spot_img

Cara Memilih Saham Menggunakan Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal

Menganalisis saham dapat membantu investor untuk menemukan peluang investasi terbaik. Dengan menggunakan berbagai metode analisis saham, kita dapat mencoba menemukan saham yang harganya lebih murah dari nilai wajarnya. Ini merupakan hal yang bagus karena anda berpotensi mencatatkan return yang lebih besar dari pasar di masa mendatang.

Analisis fundamental dan teknikal adalah dua cara yang paling banyak digunakan untuk memilah dan memilih saham. Bagaimana dan kapan harus menggunakannya akan tergantung pada preferensi pribadi anda. Terlebih, masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan.

Analisis Teknikal Saham vs Analisis Fundamental Saham

Ketika menganalisis saham, ada dua cara yang dapat anda lakukan: analisis fundamental saham dan analisis teknikal saham.

Analisis fundamental saham didasarkan pada asumsi bahwa harga tidak selalu mencerminkan nilai intrinsiknya. Ini adalah indikator utama yang digunakan oleh seorang investor ketika mencoba mencari peluang investasi terbaik. Analisis fundamental menggunakan metrik valuasi dan informasi lainnya untuk menentukan apakah harga sahamnya menarik. Analisis fundamental dirancang untuk investor yang mencari pengembalian jangka panjang yang sangat baik.

Analisis teknikal saham umumnya mengasumsikan bahwa harga telah mencerminkan semua informasi yang tersedia dan harga umumnya bergerak dalam sebuah tren. Dengan kata lain, dengan menganalisis riwayat pergerakan harga saham, anda dapat memprediksi pergerakan harganya di masa mendatang. Jika anda pernah melihat seseorang mencoba mengidentifikasi pola pada grafik saham atau mendiskusikan moving average, pada dasarnya mereka sedang melakukan analisis teknikal.

Jenis analisis apa yang tepat untuk anda?

Kedua bentuk analisis tersebut dapat mengungkapkan informasi yang berharga, dan jika anda hanya fokus pada satu jenis analisa, maka anda dapat kehilangan salah satu petunjuk terkait harga saham tersebut. Dan karena durasi investasi yang akan dilakukan dapat berubah, maka menggunakan keduanya adalah hal yang terbaik.

Salah satu perbedaan utama antara keduanya adalah analisis fundamental saham bertujuan untuk menemukan peluang investasi jangka panjang. Analisis teknikal saham biasanya berfokus pada fluktuasi harga dalam jangka pendek.

Mengapa tidak menggunakan keduanya sehingga kekuatannya saling melengkapi? Gunakan analisis fundamental saham untuk menyaring saham, dan analisis teknikal saham untuk menentukan titik entry dan exit yang ideal.

Pertama, fokus pada analisis fundamental saham

Investor yang menggunakan analisis fundamental saham umumnya menggunakan salah satu dari dua strategi berikut ini:

  • Growth investor fokus pada prospek perusahaan di masa mendatang.
  • Value investor fokus pada apakah harga sahamnya saat ini masuk akal, terutama berdasarkan kondisi keuangannya.

Strategi growth investor

Perusahaan umumnya dibuat untuk tumbuh dan menghasilkan laba – dan pada akhirnya, perusahaan akan mengembalikan sebagian labanya kepada para pemegang saham. Sangat sedikit perusahaan baru yang langsung menghasilkan laba. Tetapi, jika sebuah perusahaan berhasil mencatatkan laba – sekalipun jika pada awal berdiri perusahaan tersebut gagal mencatatkan keuntungan – growth investor kemungkinan akan memutuskan bahwa perusahaan tersebut memiliki prospek yang sangat baik di masa mendatang. Ketika investor menganggap sebuah perusahaan baru memiliki produk yang inovatif atau memiliki keunggulan kompetitif yang menarik, maka mereka kemungkinan akan mulai mendorong harga sahamnya naik. Semakin banyak investor yang melakukan aksi beli, semakin tinggi peluang harga saham perusahaan tersebut naik. Investor semacam ini biasanya hanya fokus pada metrik seperti tingkat pertumbuhan pendapatan di masa lalu dan prospeknya di masa mendatang ketika memutuskan untuk membeli saham perusahaan yang relatif baru.

Strategi value investor

Value investor mencari perusahaan yang lebih besar dan lebih mapan, namun harga sahamnya berada di bawah nilai intrinsiknya. Investor semacam ini sering fokus pada perusahaan industri terkemuka, yang pendapatannya terus mengalami pertumbuhan, karena perusahaan semacam ini sering membayar dividen secara rutin. Value stock cenderung memiliki rasio Price to Earning yang rendah dan membayarkan dividen di atas rata-rata, tetapi diperdagangkan pada harga yang sangat rendah atau bahkan di bawah nilai bukunya (total aset berwujud dikurangi total kewajiban). Strategi investasi ini terkadang digambarkan sebagai investasi pada perusahaan hebat dengan harga yang bagus, bukan sekedar membeli saham murah.

Mulailah dengan memeriksa laba

Anda harus mempertimbangkan berbagai data, namun data pertama yang harus anda periksa adalah laba perusahaan. Ini adalah data yang paling penting jika anda memiliki beberapa pertanyaan: Berapa banyak uang yang dihasilkan oleh perusahaan? Dan seberapa besar potensinya di masa mendatang?

Dengan kata lain, laba adalah keuntungan. Perhitungannya bisa rumit, tapi itulah membeli perusahaan. Beruntung bagi investor, perusahaan akan melaporkan laporan keuangannya setiap kuartal. Para analis akan memperhatikan laporan keuangan tersebut dengan cermat, terutama pada perusahaan besar.

Ketika sebuah perusahaan melaporkan bahwa pendapatannya naik, harga sahamnya biasanya akan naik. Dalam beberapa kasus, hal tersebut juga dapat berarti kenaikan dividen, atau indikasi perusahaan akan mulai membagikan dividen – jika belum pernah. Ketika pendapatannya jauh dari harapan, harga sahamnya biasanya akan turun. Itu karena para pelaku pasar melakukan aksi jual sahamnya karena dianggap overvalued, dan membuat harga sahamnya turun.

Metrik investasi penting

Meskipun laba adalah indikator yang penting, namun tidak memberikan banyak informasi. Dengan kata lain, laba tidak dapat menunjukkan bagaimana pasar menilai saham tersebut. Anda harus menggunakan alat analisis fundamental lainnya untuk mendapatkan gambaran tentang valuasi saham tersebut.

Anda dapat menemukan sebagian besar rasio ini di situs web keuangan, meskipun rasio tersebut tidak terlalu sulit untuk dihitung sendiri. Jika anda ingin mencobanya sendiri, ingat bahwa beberapa alat analisis fundamental saham yang paling populer fokus pada laba, pertumbuhan, dan valuasi pasar. Berikut adalah beberapa faktor yang harus anda perhatikan:

  • Earning Per Share (EPS): Baik laba ataupun jumlah saham yang beredar tidak dapat memberikan banyak informasi. Tetapi, jika anda menggabungkannya, anda bisa mendapatkan salah satu rasio yang paling banyak digunakan. EPS memberikan informasi tentang berapa jumlah keuntungan perusahaan per satu lembar sahamnya. EPS dapat dihitung dengan rumus laba bersih (setelah dividen saham preferen) dibagi dengan jumlah saham yang beredar.
  • Price to Earning (P/E): Ini membandingkan harga pasar saham perusahaan saat ini dengan Earning Per Share (EPS).
  • Projected Earning Growth (PEG): PEG memperkirakan tingkat pertumbuhan laba suatu saham dalam satu tahun ke depan.
  • Price to Sales (P/S): Rasio P/S menilai harga pasar suatu saham dibandingkan dengan pendapatannya. Rasio ini juga terkadang disebut sebagai rasio “PSR”, “kelipatan pendapatan”, atau “kelipatan penjualan”.
  • Price to Book (P/B): Juga dikenal sebagai “rasio Price to Equity”, P/B membandingkan nilai buku suatu saham dengan harga pasar sahamnya. Anda dapat menghitungnya dengan cara membagi harga pasar saham dengan nilai buku perusahaan pada kuartal terakhir. Nilai buku adalah nilai aset pada laporan keuangan. Ini sama dengan nilai setiap aset dikurangi depresiasi kumulatif.
  • Dividend Payout Ratio: Ini membandingkan dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham dengan total laba bersih perusahaan, dan juga memperhitungkan jumlah laba ditahan atau pendapatan yang tidak dibayarkan melainkan disimpan untuk potensi pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.
  • Yield Dividen: Ini adalah total dividen dalam satu tahun dibandingkan dengan harga sahamnya. Ini digambarkan dalam persentase. Anda dapat menghitungnya dengan membagi jumlah dividen selama satu tahun dengan harga pasar sahamnya.
  • Return on Equity (ROE): Bagi laba bersih perusahaan dengan ekuitas pemegang saham untuk menemukan Return on Equity. Anda juga mungkin pernah mendengar rasio ini dengan sebutan “Return on Net Worth”.
  • Return on Asset (ROA): Ini adalah rasio profitabilitas yang memberikan gambaran tentang berapa jumlah keuntungan yang dapat dihasilkan oleh suatu perusahaan dari asetnya.

Perhatikan metrik lain selain angka

Ini adalah langkah yang paling penting dalam melakukan analisa saham. Meskipun semua orang menyukai barang murah, tetapi ada hal yang lebih penting yang harus anda perhatikan selain fokus pada valuasi. Lebih penting bagi anda untuk melakukan investasi pada perusahaan yang bagus dibandingkan murah. Mengingat hal tersebut, berikut adalah tiga komponen penting lainnya yang harus anda perhatikan:

Keunggulan kompetitif yang tahan lama: Sebagai investor jangka panjang, kita ingin perusahaan mampu mempertahankan (atau bahkan meningkatkan) pangsa pasarnya dari waktu ke waktu. Jadi, penting untuk menganalisa keunggulan kompetitif perusahaan – juga dikenal sebagai moat ekonomi – dalam model bisnis perusahaan ketika melakukan analisis saham. Ini bisa berupa beberapa bentuk. Misalnya, nama merek yang tepercaya dapat memberikan keunggulan bagi perusahaan. Paten dapat melindunginya dari pesaing. Jaringan distribusi yang besar dapat memberikan margin bersih yang lebih tinggi dibandingkan pesaingnya.

Manajemen yang hebat: Tidak peduli seberapa bagus produk suatu perusahaan atau seberapa besar pertumbuhan yang terjadi dalam suatu industri jika orang yang salah membuat keputusan penting. Idealnya, CEO dan eksekutif utama lainnya memiliki pengalaman yang baik di industri tersebut dan memiliki kepentingan keuangan yang selaras dengan kepentingan para pemegang saham.

Tren industri: Investor harus fokus pada industri yang memiliki prospek untuk tumbuh dan menguntungkan dalam jangka panjang. Misalnya, selama satu dekade terakhir, persentase penjualan ritel yang terjadi secara online telah tumbuh dari kurang dari 5% menjadi lebih dari 11%. Jadi, e-commerce adalah contoh industri yang memiliki tren pertumbuhan yang menguntungkan. Cloud computing, teknologi pembayaran, dan layanan kesehatan adalah beberapa contoh industri lainnya yang kemungkinan akan tumbuh secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Tidak ada jalan pintas

Ingatlah bahwa angka-angka ini hanyalah alat. Tidak ada rasio atau angka pasti yang dapat memberikan semua informasi yang anda butuhkan. Mereka tidak dapat memberikan saran beli atau jual dengan sendirinya. Mereka harus digunakan dengan pertimbangan lainnya.

Ketika anda membuat sebuah gambaran tentang apa yang anda inginkan dalam investasi saham, maka angka-angka tersebut dapat berfungsi sebagai tolok ukur untuk membantu anda mengukur dan membandingkan beberapa perusahaan.

Lalu, gunakan analisis teknikal saham

Analisis teknikal saham adalah istilah yang digunakan untuk berbagai strategi trading yang bergantung pada interpretasi pergerakan harga suatu saham. Sebagian besar analisis teknikal fokus untuk menentukan apakah tren saat ini akan berlanjut atau tidak, dan jika tidak, kapan harga akan berbalik arah. Untuk membuka posisi beli, trader teknikal biasanya mencari saham yang memiliki tren naik yang kuat, dan tren turun yang kuat untuk membuka posisi short.

Ada dua jenis analisis teknikal saham yang paling umum, yaitu pola grafik dan indikator teknikal (statistik).

Pola grafik adalah bentuk analisis teknikal yang bersifat subjektif. Dalam hal ini, para trader teknikal akan mencoba mengidentifikasi area support dan resistance serta mencari pola tertentu. Support adalah area di mana tren turun cenderung melemah karena aksi beli mulai mengimbangi aksi jual. Sebaliknya, resistance adalah area di mana tren naik cenderung terhenti karena aksi jual mulai mengimbangi aksi beli.

Pola-pola ini, yang didukung oleh beberapa faktor psikologis, dirancang untuk memprediksi pergerakan harga, yang diikuti oleh breakout atau breakdown dari level harga tertentu. Misalnya, pola ascending triangle adalah pola grafik bullish yang menunjukkan area resistance. Penembusan ke atas resistance ini berpotensi membuat harga naik lebih lanjut, khususnya jika diikuti oleh lonjakan volume. Ada beberapa pola yang memiliki bentuk segitiga, seperti bullish pennant dan bearish pennant atau rising wedge dan falling wedge.

Indikator teknikal adalah bentuk statistik dari analisis teknikal. Disebut demikian karena para penggunanya menggunakan berbagai rumus matematika. Indikator teknikal yang paling populer adalah Moving Average, yang memperhalus data pergerakan harga dan dapat digunakan untuk mengenali tren. Moving average – yang merupakan indikator yang mengikuti tren, memperhalus pergerakan harga, dan dapat digunakan untuk menentukan tren pergerakan suatu saham dari waktu ke waktu, juga dapat digunakan sebagai level support dan resistance.

Beberapa indikator yang lebih kompleks adalah Moving Average Convergence Divergence (MACD), yang menggabungkan beberapa moving average. Sebagian besar sistem trading didasarkan pada indikator teknikal karena dapat dihitung secara kuantitatif.

Beberapa analis teknikal menggunakan trendline, yang lainnya menggunakan pola candlestick Jepang, dan yang lainnya lebih memilih indikator teknikal. Sebagian besar analis teknikal menggunakan kombinasi beberapa alat untuk menentukan titik entry dan exit.

Ketika sebuah pola grafik menunjukkan adanya peluang short, misalnya, trader dapat menggunakan Moving Average untuk mengonfirmasi pola tersebut lebih lanjut.

Apa dasar dari analisis teknikal?

Dasar analisis teknikal adalah Dow Theory – seperangkat aturan yang dibuat oleh Charles Dow antara tahun 1851 hingga 1902. Aturan tersebut berisi tentang prinsip-prinsip pergerakan harga – termasuk jenis tren, fase pergerakan harga, dan dampak berita terhadap pasar.

Meskipun analisis teknikal telah berkembang secara signifikan, namun asumsi Dow masih menjadi inti dari analisis teknikal.

Asumsi inti analisis teknikal

Secara garis besar, analisis teknikal didasarkan pada asumsi berikut ini:

  • Grafik memiliki sebuah cerita. Para pendukung analisis teknikal percaya bahwa mereka dapat memprediksi pergerakan harga di masa mendatang berdasarkan harga historis. Namun, akan lebih disarankan untuk menggabungkan analisis fundamental dan analisis teknikal – agar anda mendapatkan lebih banyak gambaran terkait kondisi pasar.
  • Harga bergerak dalam sebuah tren. Menurut Dow Theory, tren dibagi ke dalam tiga jangka waktu. Pertama adalah pergerakan primer, yang dapat berlangsung selama satu tahun hingga beberapa tahun. Pergerakan sekunder, yaitu mulai dari sepuluh hari hingga satu tahun. Dan pergerakan minor, yang dapat berlangsung dalam hitungan detik hingga hari.
  • Pergerakan harga cenderung berulang. Para analis percaya bahwa pola harga akan cenderung berulang di masa mendatang. Jadi, mereka akan melihat pergerakan harga pasar sebelumnya, dan menggunakannya untuk memutuskan kapan harus membuka dan menutup transaksi untuk memaksimalkan keuntungannya.

Bagaimana Cara Menggunakan Analisis Teknikal Saham?

Analisis teknikal dapat digunakan untuk trading jangka pendek dan jangka panjang. Investor jangka panjang dapat menggunakan indikator teknikal untuk memutuskan kapan harus membeli saham untuk portofolionya, sementara day trader jangka pendek dapat menggunakannya untuk mencari peluang trading yang menguntungkan secara cepat.

Pemilihan waktu adalah bagian penting dari trading yang sukses, dan analisis teknikal dapat membantu anda untuk mengatur waktu trading, dan untuk memaksimalkan keuntungan sekaligus meminimalkan kerugian.

Analisis teknikal dapat digunakan di hampir semua pasar – yang anda butuhkan hanyalah grafik harga dan akses ke beberapa indikator teknikal. Jadi, anda dapat menggunakan analisis teknikal untuk trading saham, indeks, forex, atau cryptocurrency.

Analisis Teknikal vs Analisis Fundamental

Ada banyak perbedaan antara analisis teknikal dan fundamental. Namun, alih-alih melihat pergerakan harga sebelumnya, seorang trader yang menggunakan analisis fundamental saham akan mempertimbangkan berbagai faktor, baik internal atau eksternal.

Seorang analis fundamental akan menggunakan berbagai informasi untuk menentukan nilai wajar suatu saham – nilai saham berdasarkan semua informasi yang tersedia di pasar. Jika harga pasarnya berada di bawah harga wajarnya, maka mereka akan membelinya. Jika harga pasarnya berada di atas harga wajarnya, maka mereka akan menjualnya.

analisis fundamental saham

Misalnya, anggap seorang analis fundamental dan teknikal sama-sama mempertimbangkan untuk memperdagangkan saham Apple. Seorang analis fundamental mungkin akan memeriksa laporan keuangan Apple baru-baru ini, bagaimana kinerja sektor teknologi, dan kondisi ekonomi secara keseluruhan sebelum memutuskan berapa harga wajar saham Apple menurut mereka.

Sementara itu, seorang analis teknikal akan mengabaikan semua informasi tersebut dan hanya akan memperhatikan grafik saham Apple. Mereka akan menggunakan indikator teknikal dan mencari pola harga untuk memperkirakan pergerakan harga saham Apple selanjutnya. Mereka kemudian akan melakukan trading berdasarkan informasi tersebut.

Pada awalnya, analisis teknikal mungkin terlihat jauh lebih sederhana dibandingkan analisis fundamental. Terlebih, anda hanya perlu melihat grafik dibandingkan mempelajari berita, laporan ekonomi, dan rilis laporan keuangan. Akan tetapi, seorang trader teknikal yang sukses menggunakan beberapa indikator – dan menguji ulang strateginya sebelum memastikan bahwa strategi tersebut sesuai dengan tujuannya – sebelum melakukan trading. Jadi, ini bukan pilihan yang lebih mudah.

Oleh karenanya, sebagian besar trader tidak hanya menggunakan analisis teknikal atau fundamental – mereka akan menggunakan keduanya untuk memastikan bahwa mereka memiliki pandangan yang sepenuhnya seimbang. Jadi, anda dapat menggunakan analisis fundamental untuk menyaring saham yang akan diperdagangkan, dan kemudian menggunakan analisis teknikal untuk memutuskan kapan anda harus membuka posisi.

Analisis yang solid dapat menghasilkan keputusan yang cerdas

Seperti yang telah kami sebutkan, tidak ada satu pun cara yang akurat ketika melakukan analisis saham. Tujuan dari analisis saham adalah untuk mencari perusahaan yang memiliki harga yang bagus dan memiliki bisnis jangka panjang yang hebat. Hal ini tidak hanya membantu anda untuk menemukan saham yang berpotensi memberikan return yang tinggi, tetapi juga dapat membantu mencegah anda melakukan investasi yang buruk dan kehilangan uang.

Trading bebas risiko menggunakan uang virtual $100.000

Uji keterampilan trading anda melalui aplikasi saham terbaik. Bersaing dengan ribuan trader Indonesia dan jadikan diri anda yang teratas! Lakukan trading di lingkungan virtual sebelum anda mulai mempertaruhkan uang anda sendiri. Berlatih strategi trading agar ketika anda siap memasuki pasar yang sebenarnya, anda telah memiliki latihan yang anda butuhkan.

>> Baca aplikasi saham terbaik 2022

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
3,458PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles