naik dan kita seharusnya sedih ketika mendengar bahwa Dow Jones turun, tetapi mengapa? Apa itu DJIA, dan mengapa kita harus memperhatikannya – atau haruskah kita peduli?

Mari kita mulai dengan membahas apa itu DJI. Setelah anda memahami dengan baik tentang apa itu indeks, apa yang diukur, dan bagaimana metode perhitungannya, kami akan menjawab pertanyaan apakah DJI adalah sesuatu yang harus anda perhatikan sebagai investor atau trader.

Apa Itu Dow Jones Index?

Dow Jones adalah indeks harga tertimbang yang terdiri dari 30 saham AS dengan kapitalisasi pasar besar dan paling banyak diperdagangkan – yang dianggap mewakili pasar secara keseluruhan. Secara teori, pergerakan 30 saham ini akan mewakili pasar secara keseluruhan. Seringkali, investor lebih tertarik menggunakan indeks ketika mengukur kondisi pasar untuk memberikan pandangan yang lebih sempit tentang apa yang terjadi di pasar saham secara keseluruhan. Kemungkinan besar anda juga pernah mendengar beberapa indeks saham utama lainnya seperti S&P 500, Nasdaq 100, DAX 30, atau FTSE 100. Masing-masing indeks ini memberikan informasi yang unik bagi investor.

Dow Jones Industrial Average diperkenalkan pada 26 Mei 1896. Dow Jones diciptakan oleh seorang pria bernama Charles H. Dow (juga dikenal dengan Dow Theory yang terkenal), salah satu pendiri Dow Jones & Company, yang didirikan pada 1882.

Indeks pertama Dow dibuat pada 1884 dan terdiri dari 11 saham sektor transportasi. Dia kemudian menyesuaikan ulang indeks aslinya (di Wall Street, proses ini dikenal dengan sebutan “rekonstitusi”) dan mengubah namanya menjadi Dow Jones Rail Average (pada 1970-an, namanya diperbarui menjadi Dow Jones Transportation Average guna mencakup sektor angkutan udara dan transportasi lainnya).

Dow lalu segera menyadari bahwa perusahaan sektor industri dengan cepat menjadi lebih penting dibandingkan perkeretaapian. Dia kemudian menciptakan indeks saham baru yang terdiri dari dua belas perusahaan dan menyebutnya sebagai Dow Jones Industrial Average atau disingkat DJIA. Indeks ini awalnya terdiri dari perusahaan sektor industri, termasuk yang berfokus pada komoditas kapas, gula, tembakau, dan gas.

Komponen Indeks

12 Saham DJIA Asli

Ada dua belas saham DJIA yang asli, yang hampir seluruhnya terdiri dari perusahaan berbasis komoditas:

  • American Cotton Oil Company
  • American Sugar Company
  • American Tobacco Company
  • Chicago Gas Company
  • Distilling & Cattle Feeding Company
  • General Electric
  • Laclede Gas Company
  • National Lead Company
  • North American Utility Company
  • Tennessee Coal & Iron
  • U.S. Leather Company (Preferen)
  • U.S. Rubber Company 

Pada saat itu, ini adalah perusahaan besar, menguntungkan, dan sangat disegani. Namun, sebagian besar posisi saham tersebut pada akhirnya digantikan oleh perusahaan lain.

Perubahan Seiring Waktu

Pada 1916, jumlah saham Dow Jones Industrial Average diperbarui menjadi 20 saham. Pada 1928, DJIA kembali menambahnya menjadi 30 saham, dan terus berlaku hingga saat ini.

Sebuah komite yang terdiri dari perwakilan S&P Dow Jones Indices dan editor The Wall Street Journal memutuskan perusahaan mana yang masuk ke dalam Indeks Dow Jones Industrial Average.

Tidak ada aturan khusus untuk masuk ke dalam Indeks Dow, hanya seperangkat pedoman umum yang mengharuskan perusahaan besar, disegani, dan substansial yang mewakili porsi signifikan atas kegiatan ekonomi di Amerika Serikat.

Metode Perhitungan Indeks

Metode perhitungan Dow Jones Industrial Average awalnya dihitung dengan metode rata-rata sederhana. Yang harus anda lakukan untuk menentukan nilai indeks adalah menjumlahkan masing-masing harga saham dalam indeks dan membagi jumlahnya dengan jumlah saham dalam indeks. Misalnya, ketika indeks pertama kali dihitung, Charles Dow menjumlahkan harga masing-masing saham dalam indeks adalah $491,28, kemudian membagi angka tersebut dengan 12, dan mendapatkan nilai Dow Jones Industrial Average pertama 40,94 ($491,28/12=40,94).

Walaupun konsep dasarnya masih sama, Dow Jones & Company – perusahaan yang bertanggung jawab memelihara indeks – perlu melakukan beberapa penyesuaian untuk mengimbangi peningkatan jumlah saham dalam indeks (seperti perusahaan yang menguat dan melemah) dan untuk stock split, spin-off, dan aksi korporasi lainnya. Hari ini, alih-alih hanya membagi jumlah harga saham dengan pembagi yang sama dengan jumlah saham dalam indeks (30), Dow Jones & Company menggunakan pembagi yang dimodifikasi sebesar 0,122834016 (pada saat penulisan artikel ini… klik di sini untuk mengetahui pembagi saat ini). Misalnya, jumlah harga saham yang disebutkan di atas adalah $1.432,07. Jika anda membagi angka tersebut dengan pembagi saat ini yang digunakan oleh Dow Jones & Company, anda akan mendapatkan nilai Dow saat ini sebesar 11.658,58 ($1.432,07/0,122834016=11.658,58).

Bagi anda penggila matematika, anda dapat menemukan rumus untuk menghitung perubahan pembagi.

Apa Itu Harga Tertimbang?

Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, Dow Jones Industrial Average adalah indeks harga tertimbang. Indeks harga tertimbang adalah indeks di mana saham dengan harga tertinggi cenderung memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap nilai indeks. Melihat daftar 30 saham di atas, anda dapat melihat bahwa International Business Machines Corp. (IBM) saat ini merupakan saham termahal di Dow, dengan harga $126,36, dan General Motors Corp. (GM) saat ini merupakan saham paling murah di Dow, yaitu $11,18. Sekarang bayangkan bahwa setiap saham naik 10 persen. Jika IBM naik 10 persen, harganya akan menjadi $12,64 dari pembilang (jumlah dari semua harga saham) dalam persamaan di atas, sedangkan jika GM naik 10 persen, itu hanya akan menambahkan $1,12 ke dalam pembilang dalam persamaan di atas. Meskipun setiap saham naik sebesar 10 persen, IBM akan memiliki pengaruh lebih dari 10 kali lipat terhadap nilai Dow. Kita semua tahu bahwa penyiar berita di mana-mana menyukai Dow Jones Industrial Average. Ini sangat mudah digunakan di tengah siaran berita, dan tampaknya memberikan gambaran singkat tentang bagaimana kinerja pasar. “Pasar anjlok hari ini lantaran Dow Jones merosot 428 poin, penurunan 3,4 persen… terbesar dalam lebih dari sebulan”. Tentu saja, berita itu seperti itu membuat pemirsa menggeliat di kursi malasnya karena tidak ada yang ingin mendengarkan tentang penurunan pasar. Tetapi apakah kita, sebagai investor, benar-benar harus memperhatikan apa yang terjadi dengan Dow Jones Industrial Average?

Mengapa Anda Harus Memperhatikan Dow

Sebagian besar investor perlu memperhatikan apa yang terjadi pada Dow Jones Industrial Average – bukan karena indeks tersebut memberi tahu anda tentang apa yang terjadi pada pasar secara keseluruhan, tetapi karena kemungkinan besar anda berinvestasi di perusahaan yang diwakili oleh indeks ini. Nah, ketika kami mengatakan diwakili oleh, kami tidak membatasi pembahasan pada 30 saham yang secara resmi masuk ke dalam Indeks Dow. Sebagai gantinya, kami mengacu pada saham yang secara umum memiliki kapitalisasi pasar besar.

Indeks ini terdiri dari 30 saham berkapitalisasi besar. Saham berkapitalisasi besar adalah saham dengan tingkat kapitalisasi pasar lebih dari $5 hingga $10 miliar. Banyak saham di Dow memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $100 miliar – di mana Apple (#AAPL) memiliki kapitalisasi pasar terbesar sebesar +$2.000 miliar, diikuti oleh Microsoft (#MSFT).

Saham berkapitalisasi besar sangat penting bagi investor ritel karena sebagian besar dari kita memiliki porsi yang signifikan atas kepemilikan saham pada saham berkapitalisasi besar. Jika anda berinvestasi pada salah satu instrumen investasi berikut, maka anda memiliki eksposur terhadap saham berkapitalisasi besar:

  • Reksa Dana atau ETF
  • Reksa Dana Large Cap Growth
  • Reksa Dana Large Cap Value
  • Dana Pensiun
  • Dana Pensiun Negara

Penasihat investasi dan dana pensiun meyukai saham berkapitalisasi besar karena relatif stabil, dan lebih mudah untuk membeli dan menjual sahamnya dalam jumlah besar. Bayangkan anda menjadi pengelola dana dana mencari tempat untuk memindahkan $100 juta. Jauh lebih mudah untuk memindahkan uang tersebut ke dalam saham dengan kapitalisasi pasar $100 miliar dibandingkan mencoba dan memasukkannya ke dalam saham dengan kapitalisasi pasar $1 miliar. Jadi, apakah anda perlu memperhatikan indeks ini? Ya… setidaknya sedikit. Melihat apa yang terjadi pada Dow Jones Industrial Average dapat membantu anda melacak apa yang terjadi pada sebagian besar saham berkapitalisasi besar dalam portofolio anda. Dan karena saham berkapitalisasi besar tersebut mungkin merupakan portofolio anda yang signifikan, maka mengetahui apa yang terjadi pada mereka selalu merupakan hal yang baik. Indeks ini adalah bagian yang menarik dalam lanskap keuangan. Ini penuh dengan sejarah, dan kami telah membahas tentang mengapa ada begitu banyak investor yang tertarik padanya, tetapi kami masih belum membahas alasan mengapa anda tidak harus terlalu memperhatikan indeks ini. Nah, kami akan membahasnya sekarang.

Pertanyaan

Kami telah memberitahu bahwa jika Dow naik, itu adalah tanda bahwa pasar baik-baik saja. Sebaliknya, jika Dow turun, itu pertanda pasar sedang tidak baik-baik saja. Tapi apakah itu benar-benar terjadi? Untuk menjawab pertanyaan kita, kita perlu melihat saham-saham yang menyusun Dow dan bagaimana Dow dihitung. Kita akan mulai dengan melihat saham-saham yang membentuk Dow. Masing-masing saham ini adalah saham berkapitalisasi besar – yang berarti Dow Jones Industrial Average adalah indikator yang bagus untuk mengukur seberapa baik kinerja sebagian besar saham berkapitalisasi besar di pasar. Namun, saham berkapitalisasi besar adalah minoritas di pasar. Saham berkapitalisasi menengah, kecil, dan mikro merupakan mayoritas saham yang tercatat, dan kinerjanya cenderung berebda dengan kinerja saham berkapitalisasi besar.

Anda tidak perlu melihat lebih jauh untuk membandingkan antara Dow Jones Industrial Average (^DJI) dan Dow Jones US Small Cap Index (^DJUSS) guna memastikan bahwa saham-saham dengan tingkat kapitalisasi pasar yang berbeda seringkali memiliki kinerja berbeda.

Jika anda hanya melihat indeks ini dalam beberapa tahun terakhir, anda mungkin mengira pertumbuhan pasar saham sangat bagus. Tetapi jika anda memperluas perspektif anda, anda dapat melihat bahwa ada segmen pasar saham yang semakin berkembang.

Ditambah, indeks ini adalah indeks harga tertimbang. Artinya saham-saham dalam Dow Jones 30 dengan harga tertinggi cenderung memberikan pengaruh yang tidak proporsional terhadap nilai indeks. Ini memberitahu kita bahwa sementara 30 saham di Dow Jones Industrial Average mewakili saham berkapitalisasi besar, ada bagian yang lebih kecil dari 30 saham yang benar-benar mendorong sebagian besar pergerakan indeksnya.

Jawaban

Jika anda berinvestasi pada saham selain saham berkapitalisasi besar, anda tidak perlu khawatir terhadap fluktuasi Dow Jones Industrial Average. Sebaliknya, anda harus fokus pada indeks lainnya ketika memantau kinerja saham di mana anda berinvestasi.

Setiap pagi, anda akan mendengar seorang komentator berita berbicara tentang Indeks Saham AS, baik dengan nama lengkapnya atau salah satu nama panggilannya yang lebih pendek – DJI30, Dow Jones Industrial Average, atau hanya DOW. Entah bagaimana ketika kita mendengarkan seseorang berbicara, kita semua tampaknya tahu bahwa kita seharusnya bahagia ketika kita mendengar bahwa Dow Jones naik dan kita seharusnya sedih ketika mendengar bahwa Dow Jones turun, tetapi mengapa? Apa itu Dow Jones, dan mengapa kita harus memperhatikannya – atau haruskah kita peduli?

Mari kita mulai dengan membahas apa itu Dow Jones. Setelah anda memahami dengan baik tentang apa itu indeks, apa yang diukur, dan bagaimana metode perhitungannya, kami akan menjawab pertanyaan apakah indeks ini adalah sesuatu yang harus anda perhatikan sebagai investor atau trader.

Trading Dow Jones

Trading berarti anda dapat berspekulasi terhadap kenaikan atau penurunan harga dengan membuka posisi long atau short melalui instrumen derivatif seperti CFD. Anda dapat melakukan trading pada indeks melalui produk ini selama jam pasar normal dari jam 11 malam pada hari Minggu hingga jam 10 malam pada hari Jum’at.

Pada aplikasi trading MT4 dan MT5, indeks ini dikenal dengan nama DJI30.

Cara Trading Dow Jones

Ketika anda melakukan trading Dow Jones melalui spread betting dan CFD, anda dapat berspekulasi pada Cash Indices atau Index Futures.

Dow Cash

Trading cash indices berarti anda berspekulasi pada harga spot indeks, yang merupakan harga pasar saat ini. Cash indices populer di kalangan trader jangka pendek karena menawarkan spread yang ketat.

Namun, biaya inap tidak termasuk ke dalam spread, sehingga banyak trader akan menutup posisinya di akhir sesi perdagangan harian.

Dow Futures

Trading index futures memungkinkan anda untuk berspekulasi tentang harga DJ Futures, yang berarti bahwa anda mengunci harga saat ini, untuk diperdagangkan di masa mendatang.

Trading Dow Futures populer di kalangan trader jangka panjang karena biaya inapnya telah termasuk dalam spread, yang berarti bahwa meskipun spread sedikit lebih lebar, anda tidak akan dikenakan biaya tambahan ini pada setiap akhir hari perdagangan.

Cara Investasi Dow Jones

Jika anda lebih tertarik untuk berinvestasi di Dow, anda dapat melakukannya dengan membeli ETF dan masing-masing saham perusahaan yang masuk ke dalam indeks.

ETF Dow Jones

Ketika anda berinvestasi di ETF Dow, anda secara efektif membeli produk keuangan yang melacak kinerja Dow. ETF seringkali terdiri dari beragam aset seperti saham yang masuk ke dalam indeks Dow, dan tujuannya adalah untuk meniru kinerja dari indeks tersebut. Berikut adalah beberapa ETF yang paling populer:

  • SPDR Dow Jones Industrial Average ETF (DIA)
  • iShares Dow Jones US ETF (IYY)
  • ProShares Ultra Dow30 (DDM)

Saham Dow Jones

Berinvestasi pada saham yang masuk ke dalam indeks ini adalah cara lain untuk mendapatkan eksposur ke dalam indeks Dow Jones. Ketika anda berinvestasi dalam saham secara langsung, anda akan secara efektif menjadi pemilik saham di perusahaan – betapapun kecil atau besar jumlahnya itu tergantung pada berapa banyak jumlah saham yang anda beli. Saham yang masuk ke dalam indeks ini populer di kalangan investor karena termasuk ke dalam beberapa perusahaan terbesar di AS:

  • Saham Apple (AAPL)
  • Saham Boeing (BA)
  • Saham Disney (DIS)
  • Saham Goldman Sachs (GS)
  • Saham Microsoft (MSFT)
  • Saham Visa (V)

FAQ

Apakah Dow Jones merupakan investasi yang bagus?

Terlepas dari portofolionya yang terkonsentrasi, Dow Jones juga melacak pasar dengan baik layaknya S&P. Selama periode 25 tahun, Dow mencatatkan rata-rata pengembalian 10,3% per tahun, 0,8 persen poin lebih baik dari S&P. Dalam setiap investasi $10.000, itu berarti selisih hampir $20.000.

Apa saja 30 perusahaan di Dow?

30 saham yang masuk ke dalam Dow Jones Industrial Average adalah: 3M, American Express, Amgen, Apple, Boeing, Caterpillar, Chevron, Cisco Systems, Coca-Cola, Disney, Dow, Goldman Sachs, Home Depot, Honeywell, IBM, Intel, Johnson & Johnson, JP Morgan Chase, McDonald’s, Merck, Microsoft, Nike, Procter & Gamble, Salesforce, Travelers, UnitedHealth, Visa, Walgreens, dan Walmart.

Berapa rekor tertinggi Dow Jones?

Harga penutupan tertinggi Dow Jones Industrial Average sejak 1896 (ketika pertama kali diperkenalkan) adalah 34.548,53 pada 6 Mei 2021.

Apakah US 30 adalah Dow Jones?

Dow 30, juga dikenal sebagai Dow Jones Industrial Average (DJIA), terdiri dari 30 perusahaan besar AS yang diperdagangkan secara publik.

Apa perbedaan antara Dow dan Dow Futures?

Dow Futures adalah kontrak yang nilainya berdasarkan pada Dow Jones Industrial Average. Ada 30 saham yang masuk ke dalam DJIA. Nilai satu kontrak Dow Futures adalah 10 kali nilai DJIA. Misalnya, jika DJIA diperdagangkan di 12.000, harga satu Dow Futures adalah $120.000.

Apa itu Dow Futures dan bagaimana cara kerjanya?

Dow Futures adalah seperti perdagangan komoditas, dengan harga dan tanggal pengiriman yang telah ditentukan di masa mendatang. Hal ini memungkinkan investor untuk memprediksi atau berspekulasi terhadap nilai masa depan saham sebelum bel pembukaan. Kontrak berjangka adalah perjanjian yang mengikat dua pihak secara hukum, yang dapat berupa individu atau lembaga.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,337PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles