spot_img

Apa Itu S&P 500 dan Bagaimana Cara Memperdagangkannya?

Investor biasanya melihat S&P 500 untuk menilai bagaimana kinerja dan sentimen pasar saham secara keseluruhan. Dengan demikian, indeks ini dianggap sebagai indikator utama ekonomi AS dan barometer selera risiko yang paling akurat. Pada artikel ini, kami akan membahas tentang apa itu S&P 500, sejarahnya, metode perhitungannya, dan bagaimana cara memperdagangkannya.

Apa Itu S&P 500

S&P 500 adalah indeks yang, pada 2019, terdiri dari 505 saham biasa dari 500 perusahaan berkapitalisasi besar di pasar saham AS. Konstituennya mewakili sekitar 80% dari total kapitalisasi pasar saham Amerika, menurut S&P Global.

Grafiknya diperbarui setiap hari dan merupakan indikator kekuatan pasar saham AS yang populer. Indeks ini juga memiliki nama lain, termasuk Standard & Poor’s 500 dan US 500, dan ticker SPX.

Berlawanan dengan kepercayaan populer, indeks ini tidak mencakup semua 500 perusahaan teratas dalam hal kapitalisasi pasar. Ini karena kelayakan untuk indeksnya ditentukan oleh sejumlah kriteria – bukan hanya kapitalisasi pasar – seperti yang akan dijelaskan nanti.

S&P 500 Sebagai Barometer Selera Risiko

Jika kita harus memilih salah satu pengukur sentimen pasar, maka inilah dia. Jika S&P 500 bergerak naik, perkirakan aset dan mata uang berisiko (dipimpin oleh AUD, kemudian NZD, CAD, EUR, dan GBP) ikut bergerak menguat. Perkirakan aset dan mata uang safe haven (dipimpin oleh JPY, lalu USD dan CHF) bergerak sebaliknya atau melemah.

Untuk berbagai alasan, indeks saham utama dianggap sebagai satu-satunya indikator penting untuk mengukur selera risiko global (sentimen pasar). Meskipun ada beberapa perdebatan tentang indeks mana yang terbaik dalam situasi apa pun, indeks kapitalisasi pasar terbesar dari ekonomi terbesar di dunia ini cenderung menjadi barometer risiko tunggal yang paling populer, dan juga banyak diperhatikan. Dengan kata lain, pasar mengikutinya secara intensif, sehingga memiliki pengaruh. Kelemahan besarnya adalah bahwa meskipun dapat diperdagangkan di pasar berjangka sepanjang waktu, indeks tersebut hanya dibuka selama jam kerja EST. Jika anda trading selama jam pasar Asia atau Eropa, anda akan memilih indeks terkemuka di pasar tersebut, seperti Nikkei, Shanghai, atau Hang Seng (Hong Kong) untuk Asia, atau Deutscher Aktien Index (DAX), CAC 40 untuk Prancis, FTSE 100 untuk Inggris, atau salah satu dari banyak indeks komposit di wilayah ini.

Indeks global cenderung bergerak beriringan dari waktu ke waktu, sehingga apa pun yang anda pilih, anda cenderung akan mendapatkan hasil yang sama. Jam perdagangan dimulai dari Asia, diikuti oleh Eropa, lalu Amerika. “Pergerakan umum” indeks utama setiap wilayah cenderung melanjutkan pergerakan indeks di jam perdagangan sebelumnya, terkecuali jika terdapat salah satu hal:

  • Berita penting yang mengubah sentimen pasar.
  • Level support dan resistance kuat yang membatasi pergerakan lebih lanjut lantaran trader percaya bahwa kondisi saat ini kurang sepenuhnya diperhitungkan dan belum membenarkan penembusan ke level-level tersebut.

Misalnya, jika indeks saham AS ditutup menguat, kita memperkirakan pasar Asia akan dibuka menguat dan akan tetap seperti itu terkecuali jika terdapat berita negatif yang signifikan atau level resistance yang signifikan yang memicu aksi jual guna mengambil keuntungan dan short selling.

Berikut adalah contoh bagaimana pasar forex dipengaruhi oleh indeks saham utama. Indeks ini adalah aset berisiko. Beberapa mata uang bergerak naik dan turun mengikuti pergerakannya dan aset berisiko lainnya, sehingga disebut aset berisiko. Beberapa bergerak sebaliknya, sehingga disebut mata uang safe haven.

Berikut adalah tabel (seperti yang ditunjukkan sebelumnya) tentang bagaimana urutannya berdasarkan spektrum risiko hingga safe haven.

s&p 500

Jadi ketika S&P 500 naik, kita memperkirakan mata uang berisiko menguat (seperti AUD dan NZD) mengungguli mata uang berisiko lebih rendah dan mata uang safe haven seperti JPY dan USD. Ketika indeks turun, kita memperkirakan sebaliknya.

Sekali lagi, peringkat tersebut adalah sebuah panduan yang dapat berguna, dan bukan aturan yang kuat. Dalam jangka pendek, sebuah mata uang jarang mencatatkan kinerja yang sesuai dengan peringkat risikonya lantaran adanya peristiwa harian atau mingguan dapat memengaruhi satu atau lebih mata uang tertentu lebih dari yang lain.

Cara Kerja S&P 500

S&P 500 melacak kapitalisasi pasar perusahaan yang masuk dalam indeks. Kapitalisasi pasar adalah total nilai semua saham yang diterbitkan oleh perusahaan. Ini dihitung dengan mengalikan jumlah saham yang diterbitkan dengan harga saham. Sebuah perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar $100 miliar akan memiliki bobot 10 kali lebih besar dari perusahaan yang kapitalisasi pasarnya $10 miliar. Pada Juli 2020, total kapitalisasi pasar S&P 500 adalah $27,05 triliun.

Indeksnya menggunakan metode perhitungan kapitalisasi pasar mengambang tertimbang. Indeks hanya akan mengukur saham yang tersedia untuk publik. Itu tidak termasuk saham yang dimiliki oleh grup, perusahaan lain, atau lembaga pemerintah.

Sebuah komite memilih masing-masing saham dari 500 perusahaan dalam indeks berdasarkan likuiditas, ukuran, dan industrinya. Ini akan diseimbangkan ulang (rebalancing) secara triwulanan, pada Maret, Juni, September, dan Desember.

Agar memenuhi syarat untuk masuk ke dalam indeks, sebuah perusahaan harus berada di Amerika Serikat, memiliki kapitalisasi pasar yang tidak disesuaikan setidaknya $8,2 miliar. Setidaknya 50% saham perusahaan harus tersedia untuk publik. Nominal harga sahamnya minimal harus $1 per saham. Perusahaan harus menyampaikan laporan tahunan 10-K. Setidaknya 50% aset tetap dan pendapatannya harus berada di Amerika Serikat. Terakhir, pendapatan perusahaan setidaknya harus positif selama empat kuartal berturut-turut.

Saham tidak boleh diperdagangkan secara over the counter. Saham harus tercatat di New York Stock Exchange, Investors Exchange, Nasdaq, atau BATS Global Markets.

Kelayakan perusahaan yang masuk ke dalam Indeks S&P 500 didasarkan pada:

  • Kapitalisasi pasar
  • Domisili (negara asal, yaitu harus AS)
  • Bursa tercatat
  • Struktur organisasi
  • Jenis saham dan likuiditas
  • Float (proporsi saham yang tersedia untuk publik)
  • Tanggal IPO

Metode Perhitungan S&P 500

S&P 500 adalah indeks kapitalisasi pasar tertimbang, yang berarti bahwa perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang lebih besar akan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap nilai indeks.

Seperti Dow Jones Industrial Average, nilai indeksnya dihitung melalui jumlah kapitalisasi pasar dari semua 500 saham yang dibagi dengan Pembagi, di mana Pembanginya dianggap sekitar 8,9 miliar. Pembagi akan disesuaikan jika terjadi stock split atau merger guna memastikan bahwa nilai numerik indeks tidak terpengaruh.

Sejarah S&P 500

Sejarah S&P 500 dalam bentuk saat ini dimulai pada 4 Maret 1957, tetapi asal usulnya dimulai 1923 ketika diperkenalkan sebagai Indeks Komposit dan hanya terdiri dari sejumlah kecil saham AS.

Sejak 1957, indeks ini telah mencatatkan rata-rata pengembalian tahunan lebih dari 11% – meskipun ini tidak memperhitungkan inflasi, yang akan membuat angka tersebut direvisi turun. Namun, meskipun rata-rata pengembalian tahunannya positif, terdapat volatilitas yang signifikan dalam beberapa tahun. Sebagai contoh, indeks sempat turun sekitar 60% selama krisis keuangan 2008-2009, sementara pada 2013 naik lebih dari 32% seiring pulihnya ekonomi global.

Grafik di bawah ini menunjukkan beberapa hal penting dalam harga S&P 500 abad ini dan alasan perubahan harganya secara signifikan.

Cara Trading S&P 500

S&P 500 biasanya menyediakan likuiditas yang tinggi, jam perdagangan yang panjang, dan spread yang lebih ketat. Saat ini, anda dapat melakukan trading indeks ini menggunakan CFD (Contract for Difference). Trading indeks menggunakan CFD memungkinkan anda untuk membeli atau menjual tanpa harus berurusan dengan bursa konvensional.

Trader menyukai trading S&P 500 karena tren seringkali dapat dilihat melalui grafik, serta memiliki sinyal entry dan exit yang jelas, baik menggunakan indikator sederhana ataupun komprehensif.

Karena indeks melacak “sekeranjang” 500 perusahaan AS, trader yang melakukan trading indeks ini mendapatkan eksposur yang beragam ke pasar saham AS – pasar yang banyak diperhatikan oleh analis yang melakukan riset kinerja secara mendalam menggunakan teknikal dan fundamental. Oleh karenanya, indeks ini menjadi indeks yang populer di kalangan trader CFD di seluruh dunia.

Sama seperti trading di pasar lainnya, strategi trading yang baik sangat penting dalam berinvestasi di S&P 500. Strategi trading yang efektif dapat menjadi salah satu hal yang meredam volatilitas pasar dan memungkinkan trader agar tetap selaras dengan sinyal entry dan exit, volume, dan profil risiko mereka. Strategi trading yang baik sering kali menggabungkan analisa teknikal dan analisa fundamental, beserta manajemen risiko & uang juga psikologi trading.

Ketika anda melakukan trading S&P 500 menggunakan CFD, anda dapat berspekulasi pada indeks tunai atau indeks berjangka.

S&P 500 Cash

Trading indeks tunai berarti anda akan berspekulasi pada harga indeks di pasar spot, yang merupakan harga pasar saat ini. Indeks tunai populer di kalangan trader jangka pendek karena menawarkan spread yang ketat.

Namun, biaya inap tidak termasuk ke dalam spread, sehingga banyak trader akan menutup posisinya setiap akhir jam perdagangan.

S&P 500 Futures

Trading indeks berjangka memungkinkan anda untuk berspekulasi pada harga S&P 500 di pasar berjangka, yang berarti anda mengunci harga hari ini, untuk diperdagangkan di masa mendatang.

Trading indeks berjangka populer di kalangan trader jangka panjang karena biaya inap telah termasuk ke dalam spread, yang berarti bahwa meskipun spread sedikit lebih lebar, anda tidak akan dikenakan biaya tambahan setiap akhir jam perdagangan.

Kelebihan Trading CFD S&P 500

Ada tiga keuntungan dari trading S&P 500 menggunakan CFD:

Leverage

Ketika anda membuka sebuah posisi, total eksposur anda jauh lebih besar dari modal yang anda keluarkan untuk melakukan transaksi. Untuk membuka posisi, anda hanya perlu mengeluarkan dana sebagian kecil dari nilai transaksi, misalnya $80 jika indeks diperdagangkan pada 4.000 poin.

Seperti bentuk trading lainnya yang menggunakan leverage, ini juga membuat S&P 500 Futures lebih berisiko. Pelajari leverage dalam trading dan cara mengelola risiko lebih lanjut.

Long atau Short

Anda dapat menggunakan CFD untuk memperoleh keuntungan ketika harga indeks turun (short), serta ketika harganya naik (long). Untuk melakukan short sell pada indeks, anda akan menjual kontrak tersebut dibandingkan membelinya. Ini berarti anda akan menjual indeks yang mendasarinya ke pihak lain ketika kontrak tersebut berakhir.

Likuiditas

Pasar cenderung sangat likuid, di mana ada banyak orang yang membeli dan menjual kontrak sepanjang waktu. Di pasar yang sangat likuid, seringkali lebih mudah untuk melakukan transaksi dengan cepat dan pergerakan harganya cenderung tetap stabil.

Cara Investasi Indeks S&P 500

Karena investasi biasanya berarti membeli dan menahan aset untuk jangka waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun, maka penting untuk berinvestasi melalui instrumen yang tidak membebankan biaya berkala, sementara spread dan komisi tidak begitu penting. Itu berarti jika anda berinvestasi di S&P 500, sebaiknya anda tidak menggunakan CFD, karena membebankan biaya swap setiap harinya sehingga akan sangat menggerogoti keuntungan dalam jangka panjang. Selain itu, tidak praktis dan mahal bagi investor ritel untuk membeli semua saham yang ada dalam indeks tersebut, yang diperlukan untuk mereplikasi indeks.

Solusi praktis yang dapat dipilih oleh investor adalah dengan membeli saham di Exchange Traded Fund (ETF), yang berusaha mencerminkan kinerja Indeksnya. ETF ini memiliki sebagian besar atau lima ratus saham perusahaan yang masuk ke dalam indeks. Kinerja ETF mungkin hampir selalu berada sedikit di bawah kinerja indeks karena adanya biaya pembelian dan penjualan yang harus mereka tanggung serta biaya administrasi lainnya, tetapi bagi investor ritel, ini tidak diragukan lagi merupakan pilihan terbaik.

ETF S&P 500

Beberapa ETF S&P 500 paling populer yang dapat ditemukan di broker saham besar adalah:

  • SPDR S&P 500 ETF (NYSE ARCA: SPY)
  • SPDR PORTFOLIO S&P 500 ETF (NYSE ARCA: SPLG)
  • VANGUARD S&P 500 ETF (NYSE ARCA: VOO)
  • iSHARES CORE S&P 500 ETF (NYSE ARCA: IVV)

Saham S&P 500

Berinvestasi pada saham yang masuk ke dalam indeks S&P 500 adalah cara lain untuk mendapatkan eksposur ke dalam indeks. Ketika anda berinvestasi saham, anda secara efektif akan menjadi pemilik saham di perusahaan – kecil atau besarnya akan bergantung pada berapa banyak saham yang anda beli. Saham S&P 500 populer di kalangan investor karena menjadi beberapa perusahaan terbesar di AS:

  • Saham Apple (AAPL)
  • Saham Microsoft (MSFT)
  • Saham Amazon ( AMZN)
  • Saham Facebook (FB)
  • Saham Google (GOOGL)
  • Saham Tesla (TSLA)

Apa yang mempengaruhi nilai S&P 500?

Nilai indeksnya bergantung pada harga saham perusahaan yang masuk ke dalam indeks. Ada juga faktor-faktor lainnya yang dapat memengaruhi nilai indeks, di antaranya adalah:

  • Kebijakan Bank Sentral: Kebijakan moneter yang diterapkan oleh Federal Reserve (Fed) mempengaruhi biaya pinjaman dan, pada gilirannya, juga mempengaruhi pengeluaran dan investasi bisnis serta konsumen.
  • Kinerja Ekonomi: Ketika masa pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja yang tinggi, banyak saham akan naik karena adanya peningkatan pengeluaran di seluruh sektor perekonomian.
  • Valuasi Mata Uang: Dolar AS yang kuat membuat harga produk impor menjadi lebih murah bagi perusahaan, sementara Dolar AS yang lemah akan membuat harga produk ekspor menjadi lebih kompetitif di pasar internasional.
  • Harga Komoditas: Komoditas utama adalah blok bangunan dasar ekonomi global, sehingga tidak mengherankan jika banyak harga saham dipengaruhi oleh harga komoditas.
  • Nilai S&P 500 juga dapat dipengaruhi oleh krisis keuangan, bencana alam, pemilihan umum, dan kebijakan pemerintah, yang menjadikan penting bagi trader untuk terus mengikuti berita terkini.

FAQ

Apakah S&P 500 adalah investasi yang bagus?

Indeks S&P 500 telah mencatatkan rata-rata pengembalian tahunan sekitar 8% sejak 1957, yang umumnya dianggap sebagai kinerja historis yang baik untuk sebuah investasi. Apakah itu tetap menjadi investasi yang baik tergantung pada pandangan anda tentang masa depan perusahaan terbesar di AS.

Bagaimana cara trading di S&P 500 Futures?

Anda dapat trading S&P Futures dengan cara yang sama seperti anda trading CFD S&P 500, anda hanya perlu membuka akun di broker yang menawarkan trading di S&P 500 futures. Broker tersebut cenderung berbasis di AS, dan membutuhkan minimal deposit yang lebih besar dari broker Forex/CFD.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,336PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles